Jembatan Cicangor Hilir Amblas, Pemprov dan Pemkab Karawang Segera Bangun Jembatan Bailey

- Penulis

Selasa, 4 Maret 2025 - 16:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang, Lintaskarawang.com – Jembatan Cicangor Hilir di Kecamatan Pangkalan amblas pada Senin (3/3/2025) malam sekitar pukul 18.30 WIB, tepat setelah azan Maghrib berkumandang. Peristiwa ini menyebabkan terputusnya akses utama antara wilayah Pangkalan dan Badami, Kecamatan Telukjambe Barat, yang selama ini menjadi jalur vital bagi masyarakat.

Menurut keterangan warga setempat, jembatan tersebut telah berusia cukup tua dan sering dilalui kendaraan dengan tonase berat. “Selain faktor usia, seringnya kendaraan berat melintas juga bisa menjadi penyebab amblasnya jembatan ini,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain faktor usia dan kemungkinan pergeseran lapisan tanah, dugaan lain yang mencuat adalah beban berlebih dari kendaraan pengangkut material alam yang melintasi jembatan setiap hari. Aktivitas keluar-masuk truk pengangkut batu kapur dan bahan baku pabrik semen PT. JUI SHIN disebut-sebut turut memberikan tekanan besar pada struktur jembatan.

Menanggapi kejadian ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang langsung bergerak cepat (Gercep) untuk mencari solusi. Hanya berselang satu hari pasca kejadian, pemerintah memastikan bahwa pembangunan jembatan darurat segera dilakukan agar akses transportasi masyarakat kembali normal.

Sebagai langkah darurat, pemerintah akan membangun jembatan Bailey sebagai pengganti sementara jembatan yang amblas. Pengerjaan jembatan darurat ini rencananya akan dimulai besok dengan harapan dapat selesai dalam waktu sesingkat mungkin.

Pemerintah meminta masyarakat, khususnya pengguna jembatan tersebut, untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung. Dukungan dan doa dari masyarakat juga sangat diharapkan agar proyek ini dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Dengan langkah cepat yang diambil, diharapkan mobilitas warga di Kecamatan Pangkalan, Telukjambe Barat, Tegalwaru, dan sekitarnya segera kembali normal. Pembangunan jembatan Belly ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Karawang. (LK)

 

Berita Terkait

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA
JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG
MIRIS! Rumah RUTILAHU di Dewisari Rampung Sebulan, Upah Pekerja Tak Kunjung Dibayar, Warga Malah Tekor Rp800 Ribu
MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!
Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi
Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi
KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan
Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi
Berita ini 103 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 04:57

GMPI DPC CIKAMPEK SURATI PT CELEBES NATURAL PROPERTINDO, TUNTUT HAK INVESTOR PASAR PEMDA

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:27

JAGA REPUTASI INVESTASI BYD DAN VINFAST, FMSB DESAK PENEGAKAN HUKUM TERKAIT PT CMM DI SUBANG

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:33

MIRIS! Di Mana Pengawasan? Dugaan Pelanggaran Terjadi, Keselamatan dan Kepentingan Publik Dipertaruhkan!

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30

Ketum BARAK Indonesia Tantang KIM Buka Data: Jangan Asal Kaitkan Ormas dengan Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:23

Ketum Banaspati Minta KIM Tak Cap Ormas dan LSM sebagai Gangguan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:52

KIM Dikritik KOMPAK: Kritik Masyarakat Jangan Dicap Gangguan Keamanan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:43

Laskar Merah Putih Kritik KIM: Jangan Stigmatisasi Ormas sebagai Pengganggu Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:29

Fajar Try Suari Kritik Narasi KIM: Audiensi Ormas dan LSM Tak Bisa Serta-Merta Dikategorikan Gangguan Investasi

Berita Terbaru