Karawang | Lintaskarawang.com — Pernyataan pengelola Kawasan Industri Mitra (KIM) Karawang dalam sebuah forum diskusi yang mengaitkan tingginya permintaan audiensi ormas dan LSM dengan gangguan keamanan menuai kecaman dari Forum Masyarakat Karawang Subang Purwakarta (Purwasuka).
Nurdin Syam (Mr. Kim), bagian dari Forum Purwasuka, menyesalkan pernyataan tersebut, terutama jika dimaknai bahwa keberadaan ormas dan LSM menjadi penghambat investasi.
“Kami sangat menyesalkan dan mengecam keras pernyataan tersebut. Jangan sampai ormas dan LSM digeneralisasi sebagai penghambat investasi hanya karena menyampaikan aspirasi atau meminta audiensi,” tegas Nurdin, Kamis (8/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Nurdin, ormas dan LSM merupakan bagian dari kontrol sosial yang dapat membantu mengawal aktivitas perusahaan, termasuk persoalan tenaga kerja lokal, lingkungan, pengelolaan limbah, CSR, perizinan, keselamatan kerja dan hubungan perusahaan dengan masyarakat.
Ia menilai audiensi seharusnya menjadi ruang komunikasi dan penyelesaian masalah, bukan otomatis dianggap sebagai ancaman terhadap investasi.
“Kalau ada oknum yang melanggar hukum, silakan diproses sesuai aturan. Tetapi jangan karena ulah oknum kemudian seluruh ormas dan LSM dianggap mengganggu keamanan atau menghambat investasi,” ujarnya.
INVESTASI DAN KONTROL SOSIAL HARUS BERJALAN BERSAMA
Forum Purwasuka menegaskan investasi membutuhkan keamanan dan kepastian hukum. Namun masyarakat juga berhak mendapatkan keterbukaan serta ruang untuk melakukan pengawasan sosial.
Nurdin meminta KIM menjelaskan secara terbuka dasar pernyataan mengenai gangguan keamanan tersebut, termasuk data dan fakta apabila terdapat pihak yang dinilai menghambat investasi.
“Kami tidak anti-investasi. Kami mendukung investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Tetapi investasi juga harus terbuka terhadap kritik dan kontrol sosial,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan ormas dan LSM tidak seharusnya dipandang sebagai musuh investasi.
“Investasi silakan berjalan, perusahaan silakan berkembang, tetapi kontrol sosial juga harus tetap hidup. Kritik bukan berarti menghambat investasi,” pungkas Nurdin.
Forum Purwasuka berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog terbuka antara KIM, masyarakat, ormas/LSM dan pemerintah.
Lintaskarawang.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola KIM atas pernyataan yang menjadi sorotan dalam pemberitaan ini.













Tinggalkan Balasan