Dari Ladang ke Kampus Impian: Cecep Nurrokhman, Anak Buruh Tani yang Lolos ITB

- Penulis

Minggu, 29 Juni 2025 - 03:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indramayu, Lintaskarawang.com —  Sebuah kisah inspiratif datang dari Cecep Nurrokhman, pelajar SMAN 1 Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Anak dari keluarga buruh tani ini berhasil menembus salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

Cecep bukan remaja biasa. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia tetap gigih mengejar mimpi besarnya. Setiap hari, selain belajar, ia juga berjualan basreng (bakso goreng) demi membantu perekonomian keluarga. Namun, kondisi tersebut tak mematahkan semangatnya untuk terus berprestasi di sekolah.

“Aku cuma anak petani, tapi aku yakin bisa masuk ITB kalau terus belajar dan berjuang,” ujar Cecep saat diwawancarai di sekolahnya.

Sejak kecil, ITB telah menjadi kampus impian Cecep. Ia pun bertekad menjaga nilai rapornya tetap tinggi dan aktif mengikuti berbagai lomba akademik untuk memperkuat portofolionya. Kerja keras itu akhirnya terbayar. Cecep dinyatakan lolos ITB dan berhak menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah.

Tak berhenti di situ, Cecep juga mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berupa bantuan dana pendidikan sebesar 20 juta rupiah serta satu unit laptop guna mendukung aktivitas kuliahnya kelak.

Kisah Cecep menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih pendidikan tinggi. Semangat, kerja keras, dan ketekunan menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita.

Editor: Aan

Berita Terkait

Hari Tani Nasional, PPTK dan SETAKAR Desak Pemblokiran SHGB Perusahaan di Kawasan Hutan KIIC
Dana BOS Rp879 Juta Disorot, Kadisdikbud Karawang Angkat Bicara
Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Berita ini 14 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Jumat, 18 September 2026 - 13:09

Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Rabu, 16 September 2026 - 02:32

Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Berita Terbaru