Karawang, Lintaskarawang.com – Skandal dugaan pemalsuan dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) kembali menyeruak dan menimbulkan kegaduhan. Kali ini, suara keras datang dari aktivis muda Karawang, Nurdin Syam yang akrab disapa Mr. Kim. Ia blak-blakan menyebut bahwa pelaku bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan oknum luar yang lihai memanfaatkan jaringan di dinas pemerintahan.
“Pelakunya bukan ASN, tapi orang luar yang mondar-mandir di dinas. Mereka bikin SPK palsu sebagai modus untuk menipu. Yang lebih gawat, mereka pintar memanfaatkan kedekatan dengan ASN agar dipercaya para pemborong, khususnya yang berasal dari luar Karawang,” tegas Mr. Kim, Senin (18/8).
Lebih jauh, Mr. Kim menilai praktik kotor semacam ini bukanlah hal baru. Ia menyinggung bahwa modus serupa bahkan sudah berulang kali muncul di sejumlah dinas strategis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau pemborong dari Karawang biasanya masih konfirmasi dulu ke ASN terkait. Tapi kalau pemborong dari luar daerah, gampang sekali jadi korban. Bahkan permainan ini pernah terjadi di dinas PUPR dan Disdik. Pemainnya itu-itu saja, kalian pun pasti tahu siapa orangnya,” sindirnya tajam.
Pernyataan Mr. Kim sontak mengguncang publik. Pasalnya, dugaan adanya “mafia proyek” yang menunggangi jaringan internal dinas semakin menguat. Kecurigaan masyarakat kini tertuju pada sosok misterius yang disebut-sebut sebagai aktor di balik skema SPK palsu tersebut.
Apalagi, laporan dugaan pemalsuan dokumen sudah masuk ke ranah kepolisian. Hal ini menandakan persoalan bukan lagi sekadar isu, tetapi berpotensi menyeret oknum-oknum yang selama ini merasa kebal hukum.
Menurut Mr. Kim, jika fenomena ini dibiarkan, maka akan terus mencoreng nama baik Pemkab Karawang. Ia menegaskan, publik berhak tahu siapa sebenarnya aktor intelektual di balik permainan proyek bodong tersebut.
“Jangan sampai ada stigma bahwa ASN pelakunya, padahal bukan. Saya sarankan Sekda Karawang membuat laporan balik untuk membersihkan nama baik pemerintahan. Kalau tidak, rakyat akan terus menganggap birokrasi Karawang sarang mafia,” tandasnya.
Skandal SPK palsu ini sekaligus membuka tabir betapa rawannya sektor pengadaan proyek di tubuh birokrasi daerah. Publik kini menanti langkah tegas, baik dari kepolisian maupun Pemkab Karawang, agar praktik kotor semacam ini benar-benar bisa diberantas hingga ke akar. (LK)













Tinggalkan Balasan