Polemik Pengelolaan Limbah PT. MIM–Vamindo di Sumurkondang Kian Memanas, Warga Tuntut Transparansi dan Keadilan Lingkungan

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Polemik kerja sama antara PT. Multi Indo Mandiri (MIM) perusahaan di bawah Wings Group dengan PT. Vamindo Jaya dalam pengelolaan limbah di Desa Sumurkondang, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, kini kian memanas. Sejumlah elemen masyarakat menilai ada dugaan praktik monopoli dan pelanggaran terhadap prinsip keadilan lingkungan.

Senin, 20 Oktober 2025, ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Forum Masyarakat Sumurkondang Bersatu (FMSB) bersama aliansi LSM Karawang menggelar aksi moral dan unjuk rasa damai di depan kawasan PT. MIM. Mereka menuntut transparansi dokumen kerja sama, penegakan hukum lingkungan yang berimbang, serta penghentian segala bentuk monopoli dalam pengelolaan limbah industri.

Namun, langkah aspiratif warga tersebut justru mendapat penolakan langsung dari Kepala Desa Sumurkondang. Dalam surat resmi bernomor 850/43/Ds/2025 tertanggal 17 Oktober 2025, sang kades meminta aparat kepolisian menertibkan aksi warga dengan dalih menjaga “kondusifitas investasi dan keamanan lingkungan.” Sikap ini menuai kritik keras dari berbagai pihak karena dianggap mengabaikan hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Situasi makin kompleks ketika muncul kelompok tandingan yang mengatasnamakan dukungan terhadap “kondusifitas investasi”. Kelompok ini disebut-sebut berasal dari unsur perangkat desa dan diduga mendapat dukungan pihak tertentu untuk melemahkan tuntutan warga. Di lapangan, dua kubu massa tampak berseberangan satu menuntut keadilan dan keterbukaan, satu lagi membela investasi.

Koordinator FMSB, Gopal, dalam orasinya menyampaikan rasa kecewa terhadap sikap pemerintah desa dan perusahaan besar tersebut.

“Ironis, industri sebesar ini berdiri di desa kami, tapi warga Sumurkondang tetap jadi penonton. Tidak ada keberpihakan terhadap pengangguran lokal. Kami hanya minta agar rekrutmen tenaga kerja tidak dibatasi usia dan memprioritaskan warga sekitar,” tegasnya di depan gerbang perusahaan.

Baca Juga:  Dugaan Pungli dalam Program PTSL di Desa Baturaden, Karawang

Aksi yang berlangsung sejak pagi itu bahkan diperkirakan berlanjut hingga malam hari, lantaran pihak perusahaan hanya bersedia menerima 10 orang perwakilan dari Forum FMSB. Namun dari pihak LSM, termasuk Barak dan Laskar NKRI, menolak pertemuan terbatas tersebut. “Permintaan kami jelas, yang hadir harus mencakup perwakilan dari NKRI, Barak, dan Paguyuban,” Ketua umum Barak Indonesia D, Sutejo MS, SH.

Sementara itu, LSM Barak menyatakan sikap tegas: jika pihak perusahaan tidak segera memberikan jawaban konkret, maka mereka siap mendatangkan anggota se-Jawa Barat untuk melakukan aksi lanjutan hari ini. Situasi di lokasi masih terpantau aman, meski mobilisasi massa terus bertambah.

Adapun tiga poin utama tuntutan massa adalah:

1. Penghapusan pembatasan usia tenaga kerja dan prioritas bagi warga sekitar;

2. Transparansi dan peningkatan dana CSR agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat desa;

3. Kejelasan dan legalitas pengelolaan limbah B3 dan non-B3, termasuk keberadaan izin manifest resmi dari instansi berwenang.

“Banyak kejanggalan dalam praktik PT. MIM ini. Kami malah dibenturkan dengan ibu-ibu yang diduga dikondisikan oleh pihak tertentu. Tapi faktanya, banyak juga ibu-ibu lain yang berorasi karena merasa dizalimi anak-anak mereka tidak pernah diberi kesempatan bekerja di sini,” pungkas Gopal.

(Fitri/Kardi)

 

 

 

Berita Terkait

DIDUGA INTIMIDASI ORATOR FMSB DI DEPAN BYD SUBANG, “BOS SAYA JANGAN DIGANGGU!” HAMPIR PICU KERUSUHAN
SETAHUN BERLALU, MASALAH DI SAMPALAN KEMBALI MENCuat: Septic Tank di Bahu Jalan Jadi Sorotan Proyek Pelebaran
Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian
Polsek Rengasdengklok Bergerak Cepat Tangani Kasus Bocah Tenggelam di Saluran Irigasi Desa Dewisari
Tawuran Pelajar di Klari Kembali Makan Korban, Lima Jari Siswa Putus Jadi Alarm Darurat Kekerasan Remaja
Selidiki Penyebab Kematian, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok Olah TKP Penemuan Mayat di Desa Kampung sawah
Kebakaran Hebat Hanguskan Belasan Lapak Palet di Jalur Pantura Waringinjaya, Lalu Lintas Lumpuh Total
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, Holywings Karawang Ditutup Sementara oleh Satpol PP
Berita ini 184 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:23

PT Jaya Refrigeration Equipment Klarifikasi Isu Loker Midea, Tegaskan Tak Pernah Bekerja Sama dengan AST

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:14

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Warga Lemah Duhur, Musholah Bocor hingga Irigasi Sawah Jadi Sorotan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:13

Panglima Chaunk Resmi Pimpin HANKAM DPP GMPI, Dewa Sena Serahkan SK Secara Langsung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:49

Kang Bagas Optimistis Abdul Gofur Unggul di Pilkades Wadas, SIWADAS Jadi Program Andalan Transparansi Desa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 00:32

Kebakaran Hebat Kantor BPN Karawang, Wamen ATR/BPN Tinjau Lokasi Kejadian

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:09

MASYARAKAT CIPEUNDEUY TEGAS TOLAK PT CMM, DESAK PEMERINTAH PERIKSA LEGALITAS DAN KEPATUHAN LINGKUNGAN

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:54

FMSB Gelar Seminar Lingkungan Hidup, Soroti Tantangan Industrialisasi di Kabupaten Subang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Berita Terbaru