Kisah Inspiratif Ibu Neni Triana, Pelaku Umkm Dapoer ABC (Ayam Bakar Ceban) Mendapatkan Berkah dibulan Ramadhan

- Penulis

Selasa, 11 Maret 2025 - 11:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang , Lintaskarawang.com –11 Maret 2025 Dapoer ABC yang dikelola oleh Neni Triana, alias Neni ceban yang saat ini berlokasi di Perumahan De’Griya Asri blok A1/3A, kosambi Kabupaten Karawang, sering melakukan kerja sama dengan berbagai Komunitas Kemanusiaan dan Instansi Pemerintahan.

Awal Perjalanan

Kisah perjalanan Ibu Neni Triana dalam membangun usaha Dapoer ABC ini.
Mengawali dengan dia berprofesi sebagai Guru Bimbel (Bimbingan Belajar), di jalan raya Kosambi telagasari sekitar tahun 2015 saat itu Bu Neni mengajak teman-teman UMKM untuk ikut berdagang di halaman tempat bimbelnya, saat itu ada satu stand ayam bakar meminta untuk menggantikannya jualan kebetulan bimbel sedang libur, Bu Neni mulai menekuninya hingga Akhirnya meninggalkan dunia pendidikan dan fokus jualan meski dilanjutkan sebagai usaha rumahan, selama 10 Tahun berjalan dengan penuh suka duka jatuh bangun tapi tetap exisis sebagai pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tantangan yang dihadapi sangat besar, mulai dari persaingan dengan warung makan lain, harga bahan yg meningkat, SDM, dan lain-lain.
Namun, dengan kerja keras dan strategi pemasaran sederhana, tetap konsisten dengan harga hemat rasa nikmat sering memberikan promo diskon dan pelayanan ramah, pelanggan mulai berdatangan.

Strategi Jitu

1. Kualitas Rasa yang Konsisten
Ibu Neni Triana menjaga kualitas ayam bakarnya dengan menggunakan bumbu khas dan metode yang dia kuasai sejak lama sehingga memiliki rasa yang berbeda dari pesaingnya.

2. Harga Ekonomis
Dengan harga murah dari awal merintis hingga psaat ini Ibu Neni Triana memiliki pelanggan setia bukan hanya disekitar tempt tinggal bahkan hingga ke seluruh wilayah karawang.

Baca Juga:  Bapenda Ingatkan Wajib Pajak, 11 Hari Lagi Jatuh Tempo Pembayaran PBB-P2 Buku 4 dan 5!

3. Kerjasama dengan Komunitas Umkm Karawang.
Dengan kerjasama nya Ibu Neni Triana menjadikan beliau punya kenalan di komunitas umkm dan kemanusiaan lebih banyak sehingga sering mendapatkan pesanan untuk berbagai acara seperti pesanan dari salah satu instansi pemerintah yang akan di sumbangkan kepada korban bencana alam.

Kesuksesan yang Diraih
Ibu Neni Triana hingga saat ini memiliki pesanan makanan yang cukup banyak sampai harus merekrut tetangganya agar bisa membantu menyiapkan porsi makanan yang sudah ada list pesanan nya.

Apalagi disaat moment bulan Ramadhan dan juga adanya Bencana Banjir dibeberapa titik sekitar karawang. Menjadikan pesanan semakin banyak dengan harganya yang murah karena untuk sedekah membuat.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun. Neni Triana selaku pemilik Dapoer ABC menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran kegiatan ini dan berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban.

“Kami sangat bersyukur bisa bekerja sama dengan instansi lainnya untuk memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini sedikit bisa membantu meringankan mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Neni Triana.

Dengan adanya kolaborasi antara Dapoer ABC, Komunitas Sosial Kemanusiaan, dan berbagai Instansi, diharapkan lebih banyak lagi kegiatan sosial serupa yang dapat dilakukan di masa mendatang demi membantu sesama.

( Adit )

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 29 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik

Jumat, 18 September 2026 - 13:09

Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 15:05

Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot

Rabu, 16 September 2026 - 05:14

Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus

Selasa, 15 September 2026 - 04:35

Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian

Jumat, 11 September 2026 - 04:25

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan

Jumat, 11 September 2026 - 04:12

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga

Jumat, 11 September 2026 - 02:35

DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru