Karawang | Lintaskarawang.com – Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Mekarpohaci III di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, menjadi perhatian setelah muncul dugaan penggunaan material kayu yang dinilai tidak memenuhi spesifikasi teknis pekerjaan. Dugaan tersebut mencuat dari hasil pengamatan di lokasi proyek yang saat ini masih berlangsung, Kamis (23/07/2026).
Di lapangan, sejumlah kayu balok yang digunakan pada konstruksi bangunan terlihat tidak lurus atau mengalami lengkungan. Material tersebut diduga dipasang pada bagian struktur atap, sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas hasil pekerjaan apabila tidak segera dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
Dalam pelaksanaan proyek konstruksi yang dibiayai pemerintah, setiap material seharusnya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam dokumen kontrak. Standar tersebut diterapkan untuk menjamin mutu bangunan sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna fasilitas, khususnya lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah warga berharap Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung. Pemeriksaan lapangan dinilai penting guna memastikan seluruh material yang digunakan benar-benar sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.
Selain meminta evaluasi terhadap material, masyarakat juga mendorong agar Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) bersama konsultan pengawas meningkatkan pengawasan selama proses pembangunan berlangsung. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, pihak pelaksana diharapkan segera melakukan perbaikan atau penggantian material agar kualitas bangunan tetap terjaga.
Proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Mekarpohaci III diketahui menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026. Karena menggunakan dana publik, masyarakat berharap pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara profesional, transparan, dan mengutamakan kualitas sehingga hasil pembangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Disdikpora Kabupaten Karawang terkait dugaan tersebut.
Penulis : Apih













Tinggalkan Balasan