Ketua IWOI Karawang Tegas: Proyek Harus Diawasi Bukan Dilindungi Preman

- Penulis

Senin, 2 Juni 2025 - 14:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARAWANG, Lintaskarawang.com – Tindakan intimidatif yang dilakukan oleh seorang pria bertato yang mengaku wartawan sekaligus pelaksana proyek drainase di Desa Pasirkaliki, Kecamatan Rawamerta, menuai kecaman keras dari insan pers. Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Syuhada Wisastra, angkat bicara dan menyatakan bahwa tindakan tersebut mencoreng marwah profesi wartawan dan melanggar etika jurnalistik.

Insiden bermula saat sejumlah wartawan melakukan peliputan proyek pembangunan drainase jenis U-Ditch di Dusun Kedung Mulya RT 028/008. Proyek senilai Rp144.398.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2025 itu dikerjakan oleh CV. Galaksi Star berdasarkan SPK Nomor 027.2/6.2.01.0012.289/KPA-SDA/PUPR 2025.

Namun, hasil pantauan di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan. Pembangunan dilakukan di atas saluran mati yang telah ditimbun tanah dan tak lagi berfungsi. Bahkan pembangunan tetap dipaksakan melintasi area pertokoan yang terhalang tiang beton, tanpa tali ukur dan diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat wartawan hendak mengonfirmasi pekerjaan kepada tukang di lokasi, datanglah seorang pria bertato dengan sepeda motor Aerox berwarna hijau bunglon. Ia melontarkan nada tinggi dan mengaku sebagai wartawan sekaligus pemegang proyek.

Sia timana? Ti media mana? tanyanya dengan nada tinggi.

Saat dijawab secara sopan oleh wartawan, pria tersebut justru melakukan intimidasi. Ia mengklaim berasal dari media online SB dan meminta para pekerja tidak memberikan informasi kepada wartawan.

“Sarua aing ge wartawan. Aing nu nyekel proyek, aing ti media SB. Geus, ulah dibere!” ujar pria tersebut dengan nada mengancam.

Tindakan ini langsung mendapat kecaman dari Rizki R., wartawan Suarana.com yang juga Sekretaris DPC Jaringan Berita Nasional (JBN) Karawang dan anggota Jurnalis Bela Negara.

Baca Juga:  Anggota Kepolisian Jadi Korban Begal di Pasirlimus Bekasi

“Ini sangat memprihatinkan. Tugas kami menjalankan kontrol sosial berdasarkan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sikap seperti ini mencederai kebebasan pers. Tidak semua wartawan datang untuk kepentingan pribadi,” tegas Rizki di lokasi.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi, Pemimpin Redaksi media SB membantah keterlibatan pria tersebut sebagai bagian dari redaksi mereka.

Di media kami tidak ada nama Rawing. Kalau memang dari media kami, tentu dia kenal saya sebagai Pemred. Mungkin dia hanya mengaku-ngaku demi kepentingan proyek. Silakan saja minta KTA-nya kalau mau tahu kebenarannya,” ungkap Pemred SB.

Ketua IWOI Karawang, Syuhada Wisastra, menyampaikan kecaman keras atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa wartawan adalah profesi mulia yang tidak boleh dicampuradukkan dengan kepentingan proyek atau tindakan intimidatif.

“Kami mengecam keras tindakan oknum yang mengaku wartawan dan membekingi proyek. Ini mencoreng profesi kami. Wartawan memiliki tugas menjalankan fungsi kontrol sosial, menyampaikan informasi yang akurat, dan bekerja berdasarkan UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik,” tegas Syuhada dalam pernyataan resminya, Senin (2/6/2025).

 

Syuhada juga mendesak pihak berwenang untuk menindak tegas pelaku penyalahgunaan profesi wartawan dan meminta seluruh insan pers tetap menjaga integritas serta bersatu melawan segala bentuk intimidasi.

Ini bukan sekadar pelecehan terhadap jurnalis, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi. Proyek publik harus terbuka terhadap pengawasan. Jangan ada lagi wartawan palsu berkeliaran demi kepentingan pribadi,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan agar menjaga kemurnian profesi wartawan dan menjamin kebebasan pers sebagai bagian dari pilar demokrasi. (Red)

Berita Terkait

Polres Karawang Amankan Dua Pengedar Obat Keras Terlarang di Purwasari
Forklift Tersangkut di Flyover Bypass Karawang, Lalu Lintas Sempat Tersendat
Diduga Proyek Rutilahu Bermasalah Warga Soroti Ketiadaan Papan Informasi dan Material Tidak Sesuai
Dituding Jalankan Investasi Bodong, Pasutri Karawang Digeruduk Korban dan Dilaporkan
PENCURIAN MOTOR TEREKAM CCTV RUMAH WARGA
Enam Warga Karawang Tewas Dalam Kecelakaan Maut Di Majalengka berikut Identitasnya
SPPG Pancawati 2 Dirusak Dua Orang
Tiang Listrik Roboh Diterjang Angin Kencang di Dusun Kebonjaya, Desa Sungai Buntu‎
Berita ini 32 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:40

Sudah Jalan Seminggu, Proyek Irigasi di Pedes Tiba-Tiba Terhambat, Ada Apa?

Rabu, 22 April 2026 - 04:50

Dikepung Massa GMPI! DPRD Karawang Didesak Buka-bukaan Soal Parkir dan Pokir

Selasa, 21 April 2026 - 14:18

Sosialisasi Biosaka Berlanjut di Hari Kedua, Pemanfaatan Diperluas di Tiga Wilayah Karawang

Selasa, 21 April 2026 - 07:55

PAUD Nurul Hidayah Raih Juara 1 Tingkat Jabar, Kades Karang Sambung: Kebanggaan Menuju Nasional

Senin, 20 April 2026 - 15:14

FAOIKB Apresiasi PHRI, Dorong Penertiban THM Tak Berizin di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 11:23

JKC Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Bukan Ormas dan Perkuat Peran Sosial Warga

Jumat, 17 April 2026 - 10:29

‎WFH Bukan Libur, Pemkab Karawang Wajibkan Pegawai Tetap “On Call” dan Larang Mudik

Senin, 13 April 2026 - 05:06

Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru