Warga Bojong Tugu Dua Gotong Royong Buat Saluran Pembuangan Rembesan Citarum

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 07:54

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Warga Dusun Bojong Tugu Dua, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, melakukan gorol atau kerja bakti membuat saluran pembuangan air rembesan dari Sungai Citarum, Selasa (20/01/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor tanggul yang dikhawatirkan mengancam keselamatan warga.

Air rembesan dari Sungai Citarum yang selama ini mengendap tanpa saluran pembuangan dinilai berbahaya karena dapat melemahkan struktur tanah tanggul. Kondisi tersebut membuat warga resah, terutama saat debit air sungai meningkat.

Melalui kerja bakti ini, warga bersama tokoh masyarakat dan pemuda berupaya membuat serta membersihkan saluran pembuangan agar air rembesan dapat mengalir dengan lancar dan tidak menggenang di sekitar permukiman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dusun Bojong Tugu Dua, Ahmad Sobari, menjelaskan bahwa selama ini air rembesan Citarum memang sudah dialirkan melalui saluran, namun kondisinya mampet dan menyempit akibat endapan lumpur.

“Saluran pembuangan air rembesan ini ternyata sudah tidak berfungsi maksimal karena mampet dan mengecil. Dari hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat dan pemuda, kami sepakat melakukan kerja bakti untuk membuat saluran baru sekaligus mengeruk lumpur di saluran lama,” ujar Ahmad Sobari.

Baca Juga:  Launching Kuliner Turubuk Meriahkan HUT Karawang ke-392

Ia menambahkan, warga Dusun Bojong Tugu Dua sebenarnya sangat membutuhkan saluran pembuangan air yang layak agar aliran air dapat berjalan normal dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

“Kami sangat butuh perhatian pemerintah untuk membangun saluran U-Ditch di dusun ini. Konon katanya sudah beberapa kali diajukan, tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkapnya.

Akibat belum adanya pembangunan saluran permanen, warga merasa khawatir dan resah karena air rembesan dari Sungai Citarum dikhawatirkan akan semakin banyak mengalir dan berpotensi memicu longsor tanggul.

Sementara itu, Kepala Desa Rengasdengklok Selatan, Hj. Asih Mintarsih, menyampaikan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang ada di wilayahnya, termasuk masalah rembesan air Citarum.

“Insya Allah akan kami bereskan setiap persoalan yang ada, baik terkait air rembesan Sungai Citarum maupun persoalan lain seperti rumah tidak layak huni yang memang perlu monitoring,” kata Hj. Asih Mintarsih.

Kerja bakti ini menjadi bukti nyata kepedulian dan kesadaran warga terhadap lingkungan serta keselamatan bersama. Warga berharap, upaya swadaya ini dapat segera ditindaklanjuti dengan dukungan pemerintah agar solusi jangka panjang dapat segera terwujud. (Apih kasur/Mk)

Berita Terkait

Novia Nurfitriani Nomor Urut 2, Bawa Suara Perempuan dalam Pemilihan BPD Rengasdengklok Selatan
Kongres II GMPI Digelar, Momentum Konsolidasi dan Transformasi Organisasi Menuju Lima Tahun Berikutnya
Warga Pamahan Dukung Gunawan Maju Pilkades Sumberurip, Berharap Pertanian, Pendidikan hingga Air Bersih Jadi Prioritas
Mencalonkan Diri sebagai Balon Kepala Desa Sumbereja, H. Rahmat Ingin Mengabdi dan Membangun Desa Bersama Masyarakat
Berkas Diterima Sebelum Penutupan, Mengaku Serahkan Rp1 Juta kepada Lurah, Sri Maryani Malah Digugurkan dari Bakal Calon BPD Waluya
Dapat Nomor Urut 2, Diding Haryono Usung Program “ASIAP” dan Pendekatan Humanis di BPD Kutanegara
Eratkan Silaturahmi, Kepala Desa Gebangjaya Akan Sajikan Hiburan Beragam di Acara Tasyakuran Khitanan Putranya
Musrenbangdes 2026: Pemdes Rengasdengklok Utara Dorong Pembangunan Infrastruktur dan Lingkungan Desa
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru