Karawang | Lintaskarawang.com – Suasana haru menyelimuti kegiatan pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Karawang, Rabu (29/04/26).
Dalam momen tersebut, pejabat lama, Christo Victor Nixon Toar, menyampaikan pesan perpisahan sekaligus refleksi atas masa tugasnya selama lebih dari dua tahun.
Acara dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kapolres Karawang, perwakilan Bupati Karawang, unsur TNI, Kejaksaan, BNNK, KPU, para kepala UPT, tokoh agama, hingga insan pers.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Christo mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kinerjanya selama menjabat, ia menyebut sinergi antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong perubahan di Lapas Karawang.
“Terima kasih atas arahan dan bimbingan semua pihak, sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik dan memperoleh kepercayaan untuk promosi,” ujarnya.
Selama menjabat kurang lebih dua tahun lima bulan, Christo mengaku menghadapi berbagai tantangan, termasuk stigma Lapas Karawang yang sebelumnya dikenal sebagai zona merah, bahkan, ia sempat menolak penugasan tersebut saat pertama kali ditunjuk.
Namun, seiring waktu, ia melihat adanya semangat perubahan dari seluruh jajaran petugas, tahun 2024 pun ia canangkan sebagai Tahun Perubahan dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, kualitas SDM menjadi faktor krusial dalam keberhasilan lembaga pemasyarakatan, baik dari sisi pelayanan maupun pengamanan.
“Tanpa SDM yang kuat, petugas tidak akan mampu menjalankan tugas dengan optimal,” tegasnya.
Selain itu, pembenahan standar operasional prosedur (SOP) menjadi prioritas selama masa kepemimpinannya, Ia mewajibkan setiap kepala seksi untuk memastikan seluruh petugas memahami tugas dan fungsi masing-masing.
Dari upaya tersebut, kesadaran akan pentingnya integritas mulai tumbuh, yang kemudian mendorong Lapas Karawang menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Ini bukan semata hasil kepemimpinan, tetapi karena adanya kemauan bersama untuk berubah,” katanya.
Christo juga mengungkapkan proses mutasinya ke Lapas Kelas I Malang berlangsung cepat, ia menerima panggilan mendadak pada 8 April dan langsung menjalani pelantikan keesokan harinya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para pemangku kepentingan karena tidak sempat berpamitan secara langsung.
“Saya mohon maaf karena tidak sempat berpamitan satu per satu, waktunya sangat terbatas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Christo turut menyampaikan apresiasi kepada Forkopimda, instansi vertikal, serta media massa yang dinilai berperan penting dalam menjaga kondusivitas selama masa kepemimpinannya.
Ia berharap program yang telah berjalan dapat dilanjutkan oleh pejabat baru, Ma’ruf Prasetyo Hadianto, serta seluruh jajaran tetap menjaga komitmen pelayanan kepada masyarakat dan warga binaan.
“Marilah kita terus memberikan pelayanan terbaik, sebelum semangat itu hilang,” pesannya.
Menutup sambutannya, Christo memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan, seraya menegaskan bahwa ketegasan yang diterapkan semata untuk perbaikan organisasi.
Penulis: Ripai
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan