Tim Ekspedisi Surili IPB Berhasil Temukan 83 Spesies Kupu Kupu Di Pegunungan Sanggabuana

- Penulis

Kamis, 2 Januari 2025 - 09:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupu Kupu Raja (Troides helena) yang dilindungi (Foto SCF)

Kupu Kupu Raja (Troides helena) yang dilindungi (Foto SCF)

Karawang, Lintaskarawang.com – Kabar temuan baru keanekaragaman hayati di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat kembali muncul. Kali ini, puluan spesies kupu kupu yang berhasil didata oleh Tim Ekspedisi Studi Konservasi Lingkungan “Surili” Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Tim Ekspedisi Surili yang melakukan ekspedisi di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana bersama Sanggabuana Wildlife Ranger dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) dan Perum Perhutani KPH Purwakarta sejak 18 Desember 2024, sejatinya sedang menelusuri potrensi ekosistem flora fauna langka di kawasan Pegunungan Sanggabuana. Termasuk di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangkalan. Dalam penjelajahannya selama lebih dari 16 hari, Tim Ekspedisi berhasil mendata flora-fauna yang ada di Pegunungan Sanggabuana, dan mendata goa-goa yang ada di kawasan Karst Pangkalan. Yang mengejutkan, Tim Ekspedisi berhasil mendata 83 spesies kupu kupu dari 5 family kupu-kupu yang ada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Jenis Kupu Kupu Raja Dilindungi

Dari 83 jenis kupu-kupu yang berhasil didata, juga terdapat 2 jenis kupu kupu raja, yaitu Troides helena dan Troides amphrysus. Dua spesies kupu kupu raja ini masuk dalam IUCN Red List dengan kategori Least Concern (LC) dan Appendix II CITES. Dua jenis kupu kupu raja ini juga termasuk satwa dilindungi sesuai dengan Permen 106/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Candra Sugiharto, Leader Tim Ekspedisi dari Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (Himakova) Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University mengatakan bahwa dari penjelajahan sejak 18 Desember 2024 Kelompok Pemerhati Kupu Kupu (KPK) berhasil mendata 93 spesies dari 6 Family Kupu Kupu yaitu, Papilionidae, Hesperlidae, Lycaenidae, Nymphalidae, Pieridae, dan Riodinidae . Jumlah ini hanya yang terdata selama 17 hari, dan hanya di sekitaran blok Cikoleangkak sampai Camp Phillip dan jalur pendakian dari Blok Pancuran Kejayaan. “Kemungkinan jumlah pastinya lebih banyak jika dilakukan pendataan ulang di seluruh kawasan Pegunungan Sanggabuana.” Jelas Candra.

Baca Juga:  Lulusan Termuda dan Tercepat S3 UGM, Dewi Agustiningsih Buktikan Mimpi Bisa Diraih Meski Penuh Tantangan

Bioindikator Lingkungan

Menurut Candra, keragaman Kupu Kupu yang berhasil didata ini merupakan kabar baik, karena Kupu Kupu mempunyai banyak manfaat positif bagi lingkungan, seperti sebagai komponen ekosistem, polinator atau penyerbuk bunga, dan juga bioindikator lingkungan.

“Kupu Kupu adalah serangga yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, degradasi habitat, dan perubahan iklim, jadi keragaman populasi Kupu Kupu bisa dijadikan indikator lingkungan kawasan Pegunungan Sanggabuana.” Tambah Candra.

Candra menambahkan kedepan mungkin akan dilanjutkan untuk mendata Keanekaragaman Hayati di Sanggabuana ini, terutama keragaman dan persebaran Kupu Kupu. Terutama pemanfaatan sebagai indikator kualitas lingkungan dengan memantau pola distribusi, kelimpahan dan perubahan habitatnya.

Satwa Langka Lain Pegunungan Sanggabuana

Selain mendata Kupu Kupu, Tim Ekspedisi yang juga memasang kamera trap di hutan ini juga berhasil mendata satwa langka lain seperti Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis comata), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), beberapa jenis raptor migran, Ular Kobra (Naja sputatrix), dan juga Ular Naga Jawa (Xenodermus javanicus) ketika mendata herpetofauna.

Sementara itu Bernard T. Wahyu Wiryanta, peneliti dan juga Dewan Pembina di Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menyambut baik temuan banyak spesies satwa, terutama Kupu Kupu oleh Tim Ekspedisi Surili ini. “Temuan ini akan memperkaya daftar keanekaragaman hayati Pegunungan Sanggabuana. Karena tidak mungkin kita mendata semua keanekaragaman hayati di seluruh kawasan hutan Pegungungan Sanggabuana sendiri. Dengan bantuan teman-teman dari IPB ini, tentu akan mempercepat pengumpulan data Biodiversity yang ada sebagai pelengkap data, sehingga bisa dirumuskan program perlindungan dan pelestarian ke depan.” Terang Bernard. (LK)

Berita Terkait

LBH Karang Taruna Karawang Kawal Tuntas Kasus Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna
Dede Mulyana Kecam Dugaan Penculikan dan Penganiayaan Pengurus Karang Taruna Tamelang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Seruan Musyawarah Berujung Dugaan Penculikan, Pengurus Karang Taruna Tamelang Mengaku Disiksa OTK
Petani dan DPRD Bersihkan Irigasi di Depan Kantor Kecamatan, Aparatur Kecamatan Rawamerta Jadi Sorotan
Pasokan Listrik Jawa Barat Kembali Normal, PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Telah Pulih
Pungutan Pelepasan dan Pendaftaran SMP di SDN Karyasari 1 Disorot, Wali Murid Pertanyakan Dasar Penarikan Biaya
PLN UP3 Karawang Terima Audiensi FMKN, Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kelistrikan
GMPI Soroti Dugaan Kasus Oknum Kadis Karawang, Bunda Ani: Jangan Ada Pejabat Berlindung di Balik Jabatan
Berita ini 59 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:12

Wabup Maslani Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80, Ajak Perkuat Sinergi Forkopimda

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:57

Gelombang Kecaman Meluas Anggota DPRD Karawang Desak Polisi Tangkap Pelaku Dugaan Penculikan Pengurus Karang Taruna

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:31

Aliansi Ormas Islam Bersatu Desak Penutupan Permanen THM Bandel, Soroti Minol Ilegal hingga Dugaan Sarang LGBT

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:25

Sorotan tajam Saepudin Permana !!DPRD fraksi partai Golkar dapil 6 angkat bicara,minta Kepolisian usut tuntas kasus penculikan dan penyekapan di tamelang.

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:55

Pipik Taufik Kecam Keras Dugaan Penculikan Pengurus Karang Taruna, Desak Polisi Usut Tuntas

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:56

Marwah Birokrasi Karawang Dipertaruhkan, Forum Ormas Islam Desak Klarifikasi Dugaan Perilaku Oknum Kadis

Selasa, 16 Juni 2026 - 02:26

Cetya Hian Thian Kiong Karawang Peringati Tahun Baru Islam 1448 H dengan Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:30

Segaran Batujaya, Kab. Karawang, Jawa Barat

Berita Terbaru