Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ujang Suhana, SH

Ujang Suhana, SH

Karawang | Lintaskarawang.com – Dalam momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni 2026, praktisi hukum sekaligus tokoh masyarakat, Ujang Suhana, SH, mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan sekadar hafalan atau simbol seremonial.

Menurut Ujang Suhana, Pancasila yang kini telah berusia 81 tahun harus terus menjadi kompas perjuangan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), krisis iklim, hingga maraknya adu domba dan penyebaran hoaks di media sosial.

“Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026. Pancasila bukan hanya hafalan, tetapi kompas perjuangan bangsa Indonesia,” ujar Ujang Suhana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam refleksinya, Ujang mengutip pesan-pesan perjuangan dari tiga tokoh besar yang dinilainya masih sangat relevan untuk Indonesia saat ini, yakni Bung Karno, Tan Malaka, dan Prabu Siliwangi.

Menurutnya, semangat Bung Karno mengajarkan keberanian, nasionalisme, dan gotong royong. Ia mengingatkan bahwa perjuangan generasi saat ini bukan lagi melawan penjajah, melainkan melawan kemiskinan, kebodohan, korupsi, serta berbagai upaya yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

“Semangat Bung Karno adalah berani dan lantang. Jangan diam ketika bangsa sedang digerogoti oleh berbagai persoalan,” katanya.

Sementara itu, dari pemikiran Tan Malaka, Ujang menilai masyarakat harus membangun kemandirian ekonomi dan kecerdasan berpikir. Ia menekankan pentingnya melek teknologi, membangun usaha, serta tidak terjebak dalam budaya konsumtif dan ketergantungan utang.

Baca Juga:  Karnaval Meriah di Kedusunan Perum Cengkong, 22 RT Ikut Berpartisipasi

“Tan Malaka mengajarkan bahwa idealisme harus dibarengi logika dan kerja keras. Perjuangan sejati sering kali tidak viral, tetapi memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Adapun dari falsafah Prabu Siliwangi melalui ajaran Tri Tangtu Buana, Ujang melihat adanya keselarasan dengan nilai-nilai Pancasila. Konsep tersebut mengajarkan hubungan manusia dengan Tuhan, ilmu pengetahuan, serta negara dan kepemimpinan.

Ia menjelaskan bahwa nilai “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh” sangat relevan dalam menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta membangun budaya musyawarah di tengah masyarakat.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki adab, menghormati ilmu, menjaga persaudaraan, dan taat pada aturan yang adil,” tegasnya.

Ujang kemudian merangkum pesan ketiga tokoh tersebut sebagai panduan perjuangan masyarakat Indonesia di era modern. Menurutnya, Bung Karno mengajarkan keberanian untuk melawan kemalasan dan hoaks, Tan Malaka mengajarkan kecerdasan dan kemandirian ekonomi, sedangkan Prabu Siliwangi mengajarkan harmoni sosial dan tata krama dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai penutup, Ujang Suhana menegaskan bahwa Pancasila bukanlah jimat yang otomatis menyelesaikan persoalan bangsa, melainkan pekerjaan rumah yang harus terus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Pancasila bukan jimat, tetapi PR bagi seluruh rakyat Indonesia. Bung Karno memberi kita nyali, Tan Malaka memberi kita otak, dan Prabu Siliwangi memberi kita adab. Tantangan tahun 2026 memang berbeda, tetapi kompasnya tetap sama, yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.

(LK)

Berita Terkait

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila PAC Klari Gelar Tabur Bunga di TMP Pancawati
Proyek Drainase Pulojaya Disorot: Kualitas Dipertanyakan, Pengawas Jangan Tutup Mata!
Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya
Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas
Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah
‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian
Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 04:40

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila PAC Klari Gelar Tabur Bunga di TMP Pancawati

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:51

Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:44

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah

Rabu, 20 Mei 2026 - 05:50

‎Karang Taruna Wanasari dan Warga Audiensi, Desak PT TKH Buka Kembali Aktivitas Galian

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:50

Karang Taruna Karawang Matangkan Empat Agenda Strategis 2026, Fokus Konsolidasi hingga Regenerasi Organisasi

Berita Terbaru