Rekrutmen PT. FCC Indonesia Tuai Kritik: Warga Karawang Audensi dengan Disnaker, Tuntut Transparansi dan Prioritaskan SDM Lokal

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Rekrutmen PT. FCC Indonesia yang digelar di SMKN 12 Bandung pada 21 Juli 2025 menuai kecaman dari berbagai pihak di Karawang. Warga, aktivis, dan tokoh masyarakat mempertanyakan alasan perekrutan tenaga kerja dilakukan di luar daerah, sementara pengangguran di Karawang masih tinggi. Audiensi digelar di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang pada Rabu (23/7/2025), dan dihadiri oleh Kepala Disnakertrans Karawang, Humas DPP GMPI, Mr. Kim, Ketua Paguyuban Sundawani Karawang, Ketua GMBI Kabupaten Karawang, Kepala Desa Wadas, Karang Taruna Desa Wadas, para aktivis, serta perwakilan Management PT. FCC Indonesia.

Dalam audiensi tersebut, Kadisnakertrans Karawang menegaskan bahwa pihaknya menghadirkan langsung manajemen PT. FCC untuk menghindari kesalahpahaman. “Kami pemerintah daerah akan selalu berpihak kepada masyarakat Karawang. Kami bekerja untuk rakyat Karawang, dan saya sendiri langsung ditelepon oleh Pak Bupati mengenai masalah ini,” ujar Kadisnakertrans.

Namun pernyataan pihak PT. FCC Indonesia justru memantik kemarahan. Mereka mengklaim telah melakukan tes di sejumlah sekolah di Karawang namun hasilnya tidak memenuhi kriteria, meskipun tes hanya menggunakan materi setingkat SMP. Pihak perusahaan pun menyampaikan bahwa Disnaker Karawang seolah tidak siap saat dibutuhkan untuk pembinaan tenaga kerja, bahkan membandingkannya dengan Bandung, yang dinilai lebih responsif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu membuat Mr. Kim, Humas DPP GMPI, geram. “Jangan anggap orang Karawang bodoh! Ayo adu tes otak dengan putra-putri Karawang. Bagaimana mungkin kami bisa menang kalau hasil tes saja tidak pernah dibuka secara transparan? Banyak oknum HRD lebih mementingkan orang dalam. Kami terbuka dengan orang luar, tapi tolong prioritaskan dulu anak-anak Karawang,” tegasnya.

Baca Juga:  Penghinaan Terhadap Warga Karawang, DPRD dan Tokoh Masyarakat Desak PT FCC Tindak Tegas HRD

Senada, Kepala Desa Wadas, H. Jujun, menyayangkan sikap perusahaan yang tak melibatkan pemerintah desa dalam proses perekrutan. “Kalau memang butuh karyawan sesuai kriteria, kenapa tidak ajak kami bekerja sama? Kami bisa bantu pembinaan dan edukasi, bahkan siap sediakan tempat dan minta CSR perusahaan bantu alat pelatihan,” ujarnya.

Disnakertrans Karawang menyatakan bahwa mereka telah berupaya maksimal menekan angka pengangguran dan berharap perusahaan dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah dan desa. “Ini bukan tanggung jawab kami saja. Semua pihak harus terlibat. Jangan kaku dalam kebijakan, kita cari solusi bersama,” ujar Kadisnaker.

Audiensi sempat memanas ketika perwakilan PT. FCC menyampaikan alasan klasik bahwa Disnaker Karawang tidak siap menyediakan tempat untuk rekrutmen, dan menyebut hasil tes di Karawang tidak memenuhi standar. Hal itu memicu kemarahan para peserta audiensi yang merasa pernyataan tersebut menyudutkan dan tidak menghargai potensi tenaga kerja lokal.

Kasus ini membuka kembali persoalan klasik terkait kepercayaan perusahaan terhadap BKK dan Disnaker Karawang. Muncul dugaan adanya komitmen tertutup antara pihak manajemen dengan BKK luar daerah, yang merugikan warga lokal.

Audiensi ditutup dengan desakan agar PT. FCC Indonesia dan perusahaan-perusahaan lain di Karawang lebih terbuka dan memprioritaskan tenaga kerja lokal, serta membangun kerja sama yang adil dan transparan dengan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Karawang diminta tegas menindak jika ada indikasi diskriminasi terhadap putra-putri daerah. (LK)

Berita Terkait

Diantar Ratusan Pendukung, Asep Supriadi Resmi Daftar Calon Kepala Desa Waringin Jaya
Hadiri Rapim Kadin Karawang 2026, Wabup Maslani Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi Demi Dongkrak Ekonomi Daerah
Rekrutmen Rasa Masa Depan ! Apakah Manusia Akan Tergeser AI ?
Program Magang Resmi ke Jepang Kembali Dibuka, Disnakertrans Karawang Ajak Lulusan SMA/SMK Manfaatkan Kesempatan Emas
Warga Dawuan Resah, Limbah Industri Diduga Cemari Lingkungan
Microsoft Bangun Pusat Data Raksasa 244 MW di Karawang, Jadi Proyek Digital Terbesar di Indonesia
DPRD Karawang Monitoring PT Calbee Wings Food, Soroti Penggunaan Air dan Kewajiban Pajak
Komisi III DPRD Karawang Temukan Gudang Disalahgunakan Jadi Pabrik di Tri Bisnis
Berita ini 167 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 04:30

Rehabilitasi SDN Ciptamarga II Karawang Disorot, Kusen Kropos Diduga Belum Tersentuh

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:10

Dugaan Eksploitasi Seragam dan Bangunan di MTs Mursidul Falah Karawang Capai Rp1,3 Juta per Siswa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:24

Musyawarah Kekeluargaan Dugaan Pelecehan Anak di Karawang Berakhir Buntu, Keluarga Korban Pertimbangkan Jalur Hukum

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 05:24

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak di Jayakerta Masuk Tahap Klarifikasi, Korban hingga Saksi Dipanggil Polresta Karawang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:36

Diduga Cemarkan Nama Baik FWJI, Mantan Ketua Korwil Bekasi RSP alias Ros Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:32

Monev Disdikbud Karawang Jangan Sekadar Formalitas: Hasil, Temuan dan Tindak Lanjut Harus Terukur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:24

Dari ARKAS ke Penyedia: Dugaan Pengondisian Pengadaan dan Tagihan Sekolah Dasar di Karawang Dipertanyakan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 06:38

Diduga Asal Jadi, Proyek Pagar TPU Bangkuang Rp198 Juta Disorot, Pondasi Dipertanyakan, Pengawas Diminta Turun ke Lapangan

Berita Terbaru