KARAWANG, Lintaskarawang.com — Pelaksanaan proyek peningkatan jalan dengan metode hotmix di wilayah Rengasdengklok Selatan, tepatnya di depan kantor Kecamatan Rengasdengklok, menjadi sorotan tajam dari Ketua Lembaga GMPI (Generasi Muda Peduli Indonesia) Rengasdengklok.
Melalui grup WhatsApp Jurnalis Karawang Bersatu, Ketua GMPI yang akrab disapa Bang Are mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai tidak profesional. Ia menegaskan bahwa pekerjaan hotmix tersebut dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin finisher atau asphalt paver, alat vital dalam pengerjaan jalan hotmix yang sesuai standar.
Hotmix-nya dikerjakan manual, tanpa mesin layer. Ini jelas beda kualitasnya jauh dibanding yang pakai alat berat. Hasilnya bisa dipastikan jelek dan cepat rusak,” tegas Bang Are dalam pernyataannya di grup tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pekerjaan jalan tanpa mesin cenderung tidak merata dan berisiko terhadap kekuatan serta umur teknis jalan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah proyek ini benar-benar sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam perencanaan?
Menyikapi informasi yang beredar di kalangan jurnalis lokal ini, publik berharap dinas terkait – khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang – segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi langsung. Tujuannya adalah memastikan bahwa pengerjaan proyek menggunakan metode dan alat sesuai standar serta tidak merugikan keuangan negara.
Jika benar terjadi penyimpangan dalam metode pengerjaan, maka ini bukan hanya masalah teknis, melainkan juga potensi pemborosan anggaran dan pengabaian kualitas infrastruktur publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Dinas terkait. (D’kasur)












