FKUB dan LBH Bumi Proklamasi Sambangi BKPM, Pertanyakan Rekrutmen Tenaga Kerja PT FCC yang Diduga Langgar Perda

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 07:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nana Satria Permana/NSP Perwakilan dari FKUB bersama BANG DJ LBH BUMI PROKLAMASI

Nana Satria Permana/NSP Perwakilan dari FKUB bersama BANG DJ LBH BUMI PROKLAMASI

Karawang, Lintaskarawang.com – Forum arawang Utara Bersatu (FKUB) bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Proklamasi mendatangi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada Senin, 11 Agustus 2025. Kunjungan ini untuk mengonfirmasi tindak lanjut permohonan audiensi yang telah mereka ajukan kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi RI.

Perwakilan FKUB, Nana Satria Permana (NSP), menjelaskan bahwa tujuan utama audiensi adalah mempertanyakan isi dokumen Surat Pernyataan Kesanggupan dari pihak pengusaha, dalam hal ini PT FCC. Dokumen tersebut memuat sejumlah komitmen yang seharusnya menjadi pegangan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya di Indonesia.

NSP menegaskan, di dalam surat pernyataan itu, selain kesanggupan mendirikan PT PMA (Penanaman Modal Asing), terdapat pula poin penting mengenai kesediaan perusahaan untuk menaati seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan daerah di lokasi perusahaan berdiri. Hal ini meliputi perda tentang penanaman modal, lingkungan hidup, dan ketenagakerjaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Fokus kami ada pada Perda Ketenagakerjaan, khususnya Perda Kabupaten Karawang Nomor 1 Tahun 2011 yang mengatur komposisi tenaga kerja, yaitu 60 persen harus berasal dari masyarakat Karawang dan 40 persen dari luar daerah,” ujar NSP.

Baca Juga:  FCC Indonesia Klarifikasi dan Minta Maaf, Tegaskan Komitmen Dukung Tenaga Kerja Lokal

Namun, hasil temuan FKUB dan LBH Bumi Proklamasi di lapangan justru menunjukkan kondisi sebaliknya. PT FCC diduga lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar Karawang, sementara warga lokal hanya menjadi minoritas di perusahaan tersebut.

Bang Dj dari LBH Bumi Proklamasi menambahkan, alasan yang disampaikan pihak perusahaan kepada mereka dinilai menyinggung harga diri masyarakat Karawang. “Mereka bilang SDM asli Karawang di bawah standar kualifikasi yang mereka tentukan. Pernyataan seperti ini tentu menyakiti perasaan warga,” tegasnya.

Karena itu, FKUB dan LBH Bumi Proklamasi memandang perlu membawa persoalan ini langsung ke Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Mereka menuntut adanya pengawasan yang lebih ketat dan penegakan komitmen perusahaan terhadap aturan yang telah mereka tandatangani.

“Kami tidak anti investasi, tapi jangan sampai masyarakat Karawang hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Peraturan harus ditegakkan,” ujar NSP mewakili FKUB.

Dengan membawa data dan temuan di lapangan, FKUB dan LBH Bumi Proklamasi berharap audiensi nanti dapat menghasilkan langkah konkret untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal sesuai amanat perda yang berlaku di Kabupaten Karawang. (LK)

 

 

Berita Terkait

Diantar Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Waringin Jaya
Hadiri Rapim Kadin Karawang 2026, Wabup Maslani Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi Demi Dongkrak Ekonomi Daerah
Rekrutmen Rasa Masa Depan ! Apakah Manusia Akan Tergeser AI ?
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
Warga Dawuan Resah, Limbah Industri Diduga Cemari Lingkungan
Microsoft Bangun Pusat Data Raksasa 244 MW di Karawang, Jadi Proyek Digital Terbesar di Indonesia
DPRD Karawang Monitoring PT Calbee Wings Food, Soroti Penggunaan Air dan Kewajiban Pajak
Komisi III DPRD Karawang Temukan Gudang Disalahgunakan Jadi Pabrik di Tri Bisnis
Berita ini 61 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru