Karawang, Lintaskarawang.com – Program bantuan sosial dari pemerintah pusat berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang. Pada tahap ini, kegiatan distribusi Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bansos PKH dan Sembako difokuskan di Desa Rengasdengklok Selatan, Kamis (9/10/2025).
Menariknya, meskipun terdapat dua desa penerima manfaat yakni Desa Amansari dan Desa Rengasdengklok Selatan, seluruh proses pembagian dilakukan terpusat di lokasi Desa Rengasdengklok Selatan untuk mempermudah koordinasi dan memastikan penyaluran berjalan lancar.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembagian kepada 754 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Amansari. Setelah istirahat siang pukul 12.01–13.00 WIB, dilanjutkan dengan pembagian untuk warga Rengasdengklok Selatan sebanyak 1.213 KPM, yang berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas dari pihak bank penyalur, pendamping sosial, serta aparat desa tampak bersinergi dalam memastikan kegiatan berjalan tertib dan sesuai prosedur. Masyarakat yang hadir diwajibkan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli untuk verifikasi data guna menjamin bahwa bantuan diterima oleh penerima yang sah.
Secara keseluruhan, jadwal distribusi bansos di Kecamatan Rengasdengklok berlangsung selama dua hari, 9–10 Oktober 2025, mencakup sejumlah desa lain seperti Dewisari, Kertasari, Rengasdengklok Utara, Karyasari, Dukuhkarya, Kalangsurya, dan Kalangsari, dengan total penerima sebanyak 5.497 KPM.
Warga penerima manfaat di Rengasdengklok Selatan dan Amansari tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini, terutama dalam menghadapi kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Melalui penyaluran terpusat dan tertib seperti ini, pemerintah berharap proses distribusi bantuan sosial dapat terus ditingkatkan kualitasnya, sehingga manfaat program PKH dan BPNT benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di tingkat desa. (LK)












