Karawang, Lintaskarawang.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, praktisi hukum Ujang Suhana, SH, menegaskan bahwa kemerdekaan sejati bukanlah untuk dinikmati oleh segelintir oknum pejabat, baik eksekutif maupun legislatif, yang memanfaatkan jabatan untuk memperkaya diri melalui korupsi. Menurutnya, kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat dan harus diwujudkan dalam bentuk kesejahteraan yang merata.
“Negara Indonesia merdeka sebagai negara kaya raya, tapi rakyatnya miskin karena kekayaan alamnya dikorupsi oleh para pejabatnya. Kemerdekaan bukan hanya tentang merdeka dari penjajahan, tapi juga merdeka dari korupsi yang menggerogoti kekayaan alam kita,” tegas Ujang, Senin (11/8).
Ujang mengkritisi keras kebijakan oknum pejabat yang memanfaatkan momentum kemerdekaan untuk memperkaya diri. Ia menyebut, peringatan HUT RI seharusnya menjadi momen rasa syukur atas kekayaan alam yang dimiliki bangsa, bukan ajang korupsi yang justru menguras harta negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemerdekaan sejati adalah ketika kekayaan alam digunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir orang,” ujarnya.
Dalam pandangannya, kemerdekaan di usia 80 tahun ini harus dimaknai lebih luas. Tidak hanya kemerdekaan politik, tetapi juga kemerdekaan dari kemiskinan, ketakutan, dan penindasan. Kemerdekaan juga berarti kesempatan bagi seluruh rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik, ekonomi, dan sosial tanpa diskriminasi.
Ujang juga menyoroti masih maraknya praktik korupsi di kalangan pejabat dan anggota DPR RI. Ia menilai, meskipun telah ada upaya pemberantasan korupsi melalui lembaga seperti KPK, langkah yang dilakukan masih jauh dari kata maksimal. “Pejabat dan DPR RI harus bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel dalam mengelola kekayaan negara. Pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa tema HUT RI ke-80, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju, hanya akan menjadi slogan kosong jika tidak diiringi dengan tindakan nyata memberantas korupsi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memastikan kesejahteraan rakyat. “Sumber daya alam kita melimpah. Kalau dikelola dengan benar, rakyat pasti makmur,” tambahnya.
Ujang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kemerdekaan ini sebagai momentum refleksi dan perbaikan. “Merdeka bukan hanya tentang tanggal, tapi tentang kemakmuran dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan sejati adalah ketika rakyat tidak lagi menderita akibat korupsi dan penindasan,” ujarnya.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa integritas dan transparansi dalam pemerintahan adalah syarat mutlak untuk mencapai hakikat kemerdekaan yang sebenarnya. “Kita harus bersama-sama memastikan kekayaan alam kita digunakan untuk rakyat, bukan untuk memperkaya segelintir orang. Itulah arti kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkas Ujang. (LK)












