Karawang, Lintaskarawang.com — Pengurus dan locu Yayasan Vihara Darma Prasada Karawang (Bio Kwan Tee Kun) melaksanakan ritual persembahyangan Cioko pada akhir bulan 7 Cit Gwe. Ritual ini merupakan tradisi memberikan persembahan kepada arwah dua leluhur yang tidak disembahyangi oleh keluarga mereka, Pada Kamis, (17/09/25).
“Persembahan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada arwah leluhur yang terlupakan,” ujar Bapak Heri Wiratma, selaku pengurus Bio Kwan Tee Kun Karawang. Sebelum prosesi persembahyangan, pengurus dan locu terlebih dahulu menggelar doa bersama yang ditujukan kepada para arwah leluhur, agar mereka yang terlihat maupun tidak terlihat dapat berbahagia.
Antusiasme warga sekitar sangat tinggi, mereka mulai berdatangan sejak pukul 03.00 WIB dini hari untuk mengikuti acara rebutan sesaji yang diletakkan di meja altar. Tradisi rebutan ini dipercaya membawa keberkahan bagi warga yang berhasil mendapatkannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah seorang warga, Bapak Wawan, berharap agar tahun depan acara bisa berlangsung lebih tertib dan kondusif. “Semoga di tahun depan anak-anak tidak diajak ikut rebutan agar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Setelah acara rebutan selesai, pengurus dan locu melanjutkan ritual dengan membakar uang kertas, baju, dan patung Bun Tay Su. Prosesi pembakaran ini bertujuan mengirimkan berkah kepada para arwah leluhur.
Ritual persembahyangan Cioko ini tidak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga mempererat kebersamaan warga dalam menjaga tradisi dan budaya lokal.
Penulis: Iwan
Editor: Aan













Tinggalkan Balasan