Pengrajin Mainan Kayu di Subang Hadapi Tantangan Modal, Hasilkan Karya Luar Biasa di Tengah Keterbatasan

- Penulis

Kamis, 29 Agustus 2024 - 03:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subang, Lintaskarawang.com – Seorang pengrajin mainan kayu asal Kampung Cihuni, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, tengah berjuang menghadapi keterbatasan modal di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Pupung, demikian ia akrab disapa, memulai usaha kerajinan miniatur kendaraan roda empat dari limbah kayu, triplek, dan bahan-bahan kayu lainnya, berkat ketekunannya mengolah limbah yang awalnya hanya untuk mengisi waktu luang.

Pupung mampu menciptakan karya-karya luar biasa, seperti miniatur truk, bis, minibus, dan jeep yang menyerupai bentuk aslinya. Setiap bulan, ia mampu memproduksi 10 hingga 20 unit miniatur kendaraan tersebut, yang semuanya memiliki nilai estetika dan kualitas yang tinggi. Namun, tantangan terbesar yang dihadapinya adalah modal usaha yang terbatas, terutama di tengah merosotnya ekonomi yang turut mempengaruhi usahanya.

Keterbatasan modal tidak hanya membuatnya kesulitan untuk memenuhi pesanan, tetapi juga menghambat pertumbuhan usahanya. Padahal, beberapa waktu lalu, Pupung menerima pesanan dari seorang teman di Malaysia untuk memproduksi 50 unit miniatur kendaraan setiap bulannya. Namun, karena minimnya alat dan modal, Pupung terpaksa menolak pesanan tersebut, meskipun itu merupakan peluang besar bagi kemajuan usahanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sangat sedih, karena harus menolak pesanan dari teman di Malaysia. Padahal ini bisa menjadi peluang besar bagi saya untuk lebih maju. Namun, apa daya, keterbatasan modal dan minimnya alat menjadi kendala utama,” ujar Pupung saat ditemui oleh awak Media Lintaskarawang.com di rumahnya.

Baca Juga:  Peresmian Dapur MBG Jomin Barat, Babinsa Tekankan Pentingnya SOP

Meskipun menghadapi berbagai kendala, Pupung tetap bersemangat dalam menjalankan usahanya. Selain membuat miniatur kendaraan, ia juga sering menerima pesanan untuk merenovasi berbagai barang dari kayu, seperti badan mesin jahit. Kemampuannya dalam membuat miniatur kendaraan dengan detail yang bagus dan kualitas yang kuat telah diakui oleh para pelanggannya, baik dari dalam maupun luar Kampung Cihuni.

Harga miniatur kendaraan yang dihasilkan oleh Pupung bervariasi, tergantung pada tipe dan ukuran kendaraan. Untuk miniatur truk, harganya berkisar antara Rp150.000 hingga Rp300.000, sementara untuk miniatur bis, harganya antara Rp 200.000 hingga Rp 400.000. Meskipun demikian, modal yang terbatas tetap menjadi penghalang utama bagi Pupung untuk memperluas usahanya dan memenuhi pesanan dalam jumlah besar.

Kondisi hidup Pupung yang tinggal sendiri tanpa pendamping menambah keprihatinan akan nasibnya. Namun, ia tetap optimis dan penuh semangat dalam menghadapi tantangan yang ada. “Semoga ada pengusaha yang mau membantu saya untuk mengembangkan usaha ini. Saya yakin, dengan bantuan yang tepat, usaha ini bisa lebih maju dan berkembang,” harap Pupung.

Semoga perhatian dari pihak-pihak yang memiliki kepedulian terhadap usaha kecil menengah dapat membantu Pupung untuk terus berkarya dan mendongkrak ekonomi keluarganya, serta menjadi inspirasi bagi pengrajin lain di tengah kondisi ekonomi yang sulit ini. (Abie FU)

Berita Terkait

Disnakertrans Karawang dan Polban Gelar Pelatihan Servis AC Mobil untuk Alumni BLK
Pendampingan UMKM Mentorship 2026 di Rawamerta Di Gelar, Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha agar Naik Kelas.
ORMAS/LSM Karawang Soroti Dugaan Monopoli Pengelolaan Limbah B3 CATL, Perusahaan Lokal Merasa Tersisih
Mr Kim Desak Pemkab Karawang Tindak Tegas Alfamart Kalijaya, Soroti Dugaan Manipulasi Persetujuan Lingkungan
KWT Mbah Cipto di Telukjambe Jadi Percontohan Urban Farming, Produksi Ribuan Sayuran hingga Edukasi Anak
Warga Kalijaya Melawan: Dugaan “Akal-akalan Izin” Minimarket Picu Kemarahan Publik
Modernisasi Pertanian Tanpa Reforma Agraria Dinilai Ilusi, Aktivis Soroti Ketimpangan Lahan di Karawang
Di Balik Hingar Bingar Dualisme KADIN, UMKM Menjerit di Tengah Kemegahan
Berita ini 47 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:10

14 Tahun Menjadi Sekdes, Ahmad Basuni Mantap Maju di Pilkades Sampalan: Mengabdi dengan Hati untuk Desa

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:31

Kabid SDA PUPR Karawang Sulit Dihubungi, Layakkah Disebut Pelayan Publik?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:47

Ribuan Warga Waringinjaya Meriahkan HUT RI ke-81, GRC 1 & 2 Gelar Karnaval hingga Gerak Jalan Santai

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 07:42

Reses III Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin Serap Aspirasi Warga Perumahan Niera Palumbonsari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:46

Dukungan Menguat, Ade Santi Resmi Daftar sebagai Calon PAW Kepala Desa Gempol Sari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:05

Dion Surya Sukanda Nomor Urut 2 Menangkan Pemilihan Anggota BPD Karyasari dengan 36 Suara

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:43

Peringatan Keras Tim PAW Ade Santi, Mr. Kim: Panitia Diminta Jaga Independensi Pemilihan PAW Kades Gempolsari

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:29

Leni Marlina Nomor 3 Raih Suara Terbanyak, Terpilih sebagai Perwakilan Perempuan BPD Desa Gombongsari

Berita Terbaru