Ekonomi Kreatif Karawang Jalan di Tempat Sementara UMKM Terus Melaju

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 01:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com — Dalam dua tahun terakhir, geliat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinan Bupati H. Aep Syaepuloh, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM berhasil menghadirkan sejumlah program nyata yang dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil.

Program pelatihan digital marketing di sekolah-sekolah, pendampingan wirausaha muda, hingga pembaruan data UMKM yang lebih akurat dan partisipatif menjadi bukti nyata arah pembangunan ekonomi kerakyatan yang berpihak pada sektor riil dan sumber daya lokal.

Namun di balik kemajuan itu, sektor **ekonomi kreatif (ekraf)** di Karawang justru menunjukkan kondisi sebaliknya. Meskipun memiliki potensi besar dan dukungan anggaran yang dinilai cukup, geliat pengembangan ekraf tampak stagnan, bahkan hampir tak terdengar gaungnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Potensi Besar, Realisasi Minim

Karawang sejatinya memiliki kekayaan besar di sektor kreatif — mulai dari seni pertunjukan, kriya, musik, desain, kuliner, hingga konten digital yang tengah digemari generasi muda. Namun fakta di lapangan menunjukkan, potensi itu belum digarap secara serius.

Banyak komunitas seni, pelaku kreatif, dan wirausaha muda mengaku tidak pernah dilibatkan dalam program pemerintah daerah, khususnya yang berada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Mereka menilai kegiatan yang ada tidak berkesinambungan, minim publikasi, dan tanpa dampak ekonomi nyata.

Kalau lihat di laporan, seolah-olah ekraf Karawang berkembang pesat. Tapi tanya saja ke komunitas musik, teater, desain, atau kuliner kreatif — hampir semua bilang nggak ada kegiatan. Kami hanya dengar kabar soal anggaran besar, tapi nggak tahu kemana perginya,” ujar seorang aktivis komunitas seni di Karawang yang enggan disebut namanya.

Minimnya sinergi antar lembaga dan ketiadaan visi jangka panjang disebut menjadi akar persoalan lemahnya pengembangan ekraf Karawang. Tanpa strategi berbasis data, potensi lokal, dan kebutuhan pelaku, kebijakan yang dijalankan dinilai hanya bersifat normatif dan seremonial.

Talenta Muda Mencari Ruang di Luar Daerah

Kondisi tersebut berdampak langsung pada regenerasi pelaku kreatif lokal. Banyak anak muda Karawang akhirnya memilih mengembangkan karya di luar daerah karena merasa tidak mendapat ruang tumbuh di kampung halamannya sendiri.

Baca Juga:  POSKO MUDIK TERPADU RESMI DITUTUP OLEH PERWAKILAN TIM RELAWAN KABUPATEN KARAWANG

Padahal, dengan posisi Karawang sebagai penyangga megapolitan Jabodetabek, peluang industri kreatif sebenarnya sangat besar — terutama di sektor film, musik, fashion, dan konten digital. Tanpa dukungan nyata dari pemerintah daerah, potensi ekonomi baru ini terancam tak berkembang.

Kritik dari Kalangan Muda

Ketua Divisi Ekonomi DPD GMPI Karawang, Kang Bagas, turut menyoroti kondisi ini. Ia mengapresiasi langkah konkret Bupati Aep melalui Dinas Koperasi dan UMKM, namun menilai kinerja dinas lain, terutama yang membidangi ekonomi kreatif, belum menunjukkan hasil signifikan.

Kita akui, pengembangan UMKM di Karawang dua tahun terakhir cukup bagus. Banyak pelatihan, pendampingan, dan dukungan nyata dari Dinas Koperasi dan UMKM. Tapi yang sangat disayangkan, sektor ekonomi kreatif justru seperti jalan di tempat. Padahal, sektor inilah yang mestinya membuka peluang kerja baru bagi anak muda,” ujar Bagas.

Menurutnya, generasi muda Karawang saat ini menghadapi tantangan besar: **angka pengangguran tinggi, persaingan kerja ketat, dan perubahan ekonomi akibat digitalisasi**. Dalam situasi seperti itu, peran pemerintah daerah seharusnya menjadi pendorong utama inovasi dan kreativitas.

Kalau pemerintah daerah serius membangun ekonomi kerakyatan, semestinya tidak berhenti di UMKM saja. Ada 15–16 subsektor ekonomi kreatif yang juga perlu didukung. Ekraf itu bagian penting dari masa depan ekonomi lokal,” tegas Bagas.

Menanti Keseriusan Pemerintah Daerah

Kritik dan keluhan dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di Karawang masih butuh perhatian serius. Tanpa pembenahan strategi dan kolaborasi lintas sektor, potensi besar Karawang di bidang kreatif dikhawatirkan hanya akan menjadi catatan di atas kertas.

Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mulai membangun ekosistem kreatif yang sehat — meliputi inkubasi usaha kreatif, ruang ekspresi, akses pasar digital, serta jaringan antar komunitas.

Karawang memiliki modal besar — baik dari sisi sumber daya manusia maupun posisi strategis. Kini, tantangannya tinggal bagaimana potensi itu diolah menjadi kekuatan ekonomi baru yang benar-benar berpihak pada masyarakat dan generasi muda.

(Wahid)

Berita Terkait

NAMA SAMBAS MUNCUL DALAM PENGADAAN RAPAT K3S, STATUS ASN KORWIL DIPERTANYAKAN: ADA POTENSI KONFLIK KEPENTINGAN?
Diduga Ada Pembiayaan Ganda Operasional Korwil Cambidik, Transparansi Disdik Karawang Dipertanyakan
Bupati Aep Wujudkan Janji, Modul Belajar Gratis Hadir untuk Siswa SD dan SMP se-Karawang
Bhabinkamtibmas Polsek Rengasdengklok Bersama Masyarakat dan Mahasiswa KKN Unsika Gelar Kerja Bakti Bersihkan Eceng gondok
Tasyakuran Milad Karang Taruna Guruh Raja Gumilang Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial dan Persatuan Pemuda
Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Telukbango, Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak untuk Masyarakat.
Serap Aspirasi Warga Rengasdengklok, Pipik Taufik Tegaskan Pengawasan Anggaran Harus Berdampak Nyata
NOBAR JUARA Gairahkan Ekonomi Karawang, Pemkab Bidik Transaksi UMKM Tembus Rp1 Miliar Selama Piala Dunia 2026
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:14

Jembatan Perintis Garuda Diresmikan, Sambungkan Kalijati-Kamurang dan Permudah Akses Warga

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:56

56 Pramuka Karawang Dilepas Menuju Jambore Nasional XII 2026 di Cibubur

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:00

Ketua KSM GMBI Kedungwaringin Apresiasi Polsek, Dorong Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 9 Agustus 2026 - 03:45

‎Pemkab Karawang Tertibkan 93 Bangunan Liar di Sekitar Gerbang Tol Karawang Timur ‎

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:59

Gerak Cepat! H. Karsim Langsung Eksekusi Normalisasi Irigasi Usai Petani Mengeluh

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:16

Maju sebagai Calon BPD Desa Darawolong,Robi Herawan Nomor Urut 2 Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Dusun Kali Jeruk.

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:20

Cetak Bibit Juara, Pemkab Karawang Gelontorkan Rp32,7 Miliar untuk Infrastruktur Olahraga dan Pendidikan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:58

Dewan Tani H. Karsim Perintahkan Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Jalur Pertamina di Rawamerta

Berita Terbaru