Arti Penting Peristiwa Rengasdengklok Menjadi Momen Artikulasi Dari Kalangan Tokoh Pergerakan Terutama Kaum Muda

- Penulis

Rabu, 9 Agustus 2023 - 01:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintaskarawang.com
Lintaskarawang.com

Karawang, Lintaskarawang.com–Sejarawan menilai kata penculikan yang terjadi dalam peristiwa Rengasdengklok tidak mempunyai makna negatif

Airlangga Pribadi, Sejarawan menyampaikan peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945 menjadi bentuk artikulasi dari tokoh pergerakan kaum muda yang mempunyai keinginan untuk Indonesia segera merdeka.

Ia menambahkan keinginan ini sama dengan pemikiran dari Soekarno dan Muhammad Hatta. Meski begitu terdapat perbedaan yang terletak di teknis. Ia menjelaskan Soekarno dan Muhammad Hatta mempunyai keinginan agar kemerdekaan terdapat legalitas yang kuat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjelaskan arti penting Peristiwa Rengasdengklok menjadi momen artikulasi dari kalangan tokoh pergerakan terutama kaum muda memiliki tujuan untuk segera memerdekakan Indonesia, sementara di sisi yang lain Bung Karno dan Bung Hatta mempunyai pandangan yang sama tetapi perbedaan tentang teknis. Kalau menurut bung Karno dan bung Hatta harus melibatkan PPKI yang sebelumnya sudah dibentuk supaya Kemerdekaan Indonesia ada legalitasnya,” ujarnya Selasa (08/08/23)

Ia mengungkapkan peristiwa penculikan yang terjadi pada masa itu sebagai bentuk untuk melindungi, mengamankan dan mengajak Soekarno serta Muhammad Hatta. Hal ini agar proses kemerdekaan berjalan secara lancar dan baik. Ia mengaku peristiwa tersebut juga sebagai tempat untuk melibatkan kekuatan pemuda.

Baca Juga:  SEEKOR ANAK JULANG EMAS DILINDUNGI DISELAMATKAN WARGA DI SANGGABUANA

“Arti penting dari peristiwa ini sebetulnya cara pelibatan kekuatan pemuda sebagai kekuatan yang siginifikan dalam kemerdekaan. Dilihat dari historysitas sejarah memang sebagai bentuk penculikan, tetapi pada masa itu bukan sebagai makna yang negatif. Sebagai mengajak dan melindungi serta mengamankan Bung Karno dan Bung Hatta sehingga proses kemerdekaan Indonesia berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia menyetujui adanya kata diksi penculikan dalam peristiwa pada saat itu. Ia mengutarakan, kata ini tidak mempunyai arti yang negatif. Ia pun menerangkan setelah peristiwa itu terjadi, kaum muda masih tetap menghargai serta menghormati Soekarno dan Muhammad Hatta.

“Melihat konteks sejarah memang sebetulnya terjadi proses penculikan tetapi tidak ada pemaksaan, karena kita melihat sejarahnya mereka kemudian menghormati Bung Karno dan Bung Hatta lalu adanya penyambutan. Bukan pada penculikan dalam konteks pergerakan politik tapi tidak dalam konteks konotasi tidak seperti jaman Soeharto adanya penghilangan paksa,” pungkasnya.

(Suci Nurussiam)

Berita Terkait

Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Satpol PP Karawang Dinilai Melehoy, Alfamart Kalijaya Tetap Beroperasi Meski Izin Dipersoalkan
Pasca RDP DPRD Karawang, Alfamart Kalijaya Masih Beroperasi, Warga Desak Penegakan Perda
BM PAN Karawang: Pemkab Harus Tutup Permanen TNM dan Perkuat Edukasi Generasi Muda
Karang Taruna Karawang Barat Ancam Gelar Aksi Lebih Besar, Soroti Izin PBG hingga AMDAL yang Belum Lengkap
Polisi Tangkap Lima Pemuda Terkait Dugaan Pelanggaran Kesusilaan di THM Karawang
DPRD Karawang Soroti Kejanggalan Izin Alfamart Kalijaya, Warga Pertanyakan Legalitas Operasional
Sikapi Video Viral di Theatre night mart, Gajah Muda Nusantara Karawang Ajak Semua Pihak Jaga Kehormatan Daerah
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12

Reses II DPRD Jabar, Pipik Taufik Ismail Berkomitmen Perjuangkan Aspirasi Warga Tirtamulya

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:45

Bupati Aep: Tahun Baru Islam Momentum Mempererat Persatuan dan Kepedulian Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:09

Pentas Seni Pelepasan Siswa Kelas 9 dan Kenaikan Kelas SMPN 2 Cibuaya Berlangsung Meriah

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:57

Grand Opening RM Dewasena, Hadirkan Cita Rasa Khas Sunda di Karawang

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:45

Ketua Karang Taruna Jomin Barat Tegaskan Dukung Investasi, Bantah Tuduhan Monopoli di PT CSI

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:04

Perpisahan Siswa SDN Gempol Karya II Disambut Antusias, Orang Tua Kompak Dukung Momen Pelepasan Penuh Makna

Senin, 8 Juni 2026 - 11:59

Serap Aspirasi Warga Pasu Talaga, Pipik Taufik ismail Pastikan Program Pemerintah Tepat Sasaran

Senin, 8 Juni 2026 - 07:03

Viral Video Dugaan Aktivitas LGBT di Tempat Hiburan Malam Karawang Tuai Sorotan, Sekjen GMPI Minta Ada Langkah Pencegahan

Berita Terbaru