Karawang, | Lintaskarawang.com Anjloknya harga gabah pasca banjir yang merendam area persawahan di sejumlah wilayah Karawang menjadi perhatian serius petani. Di Dusun Jati Tengah, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya, harga gabah di tingkat petani saat ini hanya ditawar sekitar Rp3.000 hingga Rp3.500 per kilogram, kondisi yang dinilai sangat merugikan petani.
Hal tersebut disampaikan oleh Arpah Anwar, yang akrab disapa Kang Deris, selaku perwakilan petani setempat. Menurutnya, banjir menyebabkan penurunan kualitas padi sehingga berdampak langsung pada rendahnya harga jual gabah.
“Petani benar-benar menjerit. Selain sawah terendam banjir, gabah juga dihargai sangat murah. Ini membuat petani dipastikan merugi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kondisi tersebut, muncul informasi yang dinilai menjadi angin segar bagi petani. Bu Mumun, anggota DPRD Kabupaten Karawang dari PKS Dapil 2 yang juga tergabung dalam Komisi II, menyampaikan bahwa telah ada kesepakatan antara Bulog dan Pemerintah Daerah terkait langkah penanganan harga gabah petani.
Meski demikian, informasi tersebut masih perlu dilakukan konfirmasi lanjutan untuk memastikan kesiapan dan mekanisme pelaksanaannya di lapangan. Apabila kesepakatan tersebut telah final, tahapan berikutnya adalah melakukan pendataan petani yang siap panen, sehingga mereka dapat memperoleh harga beli gabah yang wajar.
Petani berharap kesepakatan tersebut tidak berhenti di tingkat wacana, melainkan segera direalisasikan agar mampu menahan laju penurunan harga gabah di tengah kondisi darurat akibat banjir.
Sebagai daerah penopang swasembada pangan nasional, Karawang dinilai perlu memastikan adanya perlindungan nyata bagi petani, terutama saat mereka terdampak bencana alam dan tekanan harga pasar secara bersamaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bulog dan Pemerintah Daerah masih menunggu proses konfirmasi lanjutan terkait teknis penyerapan gabah petani terdampak banjir.
(Nur)













Tinggalkan Balasan