KARAWANG | Lintaskarawang.com – Karang Taruna Kabupaten Karawang melalui unit tanggap cepat Garda Sakti Sekata menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air akibat kemarau panjang di wilayah Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Senin (03/08/2026).
Pendistribusian air bersih dipusatkan di dua titik, yakni Jalan Raya Loji dan Kampung Kidangranggah, Desa Cintaasih, Kecamatan Tegalwaru. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat sumur warga yang mulai mengering.
Dalam kegiatan tersebut, Karang Taruna menargetkan pendistribusian sebanyak 10 mobil tangki air bersih. Setiap tangki membawa sekitar 8.000 liter air, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 80.000 liter air bersih secara bertahap.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proses pendistribusian air bersih turut dikawal oleh jajaran Karang Taruna Kecamatan Tegalwaru guna memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Umum Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dr. (c) Dhani Sudirman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial Karang Taruna terhadap masyarakat yang sedang menghadapi krisis air bersih.
“Inilah jati diri Karang Taruna. Di saat sumur warga mengering, kepedulian kitalah yang menjadi sumber airnya. Saya sangat mengapresiasi gerak cepat Garda Sakti Sekata dan Karang Taruna Kecamatan Tegalwaru di bawah komando Wa Ojog dan Wa Echon. Adhitya Karya Mahatva Yodha bukan slogan, tetapi aksi nyata hadir di tengah krisis air bersih,” ujar Dhani.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kecamatan Tegalwaru, Suryaman atau yang akrab disapa Wa Ojog, menegaskan bahwa kehadiran Karang Taruna di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi.
“Ini tugas kami. Karang Taruna adalah garda terdepan dalam masalah sosial. Saat warga kesulitan air, kami wajib hadir. Kami pastikan bantuan ini sampai tepat sasaran,” katanya.
Komandan Garda Sakti Sekata, Nesan Supriatna atau Yang Kerap di sapa Wa Echon, menyampaikan bahwa kondisi masyarakat yang terdampak kekeringan cukup memprihatinkan. Menurutnya, sebagian warga harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.
“Kondisi warga sangat memprihatinkan, sumur mengering dan warga harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air bersih. Garda Sakti Sekata dibentuk sebagai wujud komitmen Karang Taruna untuk merespons cepat krisis kemanusiaan,” ungkapnya.
Salah seorang warga Loji, Tita, menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengaku pendistribusian air bersih sangat membantu warga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Berdasarkan data yang disampaikan Karang Taruna Kabupaten Karawang, terdapat 10 desa di wilayah Kecamatan Pangkalan dan Kecamatan Tegalwaru yang disebut mengalami krisis air bersih.
Di Kecamatan Pangkalan, wilayah yang terdampak meliputi Desa Jatilaksana, Cintaasih, Kertasari, dan Mulangsari. Sementara di Kecamatan Tegalwaru, wilayah terdampak meliputi Desa Cipurwasari, Cigunungsari, Cintalaksana, Cintalanggeng, Kutalanggeng, dan Kutamaneuh.
Karang Taruna Kabupaten Karawang berharap aksi sosial tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain itu, kolaborasi berbagai pihak dinilai penting untuk menghadapi persoalan krisis air bersih yang terjadi selama musim kemarau.
Bagi Karang Taruna, pendistribusian air bersih bukan sekadar kegiatan bantuan sosial, tetapi juga bentuk nyata kesetiakawanan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Penulis : Wahid













Tinggalkan Balasan