Orang Tua Siswa Keberatan Biaya Haflah Rp1,75 Juta, SDIT AN-NISAA Karawang Dinilai Abaikan Imbauan Gubernur dan Bupati

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 03:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Orang tua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) AN-NISAA Karawang mengaku keberatan atas pungutan biaya sebesar Rp1.750.000 yang dibebankan kepadanya untuk acara pelepasan yang rencananya akan digelar di Hotel Swiss Belinn, Karawang, pada 5 Juni 2025.

Hal itu diungkapkan TG, salah satu orang tua siswa SDIT AN-NISAA Karawang. Menurutnya, acara ini bertentangan dengan imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta sekolah menggelar pelepasan secara sederhana dan kreatif agar tidak membebani orang tua siswa.

Lebih lanjut TG mengungkapkan keberatannya terhadap biaya pelepasan yang dinilai terlalu besar, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Daripada bayar biaya acara pelepasan sebesar itu, kata dia, mending uangnya dipakai untuk bayar iyuran perbulan yang belum ia lunasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberatan, apalagi usaha sekarang juga sulit. Ini pungutannya besar, Rp1.750.000. Cari uang sebanyak itu dari mana? Daripada dipakai bayar acara pelepasan sebesar itu mendingan uangnya saya bayarkan buat iyuran perbulan yang belum saya lunasi,” ujarnya, Rabu (30/4).

TG juga mempertanyakan mengapa pihak SDIT AN-NISAA Karawang tetap memaksakan acara pelepasan, sementara beberapa sekolah lain telah membatalkan acara serupa.

Saya tidak mempermasalahkan acara pelepasan, tapi bisa dibuat sederhana yang penting momennya tetap ada tanpa membebani orang tua siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Nur Rahmah Yusandika Kantohe, Kepala SDIT AN-NISAA Karawang, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa acara pelepasan yang akan di gelar di Hotel Swiss Belinn Karawang itu sudah dirapatkan terlebih dahulu dengan orang tua siswa pada 7 Pebruari 2025. Bahkan dari bulan Juli 2024, kata dia, pihaknya sudah menginformasikan kepada orang tua siswa terkait acara pelepasan tersebut.

Baca Juga:  Berkah Pensiun: BKPSDM Serahkan SK Pensiun dan Sosialisasi Tabungan Pensiun Taspen

Jadi terkait acara ini dari awal sebelum 7 Pebruari juga sudah kami informasikan kepada orang tua siswa, bahkan sudah dirapatkan terlebih dahulu dengan orang tua siswa. Kami pun ada berita acaranya, dokumentasinya, dan kesepakatannya dari orang tua siswa,” ujarnya via WhatsApp, Rabu (30/4).

Selanjutnya kata Kepala SDIT AN-NISAA Karawang, terkait acara ini, menurut dia bukan acara wisuda melainkan hanya haflah, karena dalam rangkaian acaranya hanya untuk penghargaan tahfidz dan muhasabah.

Ini acaranya hanya haflah bukan wisuda, dan acara ini sudah berlangsung 2 tahun. Jadi memang tidak ada pemberian tesel, pemberian toga, dan pemindahan tesel dalam acara ini,” tuturnya.

Namun ketika di singgung terkait dengan imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta sekolah menggelar pelepasan secara sederhana dan kreatif agar tidak membebani orang tua siswa, Kepala SDIT AN-NISAA Karawang, Nur Rahmah Yusandika Kantohe, terkesan cuek, seolah tidak mengindahkan sama sekali akan imbauan tersebut.
Sementara itu, kebijakan pemerintah daerah jelas melarang adanya pungutan dalam bentuk apa pun di satuan pendidikan. Bupati Karawang, H. Aep Saepulloh, telah mengeluarkan Surat Instruksi per 11 Februari 2025 yang melarang sekolah menarik biaya dari orang tua siswa.

Dengan adanya hal tersebut, TG berharap pihak SDIT AN-NISAA Karawang mempertimbangkan ulang keputusan ini dan tidak membebankan orang tua siswa dengan biaya yang terlalu besar demi sebuah acara pelepasan. (Nur)

Berita Terkait

Diduga Tidak Netral, Aktivis Laskar NKRI Soroti Pencalonan BPD Perwakilan Perempuan di Desa Gombongsari
Pendaftaran BPD Desa Mekarsari Resmi Ditutup, Sosialisasi Jadi Sorotan Warga di Media Sosial
Kapolres Karawang Perkuat Sinergitas Bersama Kejari dan Yonif 305/Tengkorak, Wujudkan Karawang Aman dan Kondusif
Kapolda Jabar Ajak Semua Pihak Jaga Investasi di Karawang, Ormas dan LSM Sampaikan Aspirasi Soal Perusahaan Lokal
GMMK Gelar Aksi Unjuk Rasa, Desak Transparansi Anggaran dan Tes Urine Massal Pejabat Karawang
Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pembangunan Rutilahu di Desa Kemiri Diprotes Keluarga Penerima Manfaat
Jaga Kondusivitas Kawasan Industri, Desa Mekarjaya dan Tamelang Sepakati Nota Kesepakatan Bersama dengan Karang Taruna
Dugaan Pengelolaan Dana Material P3-TGAI di Desa Malangsari Disorot, Ketua P3A Sebut Hanya Diberi Mandat Urus Pengairan
Berita ini 190 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 08:37

Pemerintah Desa Rengasdengklok Selatan dan Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah di Bojong Karya 1, Warga Diajak Jaga Kebersihan Lingkungan

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:39

ASPRUMNAS Rayakan HUT ke-13, Rakernas 2026 Fokus Transformasi Digital dan Kedaulatan Hunian Rakyat

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:12

Kang Cucu Harap Amanah Baru Waya Karmila Jadi Momentum Penguatan Seni dan Budaya Karawang

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:48

Jembatan Karangjati Pedes Diusulkan Ditinggikan, Warga Harap Arus Irigasi Kembali Lancar

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:49

Egy Bastyan Hermawan Nahkodai Forum Mitra Dapur Indonesia Emas, Prioritaskan Kepastian Hukum bagi Anggota

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:15

DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Haul Bung Karno dan Pendidikan Politik, Perkuat Konsolidasi Internal Partai

Kamis, 18 Juni 2026 - 02:57

Jejak Kenangan “Asa Masa Depan”, SMP-IT Nurul Huda Batujaya Lepas 85 Siswa Kelas IX dengan Nuansa Penuh Haru

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:13

Video Keluhan Pengunjung Inul Vizta Karawang Ramai di TikTok, Muncul Komentar Pro dan Kontra

Berita Terbaru