Pemkab Karawang Siapkan Puncak Sempur Sebagai Destinasi Wisata Minat Khusus Oktober-November Waktunya Migrasi Burung Pemangsa

- Penulis

Rabu, 8 Oktober 2025 - 02:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan kawasan Wana Wisata Puncak Sempur, Sanggabuana, sebagai destinasi wisata minat khusus. Pada Selasa, 7 Oktober 2025, Kabid Destinasi Disparbud Karawang, Lusi Asela, S.T., M.Si, meninjau langsung kawasan tersebut untuk mempersiapkan event Raptor Migran 2025.

Kawasan Puncak Sempur selama tiga tahun terakhir telah menjadi lokasi rutin penyelenggaraan Festival Raptor Migran Sanggabuana, hasil kolaborasi Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) bersama Perum Perhutani KPH Purwakarta. Kegiatan tahunan ini bertujuan menarik wisatawan sekaligus memperkuat upaya konservasi di Pegunungan Sanggabuana.

Musim migrasi raptor atau burung pemangsa biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga November. Ribuan burung pemangsa dari Siberia seperti Elang Alap China (Accipiter soloensis), Alap-alap Nippon (Accipiter gularis), dan Sikep Madu Asia (Pernis ptilorhynchus) bermigrasi ke wilayah tropis yang lebih hangat, termasuk Indonesia. Salah satu area persinggahan utama mereka adalah Pegunungan Sanggabuana di Karawang. Bahkan, pada festival tahun 2024, ditemukan pula Kirik-kirik Laut (Merops philippinus) di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lusi Asela, persiapan kegiatan tahun ini sudah dilakukan jauh hari bersama SCF dan pihak swasta melalui pelatihan pemandu wisata minat khusus bagi masyarakat sekitar. “Mereka tidak hanya dilatih menjadi pemandu pengamatan burung, tetapi juga untuk pengamatan primata dan karnivora besar seperti macan tutul Jawa,” jelasnya.

Dalam kunjungannya ke Puncak Raptor bersama tim Sanggabuana Wildlife Ranger dan sejumlah pengamat burung dari Jakarta, Lusi mengaku takjub dengan kekayaan hayati kawasan Sanggabuana. “Amazing, Karawang ternyata punya potensi luar biasa. Ini bisa jadi kebanggaan dan brand wisata baru yang mendongkrak ekonomi lokal,” ujarnya.

Baca Juga:  SCF DAN KOSTRAD SURVEI POPULASI MACAN TUTUL DI SANGGABUANA

Sementara itu, Annisa Sutarno dari SCF menambahkan bahwa kawasan Puncak Sempur kini menjadi salah satu tujuan utama pengamatan raptor migran selain Puncak–Bogor. “Menariknya, pengamatan raptor bisa dilakukan dari banyak titik, bahkan sambil ngopi di Saung Koffie Hideung atau Café 99 Puncak Sempur. Waktu terbaiknya antara Oktober–November,” ungkap satu-satunya anggota perempuan Sanggabuana Wildlife Ranger ini.

Selain tiga jenis raptor migran utama, kawasan ini juga menjadi jalur lintasan Elang Ular Bido, Elang Hitam, Elang Brontok, Elang-alap Jambul, dan Alap-alap Capung — raptor terkecil di dunia. Annisa mengungkap, bulan lalu pihaknya bahkan sempat merekam Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) bertengger di area Puncak Raptor, serta menemukan Takur Tulung Tumpuk (Magalaima javensis) dan Burung Paruh Kodok (Batrachostomus javensis) yang sedang bersarang.

Tak hanya pengamatan burung, kawasan ini juga cocok untuk pengamatan primata. Siti Balqis Kadijah, mahasiswi magang IPB University, menjelaskan bahwa di Blok Dindingari terdapat lima jenis primata, termasuk dua yang endemik Jawa: Owa Jawa (Hylobates moloch) dan Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), serta dua endemik Jawa Barat: Lutung Sunda (Tracypithecus mauritius) dan Surili (Presbytis comata), ditambah Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis).

“Untuk wisata minat khusus lainnya seperti pengamatan karnivora besar, ini benar-benar terbatas dan eksklusif. Bahkan ada tamu dari New Zealand yang akan kembali lagi November ini, selain para peneliti dan influencer. Ini jadi wisata minat khusus pertama di Indonesia yang menawarkan pengalaman pengamatan karnivora besar,” tutup Balqis. (LK)

Berita Terkait

Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata
Sapa Warga Berbasis Budaya, DPRD Jabar Dorong Pelestarian Pencak Silat di Karawang
Pipik Taufik Ismail: Legislator Jabar yang Aktif Serap Aspirasi hingga Pelosok Desa
BPKB Diduga Hilang di Samsat Karawang, Pelayanan Samsat Disorot Tajam
224 PJU Terpasang, DPRD Jabar Pastikan Penerangan Jalan di Karawang Tepat Sasaran
Anggota DPRD Karawang Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Dana Pribadi
Ribuan Kupon Berhadiah Motor Dibagikan di HUT ke-19 Laskar NKRI Karawang
Makanan Berulat di SPPG Sindangmulya Diduga Masuk ke Sekolah dan Posyandu, Aktivis Desak Penindakan Tegas
Berita ini 32 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 07:37

Bapenda Karawang Luncurkan SIPAKAR, Layanan Pajak Daerah Kini Terintegrasi Digital

Selasa, 14 April 2026 - 05:38

Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK

Senin, 13 April 2026 - 19:19

Cuma Modal KTP! Warga Karawang Kini Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS

Minggu, 12 April 2026 - 07:36

KRL Tembus Karawang, Cikampek Disiapkan Jadi Depo Utama

Sabtu, 11 April 2026 - 05:34

Turun ke Desa, Pipik Taufik Ismail Tampung Keluhan Warga soal PJU, Rutilahu, dan Drainase

Jumat, 10 April 2026 - 07:55

Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono

Kamis, 9 April 2026 - 18:55

LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Rabu, 8 April 2026 - 12:57

Prabowo Kumpulkan Kabinet, Putuskan Harga Haji Turun dan IUP di Kawasan Hutan Dievaluasi

Berita Terbaru