Resmi Pecahkan Rekor Dunia: Prabowo Subianto Menjadi Pemimpin Negara dengan Pemilih Terbanyak Sepanjang Sejarah Dunia

- Penulis

Kamis, 21 Maret 2024 - 08:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Credit photo situs resmi Dok. Prabowo Gibran

Credit photo situs resmi Dok. Prabowo Gibran

Lintaskarawang.com – Pada pemilihan umum tahun 2024, Prabowo Subianto telah meraih suara terbanyak dalam sejarah demokrasi, menempatkannya sebagai pemimpin negara dengan jumlah pemilih terbanyak sepanjang masa. Dengan total 96 juta pemilih yang memberikan dukungan kepadanya, Prabowo Subianto berhasil mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang oleh Presiden Joko Widodo pada pemilihan umum tahun 2019.

Prabowo Subianto sendiri mengungkapkan kegembiraannya atas dukungan yang luar biasa dari rakyat Indonesia. Dalam pernyataannya, dia menyatakan, “Saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh rakyat Indonesia kepada saya. Ini adalah momen bersejarah bagi negara kita, dan saya akan berjuang untuk mewujudkan harapan dan aspirasi seluruh rakyat Indonesia.”

Dengan perolehan suara sebanyak itu, Prabowo Subianto tidak hanya mencatatkan sejarah dalam politik Indonesia, tetapi juga menempatkannya sebagai salah satu tokoh terkemuka dalam kancah politik global. Prestasi ini juga mengukuhkan posisi Indonesia sebagai negara demokratis dengan partisipasi pemilih yang tinggi.

Berikut adalah daftar 10 Presiden & Perdana Menteri negara demokratis dengan pemilih terbanyak di sejarah dunia hingga Februari 2024 dikutip dari berbagai sumber:

1. Prabowo Subianto (Indonesia, 2024): 96 juta pemilih

2. Joko Widodo (Indonesia, 2019): 85 juta pemilih

3. Joe Biden (Amerika, 2020): 81 juta pemilih

4. Susilo Bambang Yudhoyono (Indonesia, 2009): 73 juta pemilih

5. Dilma Roussef (Brazil, 2014): 54 juta pemilih

6. Narendra Modi (India, 2019): 37 juta pemilih

7. Recep Tayyip Erdogan (Turki, 2018): 26 juta pemilih

8. Hassan Rouhani (Iran, 2017): 23 juta pemilih

9. Abdel Fattah Elsisi (Mesir, 2018): 21 juta pemilih

10. Emmanuel Macron (Perancis, 2017): 20 juta pemilih.

(Dg)

Berita Terkait

Penutupan Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Karawang Serahkan SK PAC hingga Koordinator Anak Ranting
Kunjungi Warga Telukjambe, Pipik Taufik Ismail Tegaskan Komitmen Serap Aspirasi Masyarakat
KDM Hadiri Pelantikan PAN se-Jawa Barat, Zulhas Targetkan Tiga Besar pada Pemilu 2029
Jalal Abdul Nasir Buka Program Bantuan Listrik Gratis, Warga Karawang Mulai Bisa Daftar
Bawaslu Sambangi DPC PDI Perjuangan Karawang, Konsolidasi Kepartaian Mulai Dipanaskan
GMN DPD Karawang Gelar Kopdar Perdana, Tegaskan Dukungan untuk PSI dan Komitmen Bersama Jokowi
KPU Karawang dan PAN Bahas Pemutakhiran Data Parpol serta Penataan Dapil
Endang Marta Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkades Cengkong
Berita ini 28 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:44

DPMD dan Dinsos Karawang Perkuat Sinergi Bersama Karang Taruna, Wujudkan LKD yang Aktif, Mandiri, dan Berdaya

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:29

DPRD Karawang Bahas Pertanggungjawaban APBD 2025 dan Proyeksi KUA-PPAS 2027, Bupati Tekankan Efisiensi Anggaran

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:40

Satlantas Polres Karawang Larang Mobil Pick Up Angkut Penumpang Demi Keselamatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:30

Bupati Aep Tinjau Gebyar PATEN di Karawang Barat, Salurkan Bansos dan Resmikan Program Pembangunan

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:56

Karang Taruna Desa Parungmulya dan Telukjambe Sepakat Jaga Iklim Investasi di PT. SAS Kawasan Industri BAM

Senin, 13 Juli 2026 - 01:52

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Koperasi Harus Jadi Motor Penggerak UMKM dan Penguatan Ekonomi Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:43

Petani Kemiri Apresiasi Program P3-TGAI, Jaringan Irigasi Diharapkan Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Senin, 6 Juli 2026 - 10:43

Enam Bulan Menumpang, Kisah Ibu Sarwi Jadi Pengingat Pentingnya Respons Cepat Penanganan Rumah Roboh

Berita Terbaru