Karawang | Lintaskarawang.com Warga Kecamatan Purwasari sempat dihebohkan oleh kabar hilangnya seorang siswi SD Negeri Cengkong IV bernama Gina Aulia pada Selasa (12/01/2026). Setelah satu hari pencarian, Gina akhirnya ditemukan pada Rabu (14/01/2026) dalam kondisi selamat. Ia diketahui berada di dalam lemari kamarnya sendiri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gina berangkat dari rumah menuju sekolah sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, hingga jam pelajaran dimulai, Gina tidak sampai ke sekolah. Menurut keterangan sejumlah saksi, Gina sempat terlihat berada di gerbang sekolah, namun tidak masuk ke lingkungan sekolah dan diduga kembali pulang ke rumah. Sayangnya, hingga siang hari, Gina juga tidak kunjung tiba di rumah.
Peristiwa tersebut membuat pihak keluarga dan warga sekitar panik. Gina sempat dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih 24 jam. Dugaan penculikan pun sempat mencuat di tengah masyarakat, meskipun belum dapat dibuktikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah dilakukan penelusuran dan meminta keterangan dari sejumlah saksi yang terakhir melihat korban, aparat kepolisian bersama pihak keluarga melakukan penyisiran di sekitar rumah korban. Hasilnya, Gina akhirnya ditemukan pada tanggal (14/01/2026) yang tengah berada di dalam sebuah lemari di kamar rumahnya sendiri dalam keadaan selamat.
Kapolsek Purwasari iptu Herawati.SH menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya unsur penculikan.
“Dugaan penculikan belum bisa dibuktikan. Setelah dimintai keterangan dari saksi-saksi yang melihat terakhir kali, kami berpikir anak ini tidak jauh dari rumah. Saat dilakukan penyisiran, korban ditemukan di dalam lemari di kamar rumahnya,” ungkap Kapolsek Purwasari iptu Herawati.SH.
Kapolsek juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Kami mengingatkan kepada orang tua untuk selalu menjaga dan memperhatikan putra-putrinya dengan baik, agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Kasus ini pun menjadi perhatian bersama agar komunikasi antara orang tua dan anak dapat terus terjalin dengan baik demi keselamatan anak.
(Fitry)













Tinggalkan Balasan