Karawang | Lintaskarawang.com – Warga Dusun Bojong Tugu Dua, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, melakukan gorol atau kerja bakti membuat saluran pembuangan air rembesan dari Sungai Citarum, Selasa (20/01/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor tanggul yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga.
Air rembesan dari Sungai Citarum yang selama ini mengendap tanpa saluran pembuangan dinilai berbahaya karena dapat melemahkan struktur tanah tanggul. Kondisi tersebut membuat warga resah, terutama saat debit air sungai meningkat.
Melalui kerja bakti ini, warga bersama tokoh masyarakat dan pemuda berupaya membuat serta membersihkan saluran pembuangan agar air rembesan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang di sekitar permukiman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dusun Bojong Tugu Dua, Ahmad Sobari, menjelaskan bahwa selama ini air rembesan Citarum memang sudah dialirkan melalui saluran, namun kondisinya mampet dan menyempit akibat endapan lumpur.
“Saluran pembuangan air rembesan ini ternyata sudah tidak berfungsi maksimal karena mampet dan mengecil. Dari hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat dan pemuda, kami sepakat melakukan kerja bakti untuk membuat saluran baru sekaligus mengeruk lumpur di saluran lama,” ujar Ahmad Sobari.
Ia menambahkan, warga Dusun Bojong Tugu Dua sebenarnya sangat membutuhkan saluran pembuangan air yang layak agar aliran air dapat berjalan normal dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
“Kami sangat butuh perhatian pemerintah untuk membangun saluran U-Ditch di dusun ini. Konon katanya sudah beberapa kali diajukan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkapnya.
Akibat belum adanya pembangunan saluran permanen, warga merasa khawatir dan resah karena air rembesan dari Sungai Citarum dikhawatirkan akan semakin banyak mengalir dan berpotensi memicu longsor tanggul.
Sementara itu, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Hj. Asih Mintarsih, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang ada di wilayahnya, termasuk masalah rembesan air Citarum.
“Insya Allah akan kami bereskan setiap persoalan yang ada, baik terkait air rembesan Sungai Citarum maupun persoalan lain seperti rumah tidak layak huni yang memang perlu monitoring,” kata Hj. Asih Mintarsih.
Kerja bakti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kesadaran warga terhadap lingkungan serta keselamatan bersama. Warga berharap, upaya swadaya ini dapat segera ditindaklanjuti dengan dukungan pemerintah agar solusi jangka panjang dapat segera terwujud. (Apih kasur/Mk)













Tinggalkan Balasan