Hasil Pertemuan Akhir di Wisata Pelangi Desa Cibanteng Bahas Persiapan Aksi Damai

- Penulis

Selasa, 24 September 2024 - 10:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pertemuan terakhir terkait persiapan aksi damai yang melibatkan 16 kecamatan pendukung, diadakan pada Senin, 23 September 2024, di lokasi wisata Pelangi Desa Cibanteng. Dari hasil rapat tersebut, diputuskan bahwa sebanyak 15.000 personil akan dikerahkan dalam aksi tersebut, dengan surat pemberitahuan resmi yang segera dikirimkan kepada pihak berwajib.

Lurah Endang, yang dikenal dengan sapaan Endang Macan Kumbang, berbincang dengan awak media usai pertemuan. Ia menjelaskan bahwa aksi damai ini akan digelar pada 30 September 2024. Aksi tersebut diselenggarakan bersama dengan Geprek dan para pemuda Kabupaten Karawang, dengan tujuan mendesak pemerintah dan perusahaan-perusahaan di wilayah Karawang agar lebih peduli terhadap putra daerah.

“Tolong terima anak-anak Karawang, permudah mereka untuk bisa bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang,” ujar Endang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Endang Macan Kumbang menegaskan bahwa aksi ini murni untuk memperjuangkan hak putra daerah, tanpa ada muatan politik. Ia menyoroti masih banyaknya pengangguran di kalangan putra daerah di tengah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Menurutnya, ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak Karawang yang belum mendapatkan pekerjaan.

Baca Juga:  MASYARAKAT LERENG SANGGABUANA MENJADIKAN SARANG ELANG JADI OBYEK WISATA

Terkait mekanisme pendaftaran online yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan, Macan Kumbang menilai sistem tersebut tidak efektif dan tidak transparan. Ia mengungkapkan bahwa pendaftaran online kerap kali hanya dijadikan formalitas, di mana sebagian besar yang diterima adalah titipan dari pihak-pihak tertentu.

“Pendaftaran online hanya menjadi wadah yang tidak adil menurut saya. Banyak yang sudah dititipkan dari berbagai pihak sebelum pendaftaran dibuka,” katanya.

Macan Kumbang juga menyebutkan bahwa banyak organisasi yang terlibat dalam aksi ini, termasuk dari wilayah kecamatan, perusahaan, karang taruna, dan Dinas Tenaga Kerja. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan siapa aktor utama di balik proses rekrutmen yang dianggap tidak fair tersebut.

Di akhir wawancaranya, Endang berharap aksi ini dapat memudahkan putra-putri asli Karawang untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Karawang. “Semoga aksi nanti bisa membuka pintu lebih lebar untuk anak-anak Karawang,” pungkasnya.

(Andi Ayu)

 

Berita Terkait

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!
Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Berita ini 25 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Berita Terbaru