Karawang, Lintaskarawang.com – Polemik yang sempat menghebohkan media sosial melalui unggahan akun Nu*** P*** di grup Facebook *Info Kutawaluya akhirnya menemui titik terang. Pemilik akun yang sempat menuding salah satu anggota DPRD Karawang dari Partai Demokrat, HS, telah menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi secara terbuka.
Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan pada Kamis (31/07), pemilik akun menyatakan bahwa unggahan tersebut merupakan hasil dari kesalahpahaman dan tidak berkaitan langsung dengan HS.
Assalamualaikum wr. wb. Mohon maaf kepada Bapak HS, anggota DPRD dari Partai Demokrat Dapil 2 Karawang, atas postingan saya di Info Kutawaluya. Itu murni miskomunikasi dan tidak ada kaitan langsung dengan Bapak HS. Saya memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi di media sosial. Wassalamualaikum wr. wb.,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa klarifikasi secara langsung telah dilakukan sejak Rabu pagi (30/07), sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, HS bersama aspiratornya datang langsung ke desa untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.
Alhamdulillah, kemarin sekitar jam sembilan pagi, Pak Dewan dan aspiratornya sudah datang ke desa kami, bahkan sebelum berita ini dimuat,” tuturnya.
Sebelumnya, unggahan yang viral di media sosial tersebut menuding adanya dugaan peminjaman uang oleh seorang oknum dewan pada tahun 2024 dengan iming-iming pemberian proyek, namun baik uang maupun proyek yang dijanjikan tidak kunjung terealisasi. Nama HS sempat disebut dalam narasi tersebut, yang kemudian memicu kegaduhan dan spekulasi publik, terutama di wilayah Dapil 2 Kabupaten Karawang.
Namun dalam klarifikasi terbaru, pemilik akun menegaskan bahwa HS tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam peristiwa tersebut.
Terkait postingan yang beredar di Info Kutawaluya yang mencatut nama Pak Dewan HS dari Partai Demokrat, sudah diselesaikan. Itu murni miskomunikasi antara saya (H. KS) dan pihak aspirator. Pak HS sama sekali tidak tahu-menahu terkait persoalan ini,” tegasnya.
Pihak yang bersangkutan berharap agar klarifikasi ini menjadi penutup dari polemik yang terjadi, serta masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi di media sosial. (D’kasur)












