Jeritan Seniman Karawang: Surat Terbuka untuk Wamen Kebudayaan Selamatkan Seni Tradisi yang Terancam Punah

- Penulis

Senin, 16 Maret 2026 - 05:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang | Lintaskarawang.com – Kegelisahan terhadap nasib seni budaya lokal di Kabupaten Karawang disuarakan oleh seorang penggiat seni melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha Djumaryo. Surat tersebut ditulis oleh Cucu Hidayat atau yang akrab disapa Kang Cucu, seorang pegiat seni yang aktif memperjuangkan kelestarian budaya daerah.

Dalam surat terbuka tersebut, Kang Cucu menyampaikan kondisi memprihatinkan berbagai kesenian tradisional khas Karawang yang dinilai semakin terpinggirkan dan berada di ambang kepunahan. Ia menilai minimnya literasi budaya serta kurangnya perhatian jangka panjang menjadi salah satu penyebab utama meredupnya eksistensi seni tradisional di tengah masyarakat.

Beberapa kesenian yang disebutkan mulai mengalami degradasi di antaranya Ajeng Soja dan tradisi Parebut Seeng yang kini jarang dipentaskan. Selain itu, kesenian rakyat seperti Jaipong, Topeng, dan Calung yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Sunda di Karawang juga dinilai sedang berjuang keras untuk tetap bertahan di tengah arus perubahan zaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kang Cucu, kondisi tersebut semakin diperparah oleh dampak pandemi COVID-19 yang sempat melumpuhkan aktivitas kesenian di berbagai daerah. Banyak sanggar seni terpaksa gulung tikar, sementara sejumlah pelaku seni harus menjual alat musik hingga perangkat pendukung pertunjukan seperti sound system demi bertahan hidup.

Baca Juga:  Ustadzah Halimah Alaydrus: Dai yang Menginspirasi Tanpa Perlu Menampilkan Wajah

Ia juga menyoroti tantangan modernisasi yang menuntut para pelaku seni untuk meningkatkan kualitas pertunjukan dan peralatan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Namun di sisi lain, para seniman tradisional justru mengalami keterbatasan fasilitas dan dukungan untuk melakukan peningkatan tersebut.

“Kami ingin seni budaya tidak hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial atau sekadar agenda tahunan. Pelestarian budaya membutuhkan program strategis jangka panjang yang berkelanjutan dan benar-benar menyentuh para pelaku seni di akar rumput,” ujar Kang Cucu dalam isi suratnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seni dan kebudayaan bukan sekadar hiburan semata, melainkan identitas dan jati diri bangsa yang mencerminkan nilai luhur para leluhur. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap upaya pelestarian seni tradisional di daerah.

Kang Cucu juga berharap adanya kebijakan nyata yang mampu memperkuat pembinaan sanggar seni, memberikan fasilitas yang memadai, serta membuka ruang ekspresi yang lebih luas bagi para seniman daerah agar tradisi yang diwariskan turun-temurun tidak hilang ditelan zaman.

Melalui surat terbuka tersebut, para pegiat seni di Karawang berharap pemerintah dapat melihat kondisi nyata di lapangan dan mengambil langkah konkret untuk menyelamatkan kesenian tradisional sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. (LK)

Berita Terkait

Bupati Karawang Siap Lindungi Guru Pelapor Dugaan Kecurangan Program MBG
Safari Ramadan di Pedes, Wabup Karawang Ajak Masyarakat Perkuat Kebersamaan
Pemkab Karawang Buka Mudik Gratis 2026, Sediakan 810 Kuota ke 13 Kota Tujuan
Komisi IV DPRD Jabar Tinjau TPPAS Lulut Nambo dan Kegiatan Pertambangan di Bogor
Dari Tukang Pengepul Kardus Bekas hingga Menjadi Tim Kuasa Hukum KDM
Sistem Keuangan dan Peran OJK dalam Penilaian Kredit
Mr. KiM Soroti Isu 150 Juta dalam Kasus Oktav
Humas DPP GMPI Mr. KiM: Ormas dan LSM Dilindungi Undang-Undang, Jangan Digeneralisir
Berita ini 0 kali dibaca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 08:23

Suami Diduga Habisi Nyawa Istri di Karawang, Sempat Coba Bunuh Diri

Jumat, 27 Maret 2026 - 01:42

Arus Balik Lebaran H+7 di Simpang Jomin Karawang Ramai Lancar, Puncak Diprediksi Akhir Pekan

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:34

Diduga Disewakan Secara Ilegal, Lahan PJT II di Rengasdengklok Disulap Jadi Ladang Bisnis Pribadi

Senin, 16 Maret 2026 - 18:11

Komunitas Siaga Bencana Purwasari Siagakan Ambulans untuk PAM Arus Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:06

Musran VI Dapil II Digelar Serentak, DPC PDI Perjuangan Karawang Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Ranting

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:11

Remaja Asal Rengasdengklok Karawang Dilaporkan Hilang, Keluarga Minta Bantuan Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:39

Pejabat Tak Lengkap, GMPI Karawang Walk Out dari Audiensi DPUPR

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:19

Bupati Karawang Hadiri Gerakan Pangan Murah Bazar Ramadhan 1447 H di Jatisari

Berita Terbaru