Kabid SDA PUPR Karawang Sulit Dihubungi, Layakkah Disebut Pelayan Publik?

- Penulis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

Gambar Ilustrasi

Karawang | Lintaskarawang.com — Sikap pejabat publik yang sulit dihubungi kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian tertuju kepada Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Tri Winarno.

Pejabat yang berada di salah satu bidang strategis tersebut dinilai semestinya memiliki keterbukaan dan akses komunikasi yang memadai, khususnya ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan persoalan pelayanan publik.

Namun, ketika seorang pejabat publik sulit ditemui maupun dihubungi untuk memperoleh informasi atau klarifikasi, pertanyaan serius pun muncul: untuk siapa sebenarnya jabatan pelayanan publik itu dijalankan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pejabat publik sulit dihubungi, lalu masyarakat atau wartawan harus mencari informasi ke mana? Jangan sampai jabatan hanya terlihat ketika ada kegiatan seremonial, tetapi ketika dibutuhkan untuk memberikan penjelasan justru sulit ditemui,” ujar Nurdin Syam, yang akrab disapa Mr Kim, Kamis (27/8/2026).

Menurut Mr Kim, kritik tersebut bukan semata-mata persoalan seseorang mengangkat atau tidak mengangkat telepon. Yang jauh lebih penting adalah komitmen keterbukaan seorang pejabat yang menggunakan fasilitas dan kewenangan negara dalam menjalankan tugasnya.

Apalagi Bidang SDA PUPR memiliki ruang lingkup pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, mulai dari pengelolaan sumber daya air, drainase, irigasi, hingga berbagai persoalan infrastruktur yang kerap menjadi keluhan warga.

“Pejabat publik tidak boleh alergi terhadap pertanyaan. Kalau ada kritik, jawab. Kalau ada persoalan, jelaskan. Kalau ada tudingan, klarifikasi. Jangan justru menghilang ketika publik membutuhkan informasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Audiensi LMP Mada Jabar Bahas Keterlambatan Proyek Rehabilitasi Stadion Singaperbangsa

Ia mempertanyakan apakah pola komunikasi seperti itu dapat mencerminkan sosok pelayan publik yang profesional dan responsif.

“Kalau masyarakat saja kesulitan mendapatkan akses komunikasi dengan pejabatnya, bagaimana masyarakat mau percaya bahwa pemerintah hadir untuk mereka? Pelayanan publik bukan hanya duduk di belakang meja dan menandatangani dokumen. Ada kewajiban untuk mendengar, menjelaskan dan mempertanggungjawabkan pekerjaan kepada publik,” katanya.

Mr Kim juga menilai pejabat pemerintah harus memahami bahwa era keterbukaan informasi membuat masyarakat semakin kritis. Karena itu, diam bukan selalu solusi, terlebih ketika informasi yang dibutuhkan berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

“Jangan membangun tembok antara pejabat dengan masyarakat. Jabatan itu bukan benteng untuk menghindari pertanyaan. Jabatan adalah amanah dan setiap kewenangan yang melekat di dalamnya harus dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia pun mendorong pimpinan Dinas PUPR Kabupaten Karawang melakukan evaluasi terhadap pola komunikasi dan pelayanan pejabat di lingkungan dinas tersebut apabila benar terdapat kesulitan akses komunikasi yang berulang.

“Kalau benar sulit dihubungi, ini harus menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai masyarakat mendapatkan kesan bahwa pejabat hanya mudah ditemui ketika membutuhkan dukungan atau ketika ada kepentingan tertentu, tetapi sulit dicari ketika dimintai penjelasan,” pungkas Mr Kim.

Pada akhirnya, pejabat publik bukan hanya dituntut bekerja, tetapi juga dituntut terbuka, responsif, dan siap mempertanggungjawabkan pekerjaannya kepada masyarakat. (LK)

Berita Terkait

Ribuan Warga Waringinjaya Meriahkan HUT RI ke-81, GRC 1 & 2 Gelar Karnaval hingga Gerak Jalan Santai
Reses III Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin Serap Aspirasi Warga Perumahan Niera Palumbonsari
Dukungan Menguat, Ade Santi Resmi Daftar sebagai Calon PAW Kepala Desa Gempol Sari
Dion Surya Sukanda Nomor Urut 2 Menangkan Pemilihan Anggota BPD Karyasari dengan 36 Suara
Peringatan Keras Tim PAW Ade Santi, Mr. Kim: Panitia Diminta Jaga Independensi Pemilihan PAW Kades Gempolsari
Leni Marlina Nomor 3 Raih Suara Terbanyak, Terpilih sebagai Perwakilan Perempuan BPD Desa Gombongsari
Iid Abdul Muid Terpilih Secara Aklamasi sebagai BPD Keterwakilan Dusun Desa Sampalan Periode 2026–2034
Karawang Selayang Pandang: Titi Mangsa Lahirnya NKRI dan Ambisi Menjadi Jantung Peradaban Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:21

Sinergi Membumi untuk Pendidikan Karawang: Program “Lapor Kang Cucu” Jalin Kolaborasi Strategis dengan Pesantren Lestari Alam Qurani

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:18

Sosialisasi Satgas Citarum Harum 2026 Digelar di Dewisari, Fokus Normalisasi Sungai Cegah Banjir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:20

CCTV Dicuri Maling, Bos Alvin Mengaku Sudah Berkali-kali Kehilangan Barang di Empang Karyasari

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44

BRI Tambah 47 Mesin CRM, Transaksi Nasabah Kini Makin Mudah.

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:35

Gelora Banteng Karawang Menggema Di Sragen, 111 Kader PDI Perjuangan Berangkat ke Surabaya Dukung Jabar di Final Soekarno Cup 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:42

30 PAC PDI Perjuangan Karawang Bertolak ke Surabaya, Siap Banjiri Final Soekarno Cup 2026 Demi Kemenangan Jawa Barat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:55

Meski Kondisi Tak Memungkinkan, Natala Sumedha Tetap Turun Reses dan Serap Aspirasi Warga Tanjung Pura

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:03

Pipik Taufik Ismail Apresiasi Konfercab II GAMKI Karawang, Dorong Pemuda Beri Dampak Positif bagi Masyarakat

Berita Terbaru