Ratusan Massa Gelar Aksi Damai Tolak THM, Warga BBC Soroti Hiburan Malam yang Sudah Beroperasi

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 09:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Ratusan masyarakat Karawang dari berbagai elemen umat Islam, ormas, santri, pemuda, hingga tokoh masyarakat menggelar aksi damai dan konvoi akbar pada Jum’at (19/9/2025). Aksi dimulai dari Masjid Al-Jihad Karawang, melintasi kawasan Ramayana, hingga menuju Tuparev, tepatnya di lokasi gedung eks Karawang Teater (KT) yang kini tengah direnovasi.

Aksi ini merupakan bentuk penolakan keras masyarakat terhadap rencana alih fungsi Karawang Teater yang dulunya merupakan bioskop bersejarah, menjadi tempat hiburan malam (THM) sejenis Holywings. Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa gedung KT tidak akan difungsikan kembali sebagai bioskop, melainkan disulap menjadi diskotik, pub, dan usaha hiburan sejenis.

Massa membawa spanduk dan poster penolakan dengan pesan tegas bahwa keberadaan THM tidak sesuai dengan norma agama, sosial, maupun budaya masyarakat Karawang. Mereka juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mudah memberikan izin kepada usaha hiburan malam.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korlap aksi, Ustadz Muhammad Robi Niay, menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk menyuarakan kepedulian masyarakat Karawang. “Kasus penderita HIV di Karawang sudah banyak. Jangan sampai semakin bertambah karena keberadaan THM. Kami mengingatkan pemerintah daerah, jangan pernah memberikan izin baru dan jangan memperpanjang izin lama. Itu tidak akan membuat kaya, justru menjadi dosa jariyah,” ujarnya lantang dalam orasi.

Selain orasi, massa aksi menyerahkan surat aspirasi kepada Bupati Karawang yang diterima langsung oleh Satpol PP Kabupaten Karawang, Basuki Rachmat. Surat tersebut berisi dua tuntutan utama, yakni menolak keras pendirian THM baru khususnya usaha Holywings, serta meminta agar izin-izin hiburan malam yang sudah ada dicabut atau minimal tidak diperpanjang.

Baca Juga:  Papan Reklame Kropos di Karawang Belum Diperbaiki, Satpol PP Beri Teguran Keras

Para peserta aksi menilai bahwa keberadaan THM menjadi salah satu pusat penyebaran penyakit masyarakat, mulai dari HIV/AIDS, narkoba, pergaulan bebas, hingga minuman keras. “Masyarakat menginginkan Karawang bersih dari THM. In syaa Allah, jika daerah ini terbebas dari tempat-tempat maksiat, Karawang akan menjadi daerah yang lebih berkah, aman, dan bermartabat,” ujar salah satu peserta aksi.

Namun di sisi lain, suara berbeda muncul dari warga Babakan Cianjur (BBC). Mereka menyoroti hiburan malam yang sudah lama beroperasi di Karawang dan justru sering mengganggu warga sekitar. Salah satunya adalah Nisen, warga BBC, yang kecewa dengan pembiaran aktivitas THM tertentu.

“Kalau soal Holywings itu kan masih isu, belum jelas jadi atau tidak. Yang sudah jelas ada dan tiap malam bikin resah itu Tipsy, Venus, sampai jam dua tiga pagi musiknya berisik. Itu yang harus didatangi dulu. Kalau mereka tidak ditertibkan, kami yang akan geruduk. Kami sudah cukup sabar, tapi lama-lama terganggu juga,” tegas Nisen.

Ia menambahkan, warga BBC ingin tahu alasan di balik langgengnya operasional tempat hiburan malam tersebut tanpa ada tindakan tegas dari aparat. “Awalnya kami diam, karena ada juga anak-anak kita yang kerja di sana. Tapi kalau terus-terusan mengganggu, kami siap adakan aksi,” tambahnya.

Aksi damai penolakan THM ini berjalan tertib dengan pengawalan kepolisian dan Satpol PP. Usai penyampaian aspirasi, massa membubarkan diri. Namun sorotan warga BBC terhadap THM yang sudah beroperasi menjadi catatan tambahan bagi pemerintah daerah agar tidak hanya fokus pada isu Holywings, melainkan juga menindak tegas tempat hiburan yang nyata-nyata mengganggu ketertiban umum. (Nur/LK)

Berita Terkait

Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
DPRD Karawang Resmi Dukung Draft RUU Perlindungan Ketenagakerjaan
Skandal KPR Fiktif Karawang Makin Melebar! Kejari Tetapkan Dua Bos Bank Himbara Jadi Tersangka, Total Kini 7 Orang
Proyek Jalan di Puseurjaya Disorot, Muncul Dugaan Permintaan Uang Koordinasi hingga Jutaan Rupiah
63 Desa Terima LHP AMJ, Publik Karawang Menanti Dibukanya Temuan dan Tindak Lanjut
Dugaan Penyimpangan BUMDes dan BLT Dana Desa Mencuat di Desa Gombongsari, Departemen Umum Hankam 88 Laskar NKRI Siap Tempuh Jalur Hukum
MBG untuk Anak, Bukan untuk Ulat: Dugaan Temuan Ulat di SDN Ciptamargi 4 Harus Diusut
Berita ini 309 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 07:22

Reuni Karyawan PT Farel Internusa Pratama Digelar di Kalimati Amansari, Pererat Silaturahmi Lewat Makan Bersama

Sabtu, 5 September 2026 - 06:55

Korupsi KPR Fiktif PT BAS Rp237 Miliar, Wakil Ketua Bidang Advokasi PDIP Karawang Desak Kejari Bongkar Dugaan Keterlibatan Oknum BTN

Rabu, 2 September 2026 - 04:48

Ratiban Rutin di Kediaman Marjono, Ratusan Warga Sumber urip Padati Doa Bersama Setiap Selasa Malam

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:26

Mr. Kim: Coffee Morning Kodim 0604 Karawang Jadi Sejarah Baru Sinergi TNI dengan Ormas dan LSM

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41

Direktur CV. Pakar Bangunan Konstruksi,Nurhali Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Semangat Gotong Royong dan Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 07:35

Hj. Saidah Anwar Nahkodai PBI Karawang Periode 2026–2030, Siap Bangun Prestasi Olahraga Boling

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:48

Puji Gerak Cepat Bupati Karawang, Ketua Pembina KIS Esther Tan Apresiasi Penanganan Kasus Karmila

Kamis, 6 Agustus 2026 - 06:15

Langkah Cepat Pemkab Karawang Atasi Kendala Sekolah Ananda Karmila, Tuai Apresiasi dari PSI dan Komunitas KIS

Berita Terbaru