Proyek Pembangunan Jalan Lingkungan di Desa Payungsari Menuai Kekecewaan Warga dan Pertanyaan Besar

- Penulis

Sabtu, 20 April 2024 - 09:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Karawang, Lintaskarawang.com – 19 April 2024. Berawal dari Pekerjaan pembangunan jalan lingkungan di Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, yang didanai melalui Dana Desa tahap 1, menuai kekecewaan dari warga setempat.

Faktanya Kualitas pekerjaan tersebut jauh dari harapan, dengan kondisi yang tidak teratur dan berantakan. Fisik bangunan dinilai rapuh dan berdebu, dengan banyak retakan kecil di permukaannya. Bahkan, di sepanjang pinggiran cor beton, terdapat lubang-lubang seperti rumah tikus yang semakin memperburuk kesan hasil pekerjaan tersebut.

“Pengukuran yang dilakukan menunjukkan ketidaksesuaian antara ketinggian coran beton yang tercantum dalam papan informasi dengan kenyataan lapangan,” kata salah seorang anggota tim investigasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat link berita terkait dikirimkan langsung melalui pesan singkat WhatsApp kepada pihak pendamping Desa Payungsari, Fiki, ia menyatakan akan melakukan perbaikan untuk ketiga kalinya yang tercatat 25 Maret, 4 April dan 19 April. Namun, pertanyaan mengenai anggaran proyek tersebut masih menjadi tanda tanya.

Baca Juga:  Pendistribusian Logistik Pemilu Dimulai, Ketua KPPS Adiarsa Timur Pimpin Pembukaan Kotak Tertutup

Ayong dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kompak, menyoroti masalah anggaran. Namun, saat ditanya, Fiki, selaku pendamping desa, hanya meminta agar pertanyaannya tidak terlalu dalam. Ini kontradiktif dengan aturan langsung dari pemerintah yang mengamanatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kegiatan pembangunan desa.

Yang lebih heran lagi saat mediasi dengan pendamping desa, Fiki, dia menyatakan langsung kalau dia ketua LPM ketua karang taruna kecamatan berikut TPKD dan pendamping desa di 4 desa, 4 desa tersebut Jatimulya, karangjaya, kerta Raharja, payungsari. Ada apa?????. Menjadi satu pertanyaan bagi Tim Investigasi LK dalam hal ini.

Terkait hal ini, sudah jelas BPMPD memastikan bahwa sesuai aturan, seorang pendamping desa tidak boleh menjadi kontraktor. “Misalkan ada pendamping desa merangkap jadi kontraktor itu tidak boleh,” ujar sumber dari laman BPMPD. (Red)

Berita Terkait

Tanah Diduga Dikuasai Ilegal, Nurtisem Lawan Balik Tempuh Jalur Hukum
Darurat Obat Terlarang! Kaka Ace Desak Penindakan Tanpa Tebang Pilih
Dualisme MUSKAB KADIN Karawang Memanas, Pakar Hukum Tegaskan Berpotensi Cacat Hukum
Komisi I DPRD Karawang Perkuat Sinergi Penegakan Perda Bersama Satpol PP
Respons Cepat dan Humanis, Dirut RSUD Jatisari Temui Keluarga Pasien dan Jadikan Evaluasi Pelayanan IGD
DPRD Karawang Siapkan Rekomendasi Penutupan Theatre Night Mart Usai Sidak
Kasus Suap Ijon Bekasi, Ade Kuswara Bantah Nama Ono Surono Terkait Aliran Dana
Viral! Mobil Ngamuk di Tuparev, Polres Karawang Amankan Pelaku
Berita ini 5 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:40

Sudah Jalan Seminggu, Proyek Irigasi di Pedes Tiba-Tiba Terhambat, Ada Apa?

Rabu, 22 April 2026 - 04:50

Dikepung Massa GMPI! DPRD Karawang Didesak Buka-bukaan Soal Parkir dan Pokir

Selasa, 21 April 2026 - 14:18

Sosialisasi Biosaka Berlanjut di Hari Kedua, Pemanfaatan Diperluas di Tiga Wilayah Karawang

Selasa, 21 April 2026 - 07:55

PAUD Nurul Hidayah Raih Juara 1 Tingkat Jabar, Kades Karang Sambung: Kebanggaan Menuju Nasional

Senin, 20 April 2026 - 15:14

FAOIKB Apresiasi PHRI, Dorong Penertiban THM Tak Berizin di Karawang

Sabtu, 18 April 2026 - 11:23

JKC Gelar Halal Bihalal, Tegaskan Bukan Ormas dan Perkuat Peran Sosial Warga

Jumat, 17 April 2026 - 10:29

‎WFH Bukan Libur, Pemkab Karawang Wajibkan Pegawai Tetap “On Call” dan Larang Mudik

Senin, 13 April 2026 - 05:06

Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata

Berita Terbaru