Makanan Berulat di SPPG Sindangmulya Diduga Masuk ke Sekolah dan Posyandu, Aktivis Desak Penindakan Tegas

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 04:34

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Skandal kualitas makanan kembali mencuat di wilayah Kecamatan Kutawaluya. SPPG Sindangmulya, Desa Sindangmulya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan tajam setelah ditemukan belatung dalam menu buah naga yang didistribusikan pada Kamis (9/4/2026).

Ironisnya, makanan yang diduga tidak layak konsumsi tersebut disebut-sebut telah didistribusikan ke sejumlah titik layanan publik, termasuk SD Sindangmulya 1 serta posyandu yang berada di lingkungan sekitar. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius karena menyasar anak-anak sekolah dan balita yang seharusnya mendapatkan asupan gizi sehat.

Temuan tersebut langsung menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Aktivis Tim Investigasi Laskar NKRI Kabupaten Karawang, Carim Darmawan, mengecam keras dugaan kelalaian yang dinilai sangat fatal dan tidak bisa ditoleransi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini bukan sekadar kelalaian biasa. Kalau sudah sampai ke sekolah dan posyandu, ini sangat berbahaya. Anak-anak dan balita bisa jadi korban. Harus ada penindakan tegas,” tegas Carim.

Menurutnya, adanya belatung dalam buah naga menunjukkan indikasi kuat bahwa proses pengolahan hingga distribusi makanan tidak melalui standar kelayakan yang semestinya. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk kegagalan sistem pengawasan yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Baca Juga:  Peresmian Dapur MBG Jomin Barat, Babinsa Tekankan Pentingnya SOP

Carim juga mendesak Satgas MBG untuk segera turun langsung ke lapangan dan melakukan investigasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Sindangmulya. Ia menilai, tindakan cepat dan tegas sangat diperlukan agar kasus serupa tidak kembali terulang.

“Satgas MBG harus bergerak cepat. Jangan sampai program yang bertujuan membantu masyarakat justru menjadi ancaman kesehatan. Ini menyangkut nyawa,” lanjutnya.

Lebih jauh, ia meminta adanya transparansi dari pihak pengelola terkait sumber bahan makanan, proses penyimpanan, hingga mekanisme distribusi. Jika terbukti ada unsur kelalaian atau kesengajaan, ia menegaskan pelaku harus diberikan sanksi tanpa kompromi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Sindangmulya belum memberikan klarifikasi resmi atas temuan tersebut. Sementara itu, masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret.

Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa pengelolaan makanan publik tidak boleh dilakukan secara asal-asalan. Ketika kualitas diabaikan, yang dipertaruhkan bukan hanya kepercayaan masyarakat, tetapi juga keselamatan generasi penerus bangsa. (LK)

Berita Terkait

Viral Rumah Tak Layak Huni di Rengasdengklok, Status Lahan Jadi Kendala, Mr.Kim: Legislator Jangan Tutup Mata
Sapa Warga Berbasis Budaya, DPRD Jabar Dorong Pelestarian Pencak Silat di Karawang
Pipik Taufik Ismail: Legislator Jabar yang Aktif Serap Aspirasi hingga Pelosok Desa
BPKB Diduga Hilang di Samsat Karawang, Pelayanan Samsat Disorot Tajam
224 PJU Terpasang, DPRD Jabar Pastikan Penerangan Jalan di Karawang Tepat Sasaran
Anggota DPRD Karawang Perbaiki Jalan Rusak Gunakan Dana Pribadi
Ribuan Kupon Berhadiah Motor Dibagikan di HUT ke-19 Laskar NKRI Karawang
Dorong Ekonomi Desa, 17 Koperasi di Karawang Terima Bantuan Truk Operasional
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 07:37

Bapenda Karawang Luncurkan SIPAKAR, Layanan Pajak Daerah Kini Terintegrasi Digital

Selasa, 14 April 2026 - 05:38

Usai Tutup Masa Jabatan, Anwar Usman Tersungkur di MK

Senin, 13 April 2026 - 19:19

Cuma Modal KTP! Warga Karawang Kini Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS

Minggu, 12 April 2026 - 07:36

KRL Tembus Karawang, Cikampek Disiapkan Jadi Depo Utama

Sabtu, 11 April 2026 - 05:34

Turun ke Desa, Pipik Taufik Ismail Tampung Keluhan Warga soal PJU, Rutilahu, dan Drainase

Jumat, 10 April 2026 - 07:55

Kasus Suap Proyek Bekasi, Ade Kuswara Kunang Klaim Tak Ada Aliran Dana ke Ono Surono

Kamis, 9 April 2026 - 18:55

LSM Laskar NKRI Napak Tilas di Monumen Kebulatan Tekad Rengasdengklok

Rabu, 8 April 2026 - 12:57

Prabowo Kumpulkan Kabinet, Putuskan Harga Haji Turun dan IUP di Kawasan Hutan Dievaluasi

Berita Terbaru