Karawang, Lintaskarawang.com – Pemerintah Desa Sindangmukti menggelar acara minggon desa pada Rabu (17/9/2025) dengan agenda utama klarifikasi isu terkait mobil ambulans desa. Kegiatan ini turut menghadirkan tokoh masyarakat setempat dan Camat Kutawaluya agar informasi yang berkembang di publik bisa diluruskan secara terbuka.
Kepala Desa Sindangmukti menegaskan bahwa sejak dirinya menjabat, mobil ambulans desa tetap ada meskipun kondisinya sering mengalami kerusakan. “Alhamdulillah mobil ambulans itu ada, walaupun sering rusak dan membutuhkan biaya perawatan yang besar. Setelah dilakukan survei oleh bagian aset Pemda, mobil itu dinyatakan tidak layak pakai dan akhirnya kami kembalikan pada Februari 2025,” jelasnya.
Ia mengakui sejak Februari 2025 tidak ada lagi mobil operasional di desa. Namun, pelayanan kepada masyarakat disebut tetap berjalan maksimal. “Kami sudah menyampaikan kepada PSM dan aparat desa, bila ada warga sakit dan membutuhkan pertolongan cepat, tetap bisa difasilitasi. Jangan sampai pelayanan berhenti hanya karena tidak ada ambulans,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, pihak desa telah memasukkan usulan pengadaan ambulans baru dalam Musrenbang Desa pada Agustus 2025 untuk diprioritaskan di tahun 2026. “Kita sudah cantumkan dalam musrenbang. Selanjutnya tinggal menunggu hasil dari skala prioritas Pemda,” tambahnya.
Menanggapi isu di media sosial yang menyebut dirinya tidak akan pernah mengadakan ambulans, Kepala Desa Sindangmukti menilai informasi itu menyesatkan. “Saya tidak pernah didatangi karang taruna untuk membahas ambulans. Isu di medsos itu tidak benar. Jangan sampai masyarakat mudah terpancing kabar yang tidak jelas,” ungkapnya.
Dalam sesi tanya jawab, seorang warga yang disebut-sebut sebagai penggerak isu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengaku sebagai karang taruna. Ia menyatakan hanya menyampaikan keresahan warga terkait kebutuhan mendesak akan ambulans. “Saya tidak bohong. Apa yang saya sampaikan murni aspirasi masyarakat. Saya malu kalau warga harus dibawa dengan ambulans desa lain. Itu menyedihkan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan ambulans pernah diusulkan dalam forum desa oleh PSM dan Ia hadir disaat masih aktif (Karangtaruna-red). “Ambulans itu sangat urgen, ini soal nyawa. Saya hanya ingin desa ini lebih peduli dan transparan,” tegasnya.
Ia menilai forum klarifikasi ini sebagai langkah positif untuk menjaga kondusivitas desa. “Kami hadir di sini sebagai bukti cinta pada Desa Sindangmukti. Harapannya, jika ada musdus atau musdes, masyarakat dilibatkan agar aspirasi bisa tersampaikan. Dengan begitu, tidak ada anggapan bahwa kebijakan desa mengabaikan suara warga,” ujarnya.
Acara minggon desa akhirnya ditutup dengan kesepakatan bersama untuk mencari solusi terbaik terkait pelayanan kesehatan masyarakat. Semua pihak berharap, polemik di media sosial tidak lagi memecah belah warga, melainkan menjadi bahan evaluasi demi membangun Desa Sindangmukti yang lebih baik. (LK)













Tinggalkan Balasan