Karawang, Lintaskarawang.com – Pemerintah Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, mulai menyalurkan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2025, dengan total data penerima sebanyak 4.636 KPM.
Pelaksanaan hari pertama (5 Oktober) difokuskan untuk enam desa, yaitu Desa Kutagandok, Kutajaya, Kutakarya, Kutamukti, Kutaraja, dan Mulyajaya. Sementara pada hari kedua (6 Oktober), penyaluran dilanjutkan untuk desa Sampalan, Sindangkarya, Sindangmukti, Sindangmulya, Sindangsari, dan Waluya.
Namun, tidak seluruh data KPM dapat disalurkan karena telah dilakukan verifikasi dan pemadanan oleh pemerintah pusat melalui PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan). Sejumlah nama dinyatakan tidak layak menerima bantuan karena berbagai alasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Totalnya ada 4.636 KPM, namun tidak semuanya bisa disalurkan. Ada yang terindikasi terlibat judi online, sudah meninggal dunia, tidak terdaftar dalam deteksi bulan Agustus, atau berasal dari keluarga ASN,” ungkap Arif Wardani, Koordinator Kecamatan PKH Kutawaluya, saat ditemui di lokasi kegiatan, didampingi Asep Miraj.
Dalam proses pengambilan bantuan, pihak Bank BNI sebagai penyalur telah menetapkan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi oleh setiap KPM. Di antaranya adalah membawa KTP asli, fotokopi KTP sebanyak satu lembar, fotokopi Kartu Keluarga satu lembar, serta formulir chip dari desa. Penyaluran juga harus dihadiri langsung oleh KPM yang bersangkutan dan tidak boleh diwakilkan.
Hingga hari pertama pelaksanaan, proses penyaluran berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Tiga desa telah selesai dilayani dengan tertib berkat persiapan matang dari pihak Kecamatan Kutawaluya.
“Alhamdulillah, sampai saat ini sudah tiga desa berjalan dengan lancar. Kami sudah menyiapkan segalanya agar tidak terjadi kerumunan dan antrean panjang. Kami juga memisahkan antara jalur KPM PKH dan sembako, serta menyiapkan dua meja berbeda di aula kecamatan untuk mempercepat proses,” tambah Arif
Lebih lanjut, Asep miraj berharap agar para penerima bantuan tidak terlalu bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menekankan bahwa bantuan sosial bersifat sementara dan seharusnya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif.
“Harapannya, para KPM, baik PKH maupun sembako, tidak terlalu mengandalkan bansos. Bantuan ini hanya bersifat sementara, tapi semoga bisa memberdayakan untuk jangka panjang. Gunakanlah untuk keperluan penting seperti perlengkapan sekolah anak, seragam, buku, dan lainnya. Jangan untuk keperluan konsumtif,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memastikan bantuan sosial tepat sasaran dan disalurkan dengan tertib serta efisien kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
(Wahid)












