Pengecoran Jalan Lingkungan di Bojong Tugu 2 Rengasdengklok Dikeluhkan Warga, Baru Seminggu Sudah Retak

- Penulis

Senin, 23 September 2024 - 06:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, lintaskarawang.com – 23 September 2024, Warga Dusun Bojong Tugu 2, RT 21/RW 04, Desa Rengasdengklok Selatan, Kabupaten Karawang, merasa kecewa dengan hasil pengecoran jalan lingkungan yang baru satu minggu selesai dikerjakan namun sudah menunjukkan keretakan dan kerusakan. Menurut warga, kondisi tersebut tidak hanya mengecewakan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terkait efektivitasnya dalam mengatasi masalah banjir di wilayah tersebut.

Ibu Eni, salah satu warga setempat, mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap kualitas pengecoran yang dinilai kurang maksimal. “Kami sangat kecewa. Sebelum dicor, daerah ini memang rawan banjir, tapi sekarang dengan pengecoran yang kualitasnya seperti ini, malah bukan mengurangi banjir, justru mungkin bisa lebih parah karena air tersumbat,” ujarnya.

Menurut Ibu Eni, salah satu masalah utama terletak pada ketinggian bigisting atau lapisan beton yang dianggap tidak sesuai dengan standar. “Ketinggian bigisting ini harusnya 10 atau 12 sentimeter, tapi yang ada cuma 6 atau 7 sentimeter. Ini tidak cukup untuk menangani aliran air yang besar saat hujan,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengecoran jalan lingkungan ini merupakan bagian dari proyek pembangunan yang dilaksanakan di bawah anggaran APBD Kabupaten Karawang tahun anggaran 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp 722.672.800. Proyek tersebut direncanakan memakan waktu 170 hari kalender dengan kontraktor pelaksana dari CV Perkasa Utama Abadi.

Baca Juga:  PT. Farrel Internusa Pratama Diduga Terlibat Kasus Pemalsuan SIO Forklift di Karawang

Namun, warga mempertanyakan kualitas pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor tersebut, mengingat jalan yang baru selesai diperbaiki sudah mengalami kerusakan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut terkait ketahanan dan efektivitas jalan tersebut dalam jangka panjang.

Pengecoran yang buruk tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik jalan, tetapi juga pada potensi terjadinya banjir yang lebih parah di kawasan tersebut. “Sebelum dicor saja sudah banjir, sekarang kalau pengecoran begini, bisa-bisa air lebih banyak yang tersumbat,” keluh warga lainnya.

Warga berharap pihak pemerintah daerah dan kontraktor pelaksana dapat segera turun tangan untuk memperbaiki kualitas pengecoran jalan tersebut sebelum kerusakan semakin meluas. Mereka juga meminta agar spesifikasi teknis seperti ketinggian dan kekuatan beton dapat diperhatikan lebih baik.

Sesuai dengan Pasal 55 Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, penyedia jasa konstruksi berkewajiban untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai dengan kontrak dan standar teknis yang berlaku. Pelanggaran terhadap kewajiban ini dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana.

Demi kenyamanan dan keamanan warga, mereka menuntut adanya tindakan segera dari pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah ini dan mencegah dampak yang lebih buruk.

(D’Kasur)

 

Berita Terkait

Diduga Siswa SMPN 2 Kutawaluya Jadi Korban Kekerasan Oknum Guru, Orang Tua Minta Disdik Turun Tangan
Ketua Umum Garda Wisesa Nusantara Kutuk Keras Oknum Pembuang Limbah B3 di Irigasi Desa Telukbango: “Ini Kejahatan Lingkungan”
Aktivitas Pengurugan di Lahan LP2B Masih Berjalan, Ketegasan Satpol PP Karawang Dipertanyakan
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang
Berita ini 26 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:07

Bhikkhu dan Puluhan Samanera Gelar Pindapata di Vihara Buddha Loka Karawang, Pererat Kebersamaan Umat

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:26

Cetya Hian Thian Kiong Karawang Peringati Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Rabu, 27 Mei 2026 - 10:33

Iduladha 1447 H, Masjid Al-Ikhlas Grand Kedung Waringin Bagikan Daging Kurban dari 2 Sapi dan 5 Domba kepada Warga

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:28

Umat Buddha di Karawang Gelar Fang Shen dan Aksi Ekoteologi di Sungai Leuweung Sereuh

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:17

Ratusan Umat Buddha dari Tangerang Kunjungi Karawang, Vihara Buddha Loka Jadi Pusat Kegiatan Spiritual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:25

Wabup Karawang Terima Kunjungan Waketum Partai NasDem, Resmikan Ruang Belajar Baru di Ponpes Annihayah

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:38

Pengajian Akbar Isra Mi’raj Digelar di GOR Disdikbud Karawang, Perkuat Iman dan ASN Berakhlak

Minggu, 4 Januari 2026 - 19:51

Warga Plawad Arevo Gelar Peringatan Isra Mi’raj, Dorong Muhasabah dan Penguatan Iman

Berita Terbaru