Dugaan Kekerasan Fisik Terhadap Anak di Kutawaluya, Polisi Terima Laporan Warga

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Kepolisian Resor Karawang menerima laporan dugaan tindak pidana kekerasan fisik terhadap anak yang berujung kematian. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/B/966/VIII/2025/SPKT/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT tertanggal 12 Agustus 2025.

Pelapor bernama Karma (39), buruh harian lepas asal Krajan III, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Dalam laporannya, Karma mengungkapkan peristiwa tragis yang menimpa anaknya pada Kamis, 7 Agustus 2025, sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya.

Berdasarkan keterangan pelapor, saat kejadian ia tengah bekerja mencari ikan di laut. Ia kemudian mendapat kabar dari seorang saksi bahwa anaknya telah meninggal dunia dan berada di Rumah Sakit Hastien. Karma segera menuju rumah sakit dan menemukan korban sudah tidak bernyawa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban lalu dibawa pulang untuk dimandikan. Namun, saat proses tersebut, pelapor melihat adanya memar pada ulu hati dan dada sebelah kiri, serta darah keluar dari mulut dan hidung korban. Temuan ini menimbulkan dugaan kuat telah terjadi kekerasan fisik terhadap anaknya.

Baca Juga:  MK Kabulkan Uji Materi UU Pers, Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana Atas Karya Jurnalistik

Atas dasar itu, Karma melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Karawang. Laporan ini mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 sebagai perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014.

Dalam dokumen resmi, pihak kepolisian mencatat terlapor masih dalam proses penyelidikan (dalam lidik). Penanganan perkara berada di bawah Unit SPKT Polres Karawang, dengan KANIT II KA SPKT Ipda Nunu Anuramman, S.H. sebagai petugas yang menangani laporan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan kasus ini untuk mengakses website resmi SP2HP Bareskrim Polri di https://sp2hp.bareskrim.polri.go.id/.

Kasus ini menambah keprihatinan terhadap maraknya kekerasan terhadap anak di daerah. Aparat menegaskan akan memproses laporan tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku. (LK)

 

 

Berita Terkait

Kasus Suap Ijon Bekasi, Ade Kuswara Bantah Nama Ono Surono Terkait Aliran Dana
Viral! Mobil Ngamuk di Tuparev, Polres Karawang Amankan Pelaku
Remaja Putri di Karawang Diduga Dikeroyok Tiga Rekan Sebaya, Polisi Lakukan Penyelidikan
Sawah 9 Hektare Raib dari Penguasaan Pemilik, Dugaan Penggelapan Dilaporkan ke Polres Karawang
Anggota DPRD Jabar Pipik Taufik Ismail Kecam Perburuan Liar di Hutan Sanggabuana, Desak Penegakan Hukum Tegas
MK Kabulkan Uji Materi UU Pers, Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana Atas Karya Jurnalistik
Ujang Suhana Minta Oknum Penyalahguna Izin THM Holywings Diproses Hukum
Diduga Pungli Berkedok Raport, SDN Sampalan 1 Disorot Langgar Juknis BOS
Berita ini 390 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 07:37

Bapenda Karawang Luncurkan SIPAKAR, Layanan Pajak Daerah Kini Terintegrasi Digital

Selasa, 14 April 2026 - 05:38

Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK

Senin, 13 April 2026 - 19:19

Cuma Modal KTP! Warga Karawang Kini Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS

Minggu, 12 April 2026 - 07:36

KRL Tembus Karawang, Cikampek Disiapkan Jadi Depo Utama

Sabtu, 11 April 2026 - 05:34

Turun ke Desa, Pipik Taufik Ismail Tampung Keluhan Warga soal PJU, Rutilahu, dan Drainase

Jumat, 10 April 2026 - 07:55

Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono

Kamis, 9 April 2026 - 18:55

LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Rabu, 8 April 2026 - 12:57

Prabowo Kumpulkan Kabinet, Putuskan Harga Haji Turun dan IUP di Kawasan Hutan Dievaluasi

Berita Terbaru