Turap Rusak, Eceng Gondok Menumpuk, Air Melimpah Tak Sampai ke Sawah: H. Karsim Soroti Amburadulnya Irigasi Rengasdengklok

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 14:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG | Lintaskarawang.com – Di tengah melimpahnya pasokan air yang seharusnya menjadi berkah bagi para petani, ironi justru terjadi di Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Hamparan sawah yang seharusnya mulai ditanami kini terancam terbengkalai. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan air, melainkan buruknya tata kelola irigasi serta kerusakan turap di sepanjang area persawahan yang menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Selain itu, serangan hama tikus yang semakin masif turut memperparah keadaan dan menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian milik warga.

Fakta mengejutkan itu diungkap Anggota DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi PDI Perjuangan Karawang, H. Karsim, saat meninjau langsung sejumlah titik saluran irigasi yang dikeluhkan petani, Senin (08/06/2026).

Menurut H. Karsim, persoalan yang terjadi bukan terletak pada minimnya debit air. Justru sebaliknya, air tersedia dalam jumlah cukup. Namun, kondisi jaringan irigasi yang belum tertata, saluran yang belum rampung, hingga tidak tersedianya pintu air di sejumlah lokasi menyebabkan distribusi air menjadi tidak terkendali.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini sangat ironis. Air ada, bahkan cukup melimpah. Tetapi petani tetap kesulitan mendapatkan air untuk mengolah sawah mereka. Artinya yang bermasalah bukan airnya, melainkan pengelolaannya,” tegas H. Karsim

Keluhan para petani bermula dari sulitnya memperoleh pasokan air untuk mengolah lahan menjelang masa tanam. Di beberapa titik, sawah mengalami kekeringan karena tidak mendapatkan aliran air. Sementara di lokası lain, air justru mengalir tanpa pengaturan yang jelas hingga terbuang percuma.

Kondisi tersebut, menurut H. Karsim, menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan dan pengelolaan infrastruktur irigasi belum berjalan maksimal. Padahal, sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia, Karawang sangat bergantung pada sistem pengairan yang baik untuk menjaga produktivitas pertanian.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa keterlambatan masa tanam akibat persoalan irigası dapat memunculkan dampak yang jauh lebih besar Salah satunya adalah ancaman serangan hama dan penyakit tanaman akibat pola tanam yang tidak serempak.

Baca Juga:  Anggota DPRD Karawang H. Karsim Bangun Kanopi Musholah Nurulsalam dengan Dana Pribadi

Ketika sebagian petani sudah menanam sementara lainnya masih menunggu air, siklus organisme pengganggu tanaman akan terus berlangsung tanpa putus. Situasi ini berpotensi menurunkan hasil panen dan meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung petani.

“Kalau masa tanam tidak serempak, hama akan terus berkembang. Ini bukan hanya merugikan petani, tetapi juga dapat mengganggu ketahanan pangan yang selama ini menjadi program prioritas pemerintah,” ujarnya.

Selain masalah distribusi air, H. Karsim juga menyoroti keberadaan eceng gondok yang semakin menumpuk di sejumlah saluran irigası. Tumbuhan liar tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penghambat kelancaran aliran air menuju ares persawahan.

la menilai penanganan eceng gondok tidak bisa hanya dibebankan kepada petani yang memiliki keterbatasan alat dan tenaga. Pemerintah dan instansi terkait harus turun tangan agar persoalan tersebut tidak terus berulang setiap musim tanam.

“Cobalah jangan sampai hal ini terus berulang-ulang. Petani hanya memiliki peralatan seadanya. Bagaimana mereka bisa membersihkan eceng gondok sebanyak itu tanpa bantuan yang memadai?” kata H. Karsim dengan nada tegas.

Karena itu, ia mendesak Dinas Pertanian dan instansi teknis terkait untuk segera melakukan langkah konkret, mulai dari pembangunan pintu air, penyelesaian jaringan irigasi yang belum tuntas, hingga normalisasi saluran yang dipenuhi eceng gondok.

Bagi H. Karsim, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis pengairan. Di balik tersendatnya aliran air terdapat nasib ribuan petani yang menggantungkan hidup pada hasil panen mereka. Jika tidak segera ditangani, ancaman gagal tanam bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan bisa menjadi kenyataan yang merugikan sektor pertanian Karawang secara luas.

“Petani tidak meminta yang muluk-muluk. Mereka hanya ingin air sampai ke sawah dengan baik agar bisa menanam tepat waktu dan memperoleh hasil panen yang maksimal,”pungkasnya.

Penulis: Wahid

Berita Terkait

Video Pesta Pasangan Sesama Jenis Viral, Ini Tanggapan dan Langkah Satpol PP Karawang
Gerai Alfamart Kalijaya Dipertanyakan, Aktivis Soroti Pentingnya Verifikasi Lapangan Sebelum Izin Terbit
Gerai Alfamart Kalijaya Dipertanyakan, Jangan Sampai Regulasi Hanya Tajam ke Bawah dan Tumpul ke Atas
GWN Desak Usut Tuntas Kematian Massal Ikan di Saluran Irigasi Johar
Keadilan yang Tertunda, Pelapor Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Kedungwaringin
Aliansi LBH Karawang Bawa Kasus Grand Swarna dan Kartika Residence ke Senayan
Ketua Forum Aktivis Karawang Mr. Kim: Rakyat Bersatu Tolak Oligarki Masuk Kampung
Komisi III DPRD Karawang Tindaklanjuti Aduan Dugaan Pencemaran Lingkungan dan Perekrutan Tenaga Kerja PT Chang Shin
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:30

Keren, Mukab Kadin Kabupaten Bekasi Dibuka Sekda dan ditutup Plt Bupati Bekasi, dr Asep Surya Atmaja

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:46

Wawasan Nusantara Jadi Sorotan, Ketum Karang Taruna Karawang Ajak Pemuda Tetap Jaga Identitas Bangsa di Era Global

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:34

Dua Kali Dilaporkan, Kabel Semrawut di Warudoyong Utara Belum Ditangani, Warga Khawatir Terjadi Musibah

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:15

Karawang Darurat HIV? 188 Kasus Baru Muncul dalam Tiga Bulan, Remaja Mulai Terpapar

Senin, 20 April 2026 - 08:19

Karawang Disiapkan Jadi Pilot Project Biosaka, Targetkan Pertanian Modern Tanpa Konflik Sosial

Rabu, 8 April 2026 - 02:56

Pererat Sinergi, Lurah Palumbonsari Kunjungi Redaksi Lintaskarawang.com

Kamis, 2 April 2026 - 04:35

MBG Program Baik, Namun Jangan Dijadikan Ajang Bisnis Proyek

Senin, 30 Maret 2026 - 08:23

Suami Diduga Habisi Nyawa Istri di Karawang, Sempat Coba Bunuh Diri

Berita Terbaru