Owa Jawa Satwa Prioritas Sanggabuana Mulai Didata Populasinya oleh SCF

- Penulis

Selasa, 30 Juli 2024 - 09:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owa Jawa (Dok istimewa SCF)

Owa Jawa (Dok istimewa SCF)

Karawang, Lintaskarawang.com – Untuk melengkapi kajian keanekaragaman hayati di Pegunungan Sanggabuana, SCF (Sanggabuana Conservation Foundation) terus melakukan pendataan satwa prioritas di kawasan hutan dataran tinggi Karawang. SCF baru-baru ini mencatat kepadatan dan populasi Owa Jawa di tiga blok hutan di Pegunungan Sanggabuana.

Owa Jawa (Hylobates moloch), bersama dengan macan tutul jawa (Panthera pardus melas) dan elang jawa (Nisaetus bartelsi), adalah tiga satwa prioritas di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Primata kelabu tanpa ekor ini termasuk satwa endemik Jawa yang terancam punah, dengan status “Endangered” (EN) menurut IUCN Red List, serta masuk dalam kategori Appendiks I CITES.

Pada Maret hingga Juni 2024, tim SCF bersama Baraya Sanggabuana melakukan survei populasi dan kepadatan Owa Jawa di tiga blok hutan tersebut. Dengan dukungan Yayasan Swaraowa, mereka berhasil mendata 13 kelompok Owa Jawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pendugaan dari 13 kelompok yang diidentifikasi menunjukkan ada 41 individu,” ujar Deby Sugiri, Plt Direktur Eksekutif SCF. Deby menjelaskan bahwa metode yang digunakan adalah triangulasi atau vocal count, yang umum digunakan dalam survei primata. Data ini akan digunakan untuk menyusun program pelestarian dan perlindungan Owa Jawa di kawasan tersebut.

Baca Juga:  MIRIS, DITENGAH PROSES SANGGABUANA JADI KAWASAN KONSERVASI RATUSAN POHON DI SANGGABUANA DIBABAT JADI KEBUN KOPI
Owa Jawa (Dok istimewa SCF)
Owa Jawa (Dok istimewa SCF)

“Kami akan melanjutkan pendataan ini secara lebih rinci, termasuk mendata populasi kelompok, densitas, individu, preferensi pakan, penggunaan ruang, dan kelompok umur Owa Jawa di seluruh kawasan Pegunungan Sanggabuana. Harapannya, data yang lebih komprehensif dapat diperoleh,” jelas Deby.

Selain Owa Jawa, kawasan Pegunungan Sanggabuana juga menjadi habitat bagi primata lain, seperti Lutung Jawa, Surili, Kukang Jawa, dan Monyet Ekor Panjang. Dalam pendataan sebelumnya, ditemukan 339 jenis satwa liar di kawasan ini, di mana 51 di antaranya dilindungi berdasarkan Permen 106/2018.

Arif Setiawan, CEO/Co-Founder Yayasan Swaraowa, menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan metode survei primata tahun lalu. “Kami ingin membangun jejaring pegiat konservasi Owa di Indonesia untuk saling membantu melestarikan jenis-jenis Owa. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting untuk mengumpulkan data ilmiah tentang Owa Jawa di Gunung Sanggabuana, yang dapat menjadi panduan strategi konservasi berikutnya. Selamat untuk teman-teman Sanggabuana, semoga ini juga menginspirasi orang lain untuk berkontribusi melestarikan Owa Jawa, yang menjadi kebanggaan warga Karawang dan sekitarnya,” tutur Arif Setiawan yang akrab disapa Wawan. (Red)

Berita Terkait

KIM Disorot Tajam: Tiga Hari Ditunggu! Forum Kutatandingan Desak KIM Klarifikasi Soal Ormas/LSM
Temuan Pertama Oriental Honey-Buzzard Berbiak di Pegunungan Sanggabuana, Jadi Indikator Penting Kawasan Konservasi
BPD Kutaampel Laporkan Kades ke Polisi, Pengelolaan Anggaran Desa 2025 Dipersoalkan
Hari Tani Nasional, PPTK dan SETAKAR Desak Pemblokiran SHGB Perusahaan di Kawasan Hutan KIIC
Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Berita ini 8 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:45

DPRD Karawang Terima Aspirasi Pedagang Pasar Telagasari, Revitalisasi Diminta Ditunda

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:25

Konsolidasi 234 SC Jabar di Karawang, Bahas Penguatan Kader dan Persiapan Konvencab

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:14

Berat Badan Capai 160 Kg, Rivaldy Terbaring Tak Berdaya, Pemkab Karawang Turun Tangan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:06

Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Salat Istisqa dan Perkuat Penanganan Krisis Air

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:50

Bukan Sekadar Simbol Sejarah, Paguyuban Tugu Kebulatan Tekad Buktikan Perawatan Nyata Sejak 2019

Rabu, 30 September 2026 - 12:57

Gebyar Paten Kutawaluya Hadirkan Layanan Publik dan Bantuan Sosial bagi Warga

Rabu, 30 September 2026 - 05:50

Dua Bakal Calon Kades Sampalan Lolos Pemeriksaan Administrasi, Ahmad Basuni dan Jaenudin Siap Ikuti Tahapan Selanjutnya

Selasa, 29 September 2026 - 06:32

Ata Saju Bawa Visi “Sabajaya Maju, Aman dan Bermartabat”, Siap Bertarung di Pilkades 2026–2034

Berita Terbaru