Anggaran Pelatihan dan Penguatan Difabel di Desa Sukaluyu Jadi Sorotan

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 09:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irawan Ketua PPDI Telukjambe Timur

Irawan Ketua PPDI Telukjambe Timur

Karawang, Lintaskarawang.com – Entah siapa yang mendapatkan manfaatnya, anggaran sebesar Rp50 juta untuk program Pelatihan dan Penguatan Penyandang Difabel di Desa Sukaluyu, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan. Salah satu penyandang disabilitas, Irwan, mengungkapkan kekecewaannya karena tidak pernah merasakan manfaat anggaran tersebut sejak 2021 hingga 2024.

“Saya pribadi tidak pernah menerima bantuan dari anggaran tersebut. Bantuan yang pernah saya dapatkan hanya berupa beras 10 kilogram dari program BPNT, itu pun sangat terbatas. Dari Dana Desa, apalagi program ini, sama sekali tidak pernah ada,” ungkap Irawan ketua PPDI Telukjambe Timur (17/12).

Irawan berharap agar pemerintah desa lebih memberdayakan penyandang disabilitas dengan memanfaatkan anggaran secara transparan. “Dana tersebut jangan dipersulit agar benar-benar bisa bermanfaat untuk disabilitas,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data penyaluran Dana Desa Sukaluyu tahun 2024, tercatat total pagu anggaran sebesar Rp1.461.494.000. Anggaran tersebut sudah disalurkan dalam dua tahap, yaitu Rp876.896.400 (60%) dan Rp584.597.600 (40%), sementara tahap ketiga belum direalisasikan.

Dalam laporan penyaluran tersebut, tercatat beberapa penggunaan anggaran, termasuk untuk Pelatihan dan Penguatan Penyandang Difabel sebesar Rp50 juta. Namun, hingga kini, tidak jelas siapa yang menjadi penerima manfaat program tersebut.

Baca Juga:  SMSI dan KADIN Kabupaten Bekasi Gelar Acara Buka Puasa Bersama untuk Pererat Silaturahmi

Selain itu, terdapat alokasi anggaran lain, seperti penyelenggaraan Posyandu sebesar Rp48.457.000, pembangunan sarana perpustakaan Rp74.365.000, hingga peningkatan produksi peternakan sebesar Rp292.298.800. Namun, penggunaan dana ini juga membutuhkan transparansi agar dapat dipertanggungjawabkan.

Status Desa Sukaluyu yang dikategorikan sebagai “Desa Mandiri” seharusnya menjadi contoh pengelolaan anggaran yang baik dan inklusif. Namun, laporan ini justru memicu pertanyaan masyarakat terkait distribusi dana.

Irawan menambahkan, perhatian terhadap kelompok difabel bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian. “Pemerintah desa harus serius memberdayakan kami. Jangan hanya jadi laporan di atas kertas,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan audit dan memastikan distribusi anggaran sesuai dengan peruntukannya. Kejelasan mengenai penggunaan anggaran ini sangat penting agar tidak ada kelompok yang merasa diabaikan. (LK)

Berita Terkait

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka
Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?
DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan
PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Bupati Karawang Komitmen Tingkatkan Anggaran UMKM, Targetkan Capai Rp13 Miliar di 2027
JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi
FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!
Berita ini 36 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:12

Resto Saung Berkah Gurame Layangkan Somasi ke Resto Sumoreang, Minta Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terbuka

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:22

Nasabah LKM Karawang Menunggu Uang Kembali, Bupati Didesak Turun Tangan: Mengapa Belum Ada Kepastian?

Jumat, 23 Oktober 2026 - 03:34

DPRD Karawang Siap Kawal Aspirasi PPPK Paruh Waktu, Perjuangkan Kepastian Status dan Kesejahteraan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:46

PT NIJ Tak Hadiri RDP, DPRD Karawang Kecewa: Persoalan Kemitraan dan Tenaga Kerja Jadi Sorotan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:43

Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:17

JUT Kosambibatu Disorot, Hasil Pengukuran dan Klarifikasi Pihak Terkait Jadi Bahan Verifikasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:04

FMSB TEGASKAN KOMITMEN KAWAL PERSOALAN PT CMM, IQBAL MAULANA: JANGAN LECEHKAN PENEGAKAN ATURAN PEMERINTAH DAERAH!

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:18

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya

Berita Terbaru