PROYEK TURAP DI BATUJAYA DIDUGA BERMASALAH! ANGGARAN RATUSAN JUTA, TAPI TINGGI TURAP DIDUGA DISUNAT

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025 - 05:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Proyek turap yang dibiayai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2025, tepatnya di ruas Segaran–Puloputri, Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, diduga sarat penyimpangan.

Kegiatan pembangunan turap dengan spesifikasi panjang 144 meter dan tinggi 1,60 meter, sebagaimana tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak bernomor 027.2/107/10.2.01.0037.5.27/KPA-JLN/PUPR/2025, ternyata tidak sepenuhnya terealisasi di lapangan.

Berdasarkan hasil pengecekan ulang yang dilakukan oleh warga dan tukang setempat, tinggi turap yang seharusnya mencapai 160 cm, hanya terbangun sekitar 120 hingga 130 cm. **Selisih hingga 40 cm ini bukan hal sepele, mengingat nilai kontrak proyek mencapai Rp188.913.000,00.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini uang rakyat, bukan uang pribadi. Kalau tinggi turap disunat segitu banyak, ke mana larinya dana itu ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:  Reklame di Tiang Listrik Picu Polemik, PLN Karawang Turun Tangan Tindaklanjuti Aduan Warga

Proyek ini dilaksanakan oleh CV Secara Arta, dengan masa kerja selama 60 hari kalender, dimulai sejak 18 Juni hingga 16 Agustus 2025. Sayangnya, belum sampai masa kerja berakhir, dugaan manipulasi mulai tercium.

Masyarakat pun mulai geram. Mereka mempertanyakan pengawasan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karawang selaku penanggung jawab kegiatan. Jika dugaan ini benar, maka bukan hanya kualitas pembangunan yang dirugikan, tetapi juga integritas pemerintah daerah dipertaruhkan.

Kami bayar pajak bukan untuk dibohongi. Turap ini untuk penanggulangan banjir dan longsor, kalau tingginya dipotong-potong, bahaya buat kami di musim hujan, tambah warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Karawang. (D’Kasur)

Berita Terkait

Polsek Rengasdengklok Bergerak Cepat Tangani Kasus Bocah Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Dewisari
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Kecelakaan di Jalan Lingkar Luar Tanjungpura – Klari, Muatan Beras Berserakan di Jalan
Truk Muatan Minyak Sayur Terguling di Jalur Pantura, Arus Lalu Lintas di Jatisari Macet Panjang
Polemik Limbah PT MIM Diseret ke Ranah Hukum, Askun: Kades Tak Berwenang Intervensi B2B
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:16

KIM Disorot, H. Surono: Jangan Balik Narasi, Kritik Masyarakat Harus Dijawab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07

Kunjungan Panja DPR RI Dituding Bersifat Sepihak: Pengamat Sebut Keluhan Kawasan Industri Karawang Kaburkan Akar Masalah Lingkungan dan Hak Warga Lokal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:53

BPPKB Banten Karawang Sentil KIM: Jangan Jadikan Investasi Alasan Membungkam Kritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:46

Sekjen DPP GMPI Kritik Keras KIM Karawang: Jangan Jadikan Isu Investasi untuk Membungkam Kontrol Sosial

Berita Terbaru