Berkat Pupuk Kujang, Akses ke Situ Kamojing Kini Mulus dan Ramai Dikunjungi

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 06:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Pupuk Kujang Cikampek membantu masyarakat dalam membangun infrastruktur wisata di Situ Kamojing, Karawang, Jawa Barat. Selain untuk memudahkan pengunjung mengakses danau buatan tersebut, bantuan infrastruktur ini diharapkan terus menimbulkan multiplier effect perekonomian masyarakat.

Sejak beberapa bulan ini, akses ke situ Kamojing menjadi lebih baik. Pupuk Kujang telah menyelesaikan pembangunan jalan sepanjang 270 meter pada 11 Juni 2025. Walhasil, masyarakat kini bisa mengakses Situ Kamojing lebih mudah, dan tak perlu lagi melalui jalan bergelombang, berdebu bahkan selalu becek saat musim hujan.

“Bantuan ini merupakan salah satu program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan kepada masyarakat. Terlebih Situ Kamojing adalah bangunan air bersejarah, masih penting, berumur panjang, dan masih digunakan dan dirasakan manfaatnya hingga saat ini,” kata Ade Cahya Kurniawan, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kujang, Kamis, 28 Agustus 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus Darsono, pengelola Situ Kamojing menuturkan, bantuan dari Pupuk Kujang meliputi jalan akses masuk, gapura, dan taman di Situ Kamojing. Menurut Agus, berbagai infrastruktur pendukung tersebut membuat Situ Kamojing lebih menarik. “Dengan dibangunnya jalan dan gapura menandakan ciri khas Situ Kamojing, sehingga banyak pengunjung penasaran datang ke sini,” kata Agus saat ditemui di Situ Kamojing, Selasa, 27 Agustus 2025.

Agus menjelaskan, sebelum jalan dicor Pupuk Kujang, akses masuk ke Situ Kamojing belum optimal, pengunjung harus melalui jalan berbatu, banyak debu saat kemarau, dan selalu becek saat musim hujan. “Sebelum akses masuk semulus ini, pengunjung agak sepi, apalagi saat musim hujan, jalan becek orang males lewat, sekarang mau hujan pun pengunjung datang, jalanan tak lagi becek, tingkat kunjungan lebih stabil,” Agus menjelaskan.

Perbaikan fasilitas pendukung di lokasi wisata tersebut juga berdampak pada perekonomian masyarakat. Agus mengatakan, sejak dikelola sebagai tempat wisata 2 tahun lalu, penghasilan warung belum stabil. Sebab, tingkat kunjungan belum stabil.

Baca Juga:  Tingkatkan Kemandirian Masyarakat, Pupuk Kujang Beri Pelatihan Servis AC Gratis untuk Warga

“Saat pengunjung sepi, dulu warung-warung sering tutup, tapi setelah jalan diperbaiki, tingkat kunjungan ke sini semakin meningkat. Dulu omzet warung rata-rata di kisaran Rp 200 ribu per hari. Namun kini, setelah jalan diperbaiki, tingkat kunjungan meningkat. Dalam sepekan bisa seribu orang tamu. Omzet warung rata-rata mencapai kisaran Rp 1 juta per hari,” Agus menambahkan.

Saat ini, ujar Agus, pengelola sedang menambah fasilitas lain di Situ Kamojing. Ia dan rekan-rekannya sedang membuat sejumlah rakit bambu, melengkapi speedboat dan perahu bebek saat akhir pekan. “Dengan sarana tambahan, pengunjung meningkat, juga tak lagi complain soal akses masuk,” kata Agus.

Situ Kamojing merupakan salah satu objek wisata potensial yang berpotensi terus berkembang. Dikelola menjadi tempat wisata sejak 2 tahun lalu, danau buatan yang sudah berumur seabad lebih itu akan terus ditata menjadi lebih baik, meningkatkan perkembangan ekonomi dan konektivitas ke lokasi tersebut.

Situ Kamojing dibangun pada tahun 1912, saat politik etis memengaruhi kebijakan pemerintah Kolonial Belanda. Di era Politik etis, Belanda melakukan program irigasi, emigrasi, dan edukasi untuk menebus kebijakan kolonial mereka yang eksploitatif di era ekonomi liberal (1870-1900). Walhasil, banyak bangunan air dan infrastruktur pertanian yang mereka bangun di wilayah pertanian.

Di Karawang misalnya, Selain Situ Kamojing, Belanda juga membagun Bendungan Walahar. Dua bangunan air itu adalah infrastruktur penting yang menimbulkan perubahan besar sejarah pertanian Karawang. Setelah dua bangunan air itu berfungsi, masyarakat Karawang tidak lagi bertani dengan sistem tadah hujan. Para petani di Karawang bisa mengairi sawahnya sepanjang tahun. (HL/KODAM)

Tentang PT Pupuk Kujang

PT Pupuk Kujang adalah produsen pupuk dan bahan kimia terkemuka di Indonesia, bagian dari Pupuk Indonesia Holding Company. Berkomitmen pada praktik bisnis yang berkelanjutan, Pupuk Kujang terus berinovasi untuk memberikan solusi pertanian yang ramah lingkungan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. (LK)

Berita Terkait

Tiga RSUD Karawang Raih Terbaik I Helaran Budaya, Bukti Kekompakan Layanan Publik
Diduga Kain Tampon Tertinggal di Rongga Hidung Pasien, Kuasa Hukum Soroti Penanganan RS Citra Sari Husada dan Minta DPRD Karawang Turun Tangan
Diduga Ada Mark-Up Anggaran Rehabilitasi SDN Solokan I Pakisjaya, Proyek Rp327 Juta Disorot
Warga Mulyajaya Soroti Aset dan Dana Desa Rp190 Juta, Inspektorat Diminta Tegak Lurus
Lebih Praktis! TANGKAR Resmi Jadi SuperApp untuk Semua Layanan Publik Karawang
Wakil Abo Bongkar Polemik Beras Bapanas di Rengasdengklok Selatan: Beras 90 karung di GOR, Warga Mengaku Belum Kebagian
Sungai Perbatasan Cilamaya–Ciasem Dikeluhkan Berbau Menyengat, Warga Minta DLHK Turun Tangan
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Poros Tanjung Mekar Rp189 Juta Disorot Warga
Berita ini 32 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:33

Pipik Taufik Ismail Serap Aspirasi Driver Ambulans Desa Karawang Utara, Siap Perjuangkan Payung Hukum dan Legalitas Resmi

Senin, 21 September 2026 - 06:25

Apel Pagi Pemkab Karawang, Bupati Tutup Rangkaian Hari Jadi ke-393 dan Sekda Soroti Penyerapan Anggaran Triwulan III

Senin, 21 September 2026 - 06:18

HUT Karawang ke-393 Ditutup Meriah, Ribuan Warga Padati Hareudang Fest dan Bergoyang Bersama Ade Astrid

Senin, 21 September 2026 - 06:15

Bupati Aep Resmikan Jembatan Harmoni Mas, Permudah Akses dan Dongkrak Mobilitas Warga Telukjambe Timur

Senin, 21 September 2026 - 06:13

Perkuat Toleransi, Pemkab Karawang Gelar “Bupati Menyapa” dan Deklarasi Harmoni Nusantara Sambut HUT Karawang ke-393

Senin, 21 September 2026 - 06:08

ORARI Semarakkan Hari Jadi Karawang ke-393, Bupati Aep: Terus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan

Senin, 21 September 2026 - 06:05

Bupati Aep Tegaskan Grand Final Mojang Jajaka Karawang 2026 Bebas Intervensi, Penilaian Murni Berdasarkan Potensi

Senin, 21 September 2026 - 05:55

Pemkab Karawang Gelar Lomba Cipta Menu B2SA, Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal untuk Gizi Keluarga

Berita Terbaru