Karawang, Lintaskarawang.com – Diduga salah satu bank ternama di Karawang menjadi ajang “bancakan” oleh oknum petugas bank dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dugaan praktik curang ini terungkap setelah sejumlah warga melaporkan kejanggalan proses pengajuan KUR yang mereka alami.
Sejumlah nasabah KUR di Karawang mengaku hanya diminta mengumpulkan data dan menandatangani berkas tanpa pernah mengetahui secara detail jumlah pinjaman yang diajukan. Ironisnya, setelah dana KUR dicairkan, para nasabah tersebut hanya menerima uang antara Rp1 juta hingga Rp5 juta, jauh dari nilai plafon yang tercantum dalam dokumen pencairan.
Menurut informasi yang dihimpun tim investigasi Lintas Karawang, beberapa berkas nasabah tercatat memiliki plafon pinjaman hingga Rp50 juta, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar dana tersebut tidak pernah diterima oleh pemilik nama yang tertera dalam persetujuan pinjaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa proses pengajuan berlangsung sangat cepat. “Saya hanya disuruh ngasih fotokopi KTP, KK, sama foto usaha. Setelah itu, katanya cair lima puluh juta. Tapi saya cuma dikasih tiga juta. Katanya sisanya untuk potongan dan keperluan lainnya,” ujarnya dengan nada kecewa, Sabtu (15/11/2025).
Dugaan keterlibatan oknum petugas bank menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Modus diduga dilakukan dengan memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat terkait mekanisme penyaluran KUR, termasuk detail pencairan, biaya administrasi, hingga prosedur akad kredit. Para nasabah mengaku tidak pernah diundang untuk menandatangani akad resmi di kantor bank sebagaimana mestinya.
Lintaskarawang.com tengah melakukan investigasi lebih dalam dengan mendatangi para korban, meminta salinan berkas KUR, serta mencoba meminta klarifikasi dari pihak bank terkait dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen bank belum memberikan tanggapan resmi.
Kasus ini berpotensi melibatkan unsur pidana, mulai dari penyalahgunaan jabatan, pemalsuan data, hingga dugaan penyelewengan dana negara mengingat KUR merupakan program pemerintah untuk mendukung pelaku UMKM.
Lintas Karawang berkomitmen untuk terus mengawal dan membongkar kasus ini hingga tuntas, demi memastikan hak-hak masyarakat Karawang tidak dirampas oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam lembaga keuangan yang seharusnya melayani rakyat. (LK)












