Remaja Putri di Karawang Diduga Dikeroyok Tiga Rekan Sebaya, Polisi Lakukan Penyelidikan

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Poto: Remaja Puteri Asal Karawang di Duga Jadi Korban Pengeroyokan Oleh Teman Sebayanya

Ilustrasi Poto: Remaja Puteri Asal Karawang di Duga Jadi Korban Pengeroyokan Oleh Teman Sebayanya

Karawang, Lintaskarawang.com – Seorang remaja putri berinisial SAJ (15) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga rekan sebayanya di Desa Jayanegara, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang. Kasus tersebut kini dalam penanganan Polres Karawang.

Peristiwa itu terjadi di area lapangan Jalan Buer Turi, Dusun Cikeleng, pada Senin (02/03/26) sekitar pukul 17.56 WIB.

Kasi Humas Polres Karawang, Cep Wildan, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Menurutnya, korban diduga mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh tiga remaja perempuan berinisial AK, WS, dan A. Ketiganya saat ini telah berstatus sebagai terlapor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka diduga melakukan aksi kekerasan fisik terhadap korban SAJ, warga Dusun V, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon,” ujar Wildan, Rabu (04/03/26).

Baca Juga:  Gedung Baru Satres Narkoba Polres Karawang Resmi Beroperasi, Perkuat Pemberantasan Narkoba

Kasus ini terungkap setelah kakak korban, Yopi Setiawan (35), melaporkannya ke pihak kepolisian. Saat kejadian, Yopi diketahui tengah bekerja di Jakarta, ia menerima telepon dari seorang saksi berinisial AMZ (19) yang mengabarkan bahwa adiknya menjadi korban penganiayaan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban dijemput oleh salah seorang terlapor dengan alasan akan dibelikan bolu. Namun, korban justru dibawa ke sebuah warung di dekat lapangan di Dusun Cikeleng, lokasi yang kemudian menjadi tempat terjadinya dugaan pengeroyokan.

Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terkait motif aksi kekerasan tersebut serta memeriksa sejumlah saksi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Penulis: Aan Ade Warino

Berita Terkait

Ahmad Basuni Nomor Urut 1, Ahmad Jaenudin Nomor 2 dalam Pilkades Sampalan Kutawaluya
Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.
Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan
SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM
Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian
GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:53

Masyarakat Soroti Pembangunan Rehabilitasi Mushola SMPN I Pakisjaya Diduga Tidak Transparan.dan abaikan K3.

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:43

Dugaan Penjualan Buku LKS Rp15 Ribu di SDN Gempol Karya 1 Jadi Sorotan, Aturan Bupati Karawang Dipertanyakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 07:03

SEGEL DIPASANG, AKTIVITAS DIDUGA BERJALAN: MENGUJI KETEGASAN DAN KOMITMEN PEMERINTAH KABUPATEN SUBANG TERHADAP PT CMM

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:24

Dugaan Korupsi Dana Desa TA 2025 Desa Kutaampel. H Karna : Ini Dalam Proses Pemeriksaan Pihak Kepolisian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:03

MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Berita Terbaru