Sagunung Samaung Identifikasi Flora dan Fauna Langka di Pegunungan Canggah Jawa Barat

- Penulis

Kamis, 7 Maret 2024 - 02:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Sejumlah flora-fauna langka di Pegunungan Canggah, termasuk Gunung Bukit Tunggul, Gunung Canggah, Gunung Jambu, dan Gunung Kadaka, baru-baru ini berhasil diidentifikasi oleh tim Sagunung Samaung. Pegunungan Canggah, yang terletak di Jawa Barat dan meliputi tiga Kabupaten, yaitu Subang, Bandung, dan Sumedang, menjadi tempat penelitian yang menarik bagi para ahli.

Salah satu flora langka yang berhasil teridentifikasi adalah tanaman pemakan serangga, kantong semar jenis Nepenthes gymnamphora. Sementara itu, fauna langka yang berhasil terdata antara lain Owa Jawa, Lutung Jawa, Surili, dan Elang Ular. Selain itu, jejak-jejak cakaran tanah dan pohon, serta fases karnivora besar, juga berhasil ditemukan di kawasan hutan Pegunungan Canggah.

Tanaman Kantong Semar, Nepenthes gymnamphora
Tanaman Kantong Semar, Nepenthes gymnamphora

Menurut Iis Rochati, Ketua Yayasan Sagunung Samaung, tim berhasil mendata flora-fauna langka ini selama seminggu pada awal Maret 2024. “Survey ini kami lakukan bersama anak-anak Sagunung Samaung dalam rangka pra ekspedisi untuk mendata biodiversitas kawasan Pegunungan Canggah,” ungkapnya.

Pendataan tersebut bertujuan untuk mendata keanekaragaman hayati terutama flora-fauna langka dilindungi di kawasan tersebut, serta untuk mendata mata air dan mitigasi bencana. Rencananya, pendataan akan dilakukan selama kurang lebih dua bulan, dengan pelaksanaan setelah lebaran tahun ini.

Dalam pendataan tersebut, Ceu Iis dibantu oleh tim Sanggabuana Wildlife Ranger dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF), serta beberapa peneliti dan ahli dari beberapa lembaga dan universitas. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan pengelolaan kawasan Pegunungan Canggah di masa depan, termasuk potensi perubahan fungsi kawasan hutan untuk tujuan penyelamatan. (Red)

Berita Terkait

63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas
BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang
DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026
BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri
Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.
Berita ini 16 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 06:26

Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:56

MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:22

Karawang Job Fair 2026 Dibuka, Tersedia Formasi Khusus Penyandang Disabilitas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:35

BPD Tirtasari Memanas! Jumlah Pemilih Mendadak Berlipat, Proses Pemilihan Dituntut Diulang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:58

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna, Bahas KUA-PPAS 2027 dan Propemperda 2026

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:52

BUMDes Mandiri Sejahtera Parungmulya Dorong Masyarakat Jadi Mitra Strategis Kawasan Industri

Senin, 24 Agustus 2026 - 04:23

Dugaan Intimidasi Jelang Pilkades Sumber Urip, Warga Mengaku Dimaki dan Diancam Putus Listrik.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:47

Diduga Minta Uang, Pekerjaan Pemagaran di Sindangmulya Dihentikan Kades, Warga Desak PRKP Turun Tangan

Berita Terbaru