Karawang | Lintaskarawang.com – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan pentingnya kerja nyata dan terukur dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga dan kependudukan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana.
Dalam sambutannya, Aep menyebut Rakerda tersebut sebagai momentum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Karawang.
“Rakerda Program Bangga Kencana hari ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembangunan keluarga dan kependudukan di Kabupaten Karawang,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyoroti perlunya perubahan pola kerja di lingkungan pemerintahan agar tidak lagi terjebak pada rutinitas administratif dan formalitas semata, menurutnya, program pemerintah harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar terlihat berjalan saat momen tertentu.
“Sudah saatnya kita meninggalkan budaya kerja yang hanya berfokus pada laporan administratif, program tidak boleh hanya terlihat jalan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Aep juga menekankan bahwa keberhasilan program, terutama dalam penanganan stunting dan pembangunan keluarga, sangat bergantung pada keakuratan data serta pemahaman kondisi riil di lapangan.
“Kunci keberhasilan ada pada data yang akurat dan pemahaman kondisi riil, saya minta seluruh OPD hingga kecamatan bekerja lebih konkret dan tidak sekadar mengejar laporan,” katanya.
Selain itu, ia meminta setiap program memiliki rencana tindak lanjut yang jelas, lengkap dengan target dan waktu pelaksanaan yang terukur.
“Setiap program harus punya timeline yang jelas, kita harus berbicara teknis dan memastikan intervensi tepat sasaran,” lanjutnya.
Di tengah keterbatasan sumber daya, Aep mengapresiasi kinerja jajaran pemerintah daerah serta para kader di lapangan yang terus berkontribusi dalam pelaksanaan program.
Ia juga menyoroti sejumlah capaian positif yang telah diraih Karawang, seperti penurunan unmet need, peningkatan mCPR, serta Total Fertility Rate (TFR) yang berada di bawah rata-rata nasional.
Meski demikian, Aep mengingatkan agar seluruh pihak tidak cepat berpuas diri dan terus memperkuat komitmen dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Namun, kita tidak boleh cepat puas, tantangan ke depan masih besar, dan komitmen harus semakin kuat untuk mewujudkan keluarga Karawang yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing,” pungkasnya.
Penulis: Ripai
Editor: Aan Ade Warino













Tinggalkan Balasan