Kualitas Infrastruktur Memburuk: Pekerjaan Jalan di Desa Payungsari Tak Memuaskan

Saat investigasi di lokasi jalan lingkungan Desa Payungsari

Saat investigasi di lokasi jalan lingkungan Desa Payungsari

Karawang, Lintaskarawang.com – Tim Investigasi LK, Kang Unay, baru saja menyelesaikan penyelidikan terkait proyek pekerjaan jalan lingkungan di Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, kabupaten Karawang, tepatnya di Dusun 1 RT 002 RW 003, yang bersumber dari Dana Desa tahap 1. Sayangnya, hasilnya mengecewakan karena pekerjaan tidak sesuai standar.

Sebuah pernyataan dari tim investigasi mengungkapkan, “Kita disini sedang melihat-lihat lokasi bekas dibangunnya pekerjaan jalan lingkungan yang digelar pada tanggal 25 Maret. Namun, hasil pekerjaannya kurang memuaskan, terlihat dari tindakan perbaikan yang dilakukan pada tanggal 4 April dengan cor beton ulang atau melakukan penambalan. Meskipun demikian, kualitas pekerjaan tetap saja tidak memuaskan.”

Berdasarkan survei yang dilakukan, kualitas pekerjaan tersebut jauh dari harapan, dengan kondisi yang tidak teratur dan berantakan. Pernyataan dari tim investigasi menegaskan bahwa meskipun ada upaya perbaikan, kualitas pekerjaan tetap tidak memuaskan.

Selain itu, fisik bangunan juga dinilai rapuh dan berdebu, dengan banyak retakan kecil di permukaannya. Bahkan, di sepanjang pinggiran cor beton, terdapat lubang-lubang seperti rumah tikus yang menambah buruknya kesan hasil pekerjaan tersebut.

Tim Investigasi, Kang Unay mengajak semua pihak terkait untuk serius memperhatikan masalah ini, menegaskan bahwa kualitas infrastruktur harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek pembangunan.

Selain masalah kualitas, pengukuran yang dilakukan menunjukkan ketidaksesuaian antara ketinggian coran beton yang tercantum dalam papan informasi dengan kenyataan lapangan.

“Dari beberapa sampel titik, ternyata ada yang menunjukkan tinggi 6 cm. Yang lebih aneh, meskipun sampel diambil dari titik yang telah ditinggikan atau ada tambahan coran beton, tetap saja kurang dari 12 cm, hanya mencapai 8 cm,”ungkap Kang Unay Kamis (18/4/2024).

Sebagai respons, pihak terkait diharapkan melakukan evaluasi mendalam terhadap proses pelaksanaan proyek dan memperbaiki kekurangan yang telah diidentifikasi.

Tim Investigasi, Kang Unay juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek pembangunan, serta keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait proses dan hasil dari setiap proyek yang dilaksanakan. Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan infrastruktur yang lebih berkualitas dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dilarang menyalin konten halaman lintaskarawang.com