Petani dan DPRD Bersihkan Irigasi di Depan Kantor Kecamatan, Aparatur Rawamerta Jadi Sorotan

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Di saat puluhan petani berjibaku mengangkat sampah dan membersihkan eceng gondok demi menyelamatkan pasokan air untuk lebih dari 1.000 hektare sawah, pemandangan berbeda justru terlihat di Kantor Kecamatan Rawamerta. Kegiatan gotong royong yang berlangsung tepat di depan kantor pemerintahan tersebut tidak tampak mendapat keterlibatan aparatur kecamatan, sehingga memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Kegiatan pembersihan saluran irigasi tersier di depan Kantor Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Kamis (25/06/2026), dipimpin langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Karawang H. Karsim bersama Kepala Desa Pasirawi Ahmad Sobari, petugas pengairan, dan para petani dari sejumlah desa penerima manfaat irigasi.

Aksi tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan petani terkait distribusi air yang terganggu akibat pendangkalan saluran, tumpukan sampah, serta eceng gondok yang menyumbat aliran air menuju areal persawahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saluran irigasi tersebut merupakan jalur vital yang mengairi lahan pertanian di empat desa, yakni Pasirawi, Pasirkaliki, Sukamerta, dan Panyingkiran, dengan total luas lebih dari 1.000 hektare sawah.

Dalam kegiatan tersebut, ditemukan sejumlah titik pendangkalan yang cukup parah. Bahkan, tepat di depan Kantor Kecamatan Rawamerta, tumpukan sampah dan eceng gondok terlihat memenuhi sebagian badan saluran hingga memperlambat aliran air ke lahan pertanian.

Ketua Kelompok Tani setempat, Gunawan, mengatakan kondisi tersebut sudah lama dikeluhkan petani karena berdampak langsung terhadap kebutuhan air sawah.

“Kami menemukan banyak titik yang mengalami pendangkalan dan penyumbatan. Di depan Kecamatan Rawamerta sendiri terdapat tumpukan sampah dan eceng gondok yang menghambat jalannya air ke sawah petani,” ujarnya.

Menurut Gunawan, hasil temuan di lapangan akan disampaikan kepada DPRD Kabupaten Karawang agar dapat ditindaklanjuti melalui program normalisasi saluran maupun perbaikan infrastruktur irigasi.

Baca Juga:  Arnold Silalahi Daftarkan Diri Sebagai Calon Ketua KONI Kabupaten Karawang untuk Periode 2025 - 2029

Kepala Desa Pasirawi, Ahmad Sobari, menegaskan bahwa wilayahnya merupakan daerah hilir yang paling rentan terdampak ketika aliran air terganggu.

“Pasirawi berada di ujung penerima aliran air. Ketika saluran tersumbat atau dangkal, petani kami yang paling merasakan dampaknya. Karena itu kami berharap ada langkah nyata setelah kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karawang H. Karsim menilai persoalan irigasi tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut ketahanan pangan dan nasib ribuan petani.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Jangan bicara peningkatan produksi jika saluran air masih dipenuhi sampah dan mengalami pendangkalan. Persoalan seperti ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Namun di balik semangat gotong royong tersebut, perhatian masyarakat justru tertuju pada minimnya keterlibatan aparatur Kecamatan Rawamerta. Padahal lokasi pembersihan berada persis di depan kantor kecamatan dan berlangsung selama beberapa jam.

Sejumlah petani yang berada di lokasi mempertanyakan mengapa tidak terlihat adanya partisipasi dari pihak kecamatan dalam kegiatan yang menyangkut kepentingan ribuan hektare lahan pertanian tersebut. Kondisi itu memunculkan kesan bahwa persoalan irigasi lebih banyak ditangani petani, pemerintah desa, dan DPRD dibanding unsur pemerintahan yang berada paling dekat dengan lokasi.

Kegiatan gotong royong tersebut menjadi alarm keras bahwa persoalan irigasi di Rawamerta tidak hanya membutuhkan aksi bersih-bersih sesaat, tetapi juga perhatian serius seluruh pemangku kepentingan. Sebab, jika pendangkalan dan tumpukan sampah terus dibiarkan, yang terancam bukan hanya kelancaran aliran air, melainkan juga keberlangsungan produksi pangan dan kesejahteraan ribuan petani di wilayah tersebut.***

Berita Terkait

Pasokan Listrik Jawa Barat Kembali Normal, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Telah Pulih
Pungutan Pelepasan dan Pendaftaran SMP di SDN Karyasari 1 Disorot, Wali Murid Pertanyakan Dasar Penarikan Biaya
PLN UP3 Karawang Terima Audiensi FMKN, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kelistrikan
GMPI Soroti Dugaan Kasus Oknum Kadis Karawang, Bunda Ani: Jangan Ada Pejabat Berlindung di Balik Jabatan
LBH Soroti Dugaan Pelanggaran Aset Negara di SDN Ciranggon I, Dinas dan APH Didesak Bertindak
Wakil Ketua DPRD Karawang Lepas Tim Pelajar Nasional U-11 dan U-14 Berlaga di Turnamen Internasional
Diduga Bongkar Aset Sebelum Izin Penghapusan, Revitalisasi SDN Ciranggon I Karawang Menuai Sorotan
Satpol PP Karawang Dinilai Melehoy, Alfamart Kalijaya Tetap Beroperasi Meski Izin Dipersoalkan
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:29

DPRD Karawang Finalisasi Raperda Tantribun, Perkuat Aturan Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 16:21

Perluas Struktur Organisasi, DPC PSN Karawang Serahkan SK DPAC Kecamatan Klari

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:34

Komitmen PRIMA di Tengah Renovasi, Kejari Karawang Pastikan Layanan Hukum Tetap Optimal

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:57

Bupati Karawang Sidak Tempat Hiburan Malam, Temukan Sejumlah Pelanggaran Perizinan

Rabu, 10 Juni 2026 - 06:27

Pemkab Karawang Raih Opini WTP BPK 11 Kali Berturut-turut

Jumat, 29 Mei 2026 - 07:00

Kembalikan Pengelolaan Pasar Cikampek 1 ke Pemkab, Tolak BOT Pengelolaan Pasar oleh Perusahaan Swasta

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:55

Iduladha 2026, Pemkab Karawang Distribusikan 25 Sapi dan Kurban Presiden Prabowo

Sabtu, 23 Mei 2026 - 05:52

Bayar PBB-P2 Kini Lebih Mudah, Warga Karawang Tak Perlu Antre Lagi

Berita Terbaru