Warga Mekarsari Mengaku Tak Pernah Terima Bansos, Pemdes Jelaskan Proses Verifikasi DTKS

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 11:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc istimewa: Kantor Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang

Doc istimewa: Kantor Desa Mekarsari Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang

Karawang, Lintaskarawang.com — Seorang warga Desa Mekarsari, Kecamatan Jatisari, melaporkan belum pernah menerima bantuan sosial (bansos) meski kondisi ekonominya serba terbatas. Warga yang berprofesi sebagai ojek pangkalan itu mengaku sudah bertahun-tahun tidak tersentuh bantuan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, pihak Pemerintah Desa Mekarsari melalui Kepala Dusun Jujun Junaedi dan operator desa memberikan penjelasan bahwa data warga miskin di wilayahnya sudah diperbarui dan diinput ulang ke sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Namun, proses penentuan kelayakan penerima bantuan tidak sepenuhnya menjadi kewenangan desa.

“Kami sudah input data terbaru. Tapi yang menentukan diterima atau tidak itu pihak Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS),” ujar Jujun Junaedi saat dikonfirmasi, Senin (27/10/25).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut pihak desa, hasil pengecekan menunjukkan bahwa warga pelapor tersebut tercatat berada di desil 9, kategori yang dianggap tidak terlalu miskin sehingga belum masuk prioritas penerima bantuan. Pihak desa pun mengaku heran dengan hasil penilaian tersebut.

“Penghasilannya tidak menentu, istrinya di rumah, kadang bantu-bantu di luar, kok bisa desil 9? Kami juga heran,” tambah Jujun.

Sementara itu, operator Desa Mekarsari menjelaskan bahwa desa saat ini tengah mengusulkan penurunan desil bagi warga tersebut agar dapat masuk daftar prioritas penerima bansos berikutnya. Prosesnya dilakukan melalui pembaruan data secara langsung di aplikasi milik Dinas Sosial.

Baca Juga:  Mr. KiM: Dugaan Penyalahgunaan Wewenang di DPKP Karawang Masih Sebatas Isu

“Data sedang diperbarui. Kadang aplikasinya eror, susah submit, jadi kami tunggu malam baru bisa masuk. Tapi tetap kami usahakan supaya warga yang benar-benar membutuhkan bisa terdata,” kata operator desa.

Desa Mekarsari juga mengimbau agar warga datang langsung ke kantor desa apabila merasa layak mendapatkan bantuan sosial, tanpa melalui perantara. Data akan dimasukkan ke dalam antrian, sebab penerima bansos memiliki batas waktu maksimal selama lima tahun, dan setiap tahun ada evaluasi serta pergantian penerima.

Pihak desa menambahkan bahwa finalisasi data biasanya dilakukan setiap tiga bulan sekali, dengan pembaruan terakhir pada Oktober dan jadwal berikutnya pada Desember.

“Kalau datanya tidak dirubah, ya tidak akan berubah statusnya. Jadi warga kami minta aktif melapor ke desa,” tutup Jujun.

Warga Mekarsari berharap agar proses verifikasi dan klasifikasi ekonomi masyarakat oleh Dinas Sosial serta BPS bisa lebih akurat, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.

Penulis: Andri

Editor: Aan

Berita Terkait

GWN Desak Usut Tuntas Kematian Massal Ikan di Saluran Irigasi Johar
LBH GABBAR Surati BAPENDA Karawang, Minta Klarifikasi Pengelolaan Pajak Daerah dan Upah Pungut
Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat
Keadilan yang Tertunda, Pelapor Soroti Lambannya Penanganan Kasus di Polsek Kedungwaringin
Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemuda Pancasila PAC Klari Gelar Tabur Bunga di TMP Pancawati
Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab
Aliansi LBH Karawang Bawa Kasus Grand Swarna dan Kartika Residence ke Senayan
Berita ini 37 kali dibaca

Satu tanggapan untuk “Warga Mekarsari Mengaku Tak Pernah Terima Bansos, Pemdes Jelaskan Proses Verifikasi DTKS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:07

LBH GABBAR Surati BAPENDA Karawang, Minta Klarifikasi Pengelolaan Pajak Daerah dan Upah Pungut

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34

Ketua DPAC PSN Tempuran Serahkan Tembusan SK Kepengurusan kepada Muspika, Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Aparat

Senin, 1 Juni 2026 - 06:09

Maju di Pilkades Rengasdengklok Selatan, Aka Prioritaskan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 1 Juni 2026 - 02:52

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Ujang Suhana: Bung Karno Beri Nyali, Tan Malaka Beri Otak, Prabu Siliwangi Beri Adab

Minggu, 31 Mei 2026 - 06:03

Proyek Drainase Pulojaya Disorot: Kualitas Dipertanyakan, Pengawas Jangan Tutup Mata!

Sabtu, 30 Mei 2026 - 02:22

Ade Golun PJT II Keluhkan Semrawutnya Kabel dan Tiang Utilitas yang Hambat Normalisasi Saluran di Batujaya

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:51

Natala Sumedha Soroti Dugaan Wanprestasi PT CNP, Pemkab Karawang Diminta Tegas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:44

Alfamart di Kalijaya Diprotes Warga, Legalitas Perizinan Belum Terjawab dalam Musyawarah

Berita Terbaru